Dari Diam Menjadi Agensi: Membingkai Ulang Tantangan Pendidikan Pascasarjana Indonesia di Inggris

Abstract

This study critically re-examines the academic struggles of Indonesian postgraduate students in the United Kingdom (UK), drawing on empirical data from a prior qualitative study. The study employs a dual theoretical lens from Freire's Pedagogy of the Oppressed and Bandura's Social Cognitive Theory of Human Agency, grounded in a critical realist ontology, to explore the underlying structural forces of how academic practices contribute to student's educational experiences. Three interrelated themes are developed: (1) silence and pedagogical disempowerment; (2) destabilization of self-efficacy within unfamiliar academic conventions; and (3) the tension between agentic aspiration and marginalization. The findings challenge neoliberal assumptions of meritocracy and call for more awareness, reflexive, and humanizing approaches to international education that treat students not as culturally deficient or individually lacking but as subjects shaped by and capable of transformation within and against inherited educational systems.Studi ini secara kritis meninjau kembali tantangan akademik yang dialami oleh mahasiswa pascasarjana Indonesia di Inggris, dengan merujuk pada data empiris dari studi kualitatif terdahulu. Berlandaskan pada ontologi realisme kritis, studi ini menggunakan kerangka teoretis ganda dari Pendidikan Kaum Tertindas oleh Freire dan Teori Sosial Kognitif Tentang Agensi Individu oleh Bandura untuk menelaah aspek struktural yang mendasari bagaimana praktik akademik turut membentuk pengalaman pendidikan para mahasiswa. Terdapat tiga tema utama yang saling berkaitan dalam studi ini: (1) diam dan ketidakberdayaan pedagogis; (2) goyahnya keyakinan diri dalam lingkup akademik yang baru; serta (3) adanya penekanan terhadap agensi diri dan marginalisasi. Temuan studi ini menantang asumsi neoliberal mengenai meritokrasi dan mendorong pendekatan pendidikan internasional yang reflektif, menyadari aspek struktural, dan memanusiakan mahasiswa–memposisikan mereka bukan sebagai individu yang kurang secara kultural atau lemah secara personal, namun sebagai subjek yang dibentuk oleh sistem pendidikan yang diwariskan sekaligus memiliki kapasitas untuk mentransformasikannya

Similar works

This paper was published in Jurnal Online Universitas Surabaya.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0