Pemanfaatan insang ikan tuna (Thunnus sp.) dan lemuru (Sardinella lemuru) sebagai bahan baku pengolahan keripik: Utilization of tuna (Thunnus sp.) and Bali sardinella (Sardinella lemuru) fish gills as raw materials for chips processing

Abstract

Fish gills are low-value by-products of the fisheries industry; however, they are rich in nutrients and have the potential to be developed into value-added products, such as chips. However, as gills act as filters for chemical substances, including heavy metals, food safety is a critical concern. This study aimed to evaluate and compare the characteristics of tuna and Bali sardinella gills in fresh and frozen conditions as raw materials for chips in terms of proximate composition, heavy metal content, microbiological safety, and consumer acceptance. Four treatments were tested: fresh and frozen gills from both tuna and Bali sardinella (duplicates). Proximate analysis included moisture, ash, fat, and protein; heavy metals analysed were Hg, Pb, and Cd. Microbiological tests included total plate count (TPC), Escherichia coli, Salmonella sp., and Vibrio cholerae. Consumer acceptance was evaluated using a hedonic test based on sensory attributes. Raw gills contained 14.15–17.62% protein, 1.61–5.79% fat, 65.36–69.19% moisture, and 10.81–14.93% ash. After processing, the protein content decreased to 8.04–9.52%, whereas the fat content increased to 19.33–26.75%. Moisture and ash also declined to 4.12–4.67% and 4.66–6.19%, respectively. Fresh Bali sardinella gill chips had the highest fat content (26.75%), whereas frozen tuna gill chips had the highest protein content (9.52%). Heavy metal levels remained below the limits set by SNI 7387:2009, and all microbiological parameters complied with the food safety standards. Hedonic testing showed high consumer acceptance, with all products scoring above 8.00 overall, and the highest taste score (8.90) was recorded for frozen tuna gill chips.Insang merupakan hasil samping perikanan bernilai rendah namun kandungan gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, yaitu keripik. Mengingat insang berfungsi sebagai penyaring zat kimia (logam berat), maka aspek keamanan pangan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik insang ikan tuna dan lemuru dalam kondisi segar dan beku sebagai bahan baku keripik, berdasarkan kandungan proksimat, cemaran logam berat, mikrobiologi, dan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yakni insang dari tuna segar, tuna beku, lemuru segar, dan lemuru beku (duplo). Analisis proksimat meliputi kadar abu, air, lemak dan protein. Analisis logam berat meliputi Hg, Pb dan Cd. Analisis mikrobiologi terdiri atas TPC, E. coli, Salmonella sp., dan V. cholerae. Tingkat penerimaan konsumen menggunakan uji hedonik dengan parameter ketampakan, aroma, rasa, tekstur, aftertaste dan keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa insang ikan memiliki kadar protein 14,15–17,62%, lemak 1,61–5,79%, air 65,36–69,19%, dan abu 10,81–14,93%. Pengolahan insang menjadi keripik menghasilkan kadar protein 8,04–9,52%, kadar lemak 19,33–26,75%, kadar air 4,12–4,67%, dan kadar abu 4,66–6,19%. Keripik insang lemuru segar mengandung lemak tertinggi (26,75%) dan keripik tuna beku memiliki protein tertinggi (9,52%). Kandungan logam berat pada insang berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan SNI 7387:2009, dengan kadar Hg 0,01 ppm, Pb 0,02–0,15 ppm, dan Cd 0,02–0,05 ppm. Kandungan mikrobiologi menunjukkan seluruh keripik insang aman dikonsumsi. Analisis hedonik oleh panelis terlatih menunjukkan keripik insang sangat disukai, dengan skor keseluruhan di atas 8,00 dan keripik insang tuna beku memperoleh skor rasa tertinggi (8,90)

Similar works

Full text

thumbnail-image

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia

redirect
Last time updated on 26/07/2025

This paper was published in Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0