Mahasiswa yang tinggal di perantauan dan jauh dari keluarga cenderung menghadapi tekanan psikologis yang lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak merantau. Beragam tantangan dihadapi mahasiswa rantau yang turut memengaruhi kehidupan sosial dan akademik mereka, sehingga keadaan tersebut memunculkan kecemasan dalam diri mereka. Kecemasan pada mahasiswa rantau dapat muncul karena berbagai faktor, seperti penyesuaian diri dengan lingkungan baru, tekanan akademik, perbedaan budaya, jarak dari keluarga, serta minimnya sistem dukungan sosial. Mahasiswa sangat terbantu dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat karena hal tersebut dapat memperkuat mereka secara emosional, menumbuhkan rasa aman, serta memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, penghargaan, dan pengakuan dalam kehidupan. Dukungan sosial antar manusia mencerminkan relasi yang berperan sebagai pelindung dari tekanan hidup, membantu mengelola berbagai emosi, dan menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, jenis kelamin juga berperan peting, dimana perempuan secara signifikan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dalam aspek fisiologis dan kognitif dibandingkan dengan laki-laki.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa rantau serta untuk mengeksplorasi peran jenis kelamin sebagai moderator dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 135 mahasiswa rantau yang dipilih secara purposive sampling. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa rantau dengan rentang usia 18-24 tahun dan mah asiswa aktif Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Skala dukungan sosial yang digunakan adalah skala milik Zimet et al, (1998) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dengan nama alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Skala tingkat kecemasan disusun oleh M. Luthfi Mandani (2017) dan telah diuji oleh William WK Zung, dengan nama alat ukur Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Peneliti menguji dengan Regresi Linear Sederhana, Uji Independent Sample T-Test dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan yaitu -0,074 yang artinya semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat kecemasan yang di rasakan. Meski demikian, pengaruh ini hanya menjelaska 3,1 % dari variasi kecemasan (R² = 0,031), sehingga kontribusinya masih terbatas. Uji MRA menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memoderasi hubungan antara dukungan sosial dan kecemasan secara signifikan (p = 0,220 > 0,05), sehingga pengaruh dukungan sosial terhadap kecemasan tidak berbeda antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Model moderasi ini hanya menjelaskan 8,2% variasi kecemasan (R² = 0,082). Namun, ditemukan adanya perbedaan kecemasan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, di mana mahasiswa perempuan cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi disbanding laki-laki (t= -2,273, p < 0,05).
Kata Kunci : Dukungan Sosial, Kecemasan, Mahasiswa Ranta
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.