Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan dan merugikan
yang terjadi ditempat kerja. Faktor yang paling utama terjadinya kecelakaan kerja
adalah behavior pekerja itu sendiri. Observasi dilapangan mendapatkan beberapa
risiko bahaya seperti tangan terjepit, terpeleset, kejatuhan bahan produksi dan alat
berat seperti pengait crane, tersandung, pada bagian pekerjaan penghalusan atau
finishing terdapat paparan debu yang mengakibatkan gangguan pernafasan dapat
menimbulkan sesak nafas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan
gambaran risiko bahaya menggunakan HIRADC pada proses CCSP di PT. Adhi
Persada Beton Mojokerto.
Jenis penelitian ini menggunakan metode desk study bersifat kualitatif
deskriptif dan menggunakan Analisa HIRADC (Hazard Identification, Risk
Assessment and Determining Control). Teknik pengumpulan data yang peneliti
gunakan adalah observasi lapangan dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan
berupa proses aktivitas dan manajemen risiko dari pembuatan CCSP.
Hasil penelitian pada saat identfiikasi terdapat potensi bahaya diantaranya
terjepit Moulding, terpotong mesin cutting whell, tersetrum arus listrik, terpleset
minyak dan sesak napas. Kemudian dilakukan penilaian risiko yaitu hasil
menunjukkan bahwa dari 10 aktivitas dan 12 proses kerja terdapat 19 potensi
bahaya yang berbeda terdiri dari 6 potensi bahaya dengan tingkat risiko tinggi, 13
potensi bahaya dengan tingkat risiko sedang. Setelah dilakukan pemberian
rekomendais pengendalian hasil menunjukkan 6 potensi bahaya dengan tingkat
risiko sedang, 13 potensi bahaya dengan tingkat risiko rendah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada proses CCSP terdapat 6 potensi
bahaya dengan tingkat risiko sedang dan 13 potensi bahaya dengan tingkat risiko
rendah. Saran yang dapat peneliti berikan kepada perusahaan adalah melakukan
inspeksi pada pekerja yang akan menjalankan alat berat telah memiliki sertifikasi
atau tidak. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja pada saat
bekerja menggunkaan alat berat. Selain itu melakukan sosialisasi mengenai bekerja
sesuai SOP harus selalu digalakkan, penyediaan APD yang harus selalu tersedia
dan diperbarui serta melakukan safety patrol secara menyeluruh di setiap tempat
kerja secara rutin
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.