Cerita rakyat merupakan budaya Indonesia yang umumnya dipelajari dalam mata pembelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengajarkan moral, literasi, dan majas namun diketahui bahwa cerita rakyat Batu Manangih yang berasal dari Sumatra Barat masih jarang dibahas. Hal ini disebabkan oleh media informasi khususnya interaktif yang sangat minim sehingga sulit dijangkau oleh anak Sekolah Dasar. Batu Manangih sendiri memiliki keunikan dari pendekatan cerita yang ramah dan memiliki value cerita yang beragam dari unsur tradisional, moral, dan kaya akan makna metafora. Untuk mencapai hal itu bentuk interaktivitas adalah hal yang mutlak digunakan karena terbukti membantu proses pembelajaran anak Sekolah Dasar, khususnya untuk usia 912 tahun untuk implementasi dalam kesehariannya. Oleh sebab itu, penulis memutuskan untuk melakukan perancangan buku ilustrasi interaktif demi menjadikan cerita rakyat Batu Manangih sebagai media pendukung dalam pembelajaran majas dan moral. Metode perancangan yang digunakan adalah design thinking dengan tahap empathize yang menggunakan mixed method untuk melakukan wawancara, FGD, kuesioner, observasi, studi eksisting, dan studi referensi. Dari metode tersebut ditemukan big idea berupa "the hint of wonder" yang memiliki konsep untuk mengajak murid dalam memahami makna dibalik cerita melalui media yang menarik. Hasil dari perancangan berupa buku interaktif yang terdiri dari beragam mekanisme interaksi di dalamnya. Dengan adanya buku Batu Manangih dapat memudahkan anak Sekolah Dasar untuk memahami majas dan moral cerita sehingga meningkatkan proses pembelajarannya
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.