Skripsi ini berjudul “Mutiara Dalam Perspektif Para Mufassir (Kajian Tafsir Tematik)”. Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia memuat banyak informasi mengenai benda-benda alam. Salah satunya yaitu mutiara yang disebut dengan istilah lu’lu’. Kata lu’lu’ dalam ayat al-Qur’an disebutkan sebanyak enam kali, diantaranya yaitu terdapat dalam surah al-Hajj ayat 23, Fathir ayat 33, at-Thur ayat 24, ar-Rahman ayat 22, al-Waqi’ah ayat 23, dan al-Insan ayat 19. Penyebutan benda-benda alam seperti mutiara tidak hanya sebagai bentuk benda material, tetapi juga memiliki fungsi dalam menggambarkan hal-hal yang abstrak. Hal itu bertujuan agar pesan yang disampaikan dalam ayat tersebut dapat dipahami oleh manusia. Rumusan permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini yaitu bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang mutiara menurut para mufassir dan bagaimana fungsi mutiara yang disebutkan dalam al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode tematik dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang terkait dalam satu topik bahasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi, reduksi data, dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufassir memaknai lu’lu’ (mutiara) sebagai permata atau batu mulia yang terbentuk dalam cangkang kerang mutiara. Adapun fungsi mutiara dalam al-Qur’an disebutkan sebagai bentuk kekuasaan Allah Swt., sebagai perumpamaan bidadari (hurr ‘in), pelayan-pelayan surga (ghilman), anak-anak muda surga (wildan), serta sebagai perhiasan bagi penduduk surga
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.