The long-term psychological impact of a traumatic natural disaster, such as the 2004 Aceh Tsunami, is still poorly documented in the scientific literature. The purpose of this study was to describe the mental health status of survivors of the 2004 Aceh Tsunami 20 years after the Aceh Tsunami, utilizing a descriptive quantitative research design. The study participants were 197 tsunami survivors selected by purposive sampling, with specific criteria: (1) being victims directly exposed to the 2004 Aceh Tsunami; and (2) being members of the Aceh community. The Mental Health Inventory-18 (MHI-18; α = .93) was utilized as the data collection instrument for mental health in this study. The results of the data analysis showed that the majority of survivors (78.17%) had low mental health or psychological well-being, reflecting ongoing psychological disorders even though 20 years had passed since the disaster. The findings of this study indicate that the psychological impact of the Aceh Tsunami continues in the long term, significantly affecting psychological well-being. The results of this study emphasize the need for special attention to the mental health of disaster survivors, as well as the importance of long-term support programs to mitigate the long-term psychological impacts post-disasters.Dampak psikologis jangka panjang dari bencana alam yang traumatis, seperti Tsunami Aceh 2004, masih belum banyak didokumentasikan dalam literatur ilmiah. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan status kesehatan mental para penyintas Tsunami Aceh 2004 pasca 20 tahun Tsunami Aceh dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan studi adalah 197 penyintas tsunami yang dipilih dengan purposive sampling, dengan kriteria khusus: (1) merupakan korban yang terpapar langsung bencana Tsunami Aceh 2004; dan (2) merupakan masyarakat Aceh. Mental Health Inventory-18 (MHI-18; α = 0,93) digunakan sebagai instrumen pengumpulan data untuk kesehatan mental dalam studi ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas penyintas (78,17%) memiliki status kesehatan mental atau kesejahteraan psikologis yang rendah, mencerminkan adanya gangguan psikologis yang masih berlangsung meskipun 20 tahun telah berlalu sejak bencana tersebut. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa dampak psikologis Tsunami Aceh masih berlanjut dalam jangka panjang, mempengaruhi kesejahteraan psikologis secara signifikan. Hasil studi ini menekankan perlunya perhatian khusus terhadap kesehatan mental penyintas bencana, serta pentingnya program dukungan jangka panjang untuk memitigasi dampak psikologis pasca bencana jangka panjang
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.