EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS

Abstract

Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi pada kulit manusia. Pengobatan untuk infeksi kulit saat ini sudah banyak menggunakan obat antibiotik seperti kloramfenikol, penggunaan antibiotik secara berkelanjutan dan tidak sesuai dapat menghasilkan resistensi dan mengiritasi kulit. Sehingga diperlukan pengobatan antibakteri dari bahan alami yang dianggap lebih aman dibandingkan obatobatan kimia. Bahan alami yang memiliki kemampuan antibakteri salah satunya yaitu daun kelor yang mengandung metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kelor terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan konsentrasi 30%, 45%, 60%, 75%, dan 90%. Kontrol positif yang digunakan kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif menggunakan aquades. Proses ekstraksi daun kelor menggunakan metode maserasi dan di uji antibakteri metode difusi dan dilusi. Hasil penelitian uji efektivitas ekstrak daun kelor menunjukkan bahwa zona hambat paling besar pada konsentrasi 90% dengan rata-rata zona hambat terhadap Pseudomonas aeruginosa 10,5 mm dan Staphylococcus aureus 11,75 mm, hal tersebut terjadi karena semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin besar zona hambat yang terbentuk. Hasil uji SPSS menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor terdapat efektivitas terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus (P<0.05)

Similar works

Full text

thumbnail-image

University of Nahdlatul Ulama Surabaya Repository

redirect
Last time updated on 23/07/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.