STRATEGI INOVASI SOSIAL DALAM MENGANGKAT KEBERDAYAAN MASYARAKAT RENTAN DENGAN SINERGI MULTISEKTORAL MELALUI PROGRAM MAENGKET

Abstract

Dewasa ini, kawasan urban di banyak tempat di berbagai negara, menjelma arena pergumulan hajat hidup berbagai pihak sekaligus pertarungan kepentingan sektoral. Demikian halnya juga terjadi di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara yang perkembangan kawasannya sarat dengan dinamika sosial – ekonomi serta tantangan ekologis perkotaan. Dengan fokus menyelidiki proses perjalanan Program MAENGKET yang diinisiasi dan diimplementasikan oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Lahendong dalam merespon isu krusial kawasan urban terkait peningkatan timbulan sampah dan pemenuhan kebutuhan pangan, studi dengan pendekatan kualitatif ini menyoroti proses inovasi sosial berdasarkan enam tahapan: prompts, proposals, prototype, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil yang ditemukan dalam studi ini menunjukkan bahwa Program MAENGKET yang berfokus di dua kelurahan, Pangolombian dan Tondangow telah melalui tahapan inovasi sosial secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan kelompok rentan dengan fokus pada pengelolaan limbah domestik berbasis bank sampah melalui sub-program KABASARAN dan penguatan ketahanan pangan berbasis pengetahuan lokal melalui sub-program MAPALUS. Melalui pendekatan integrasi multisektoral, Program MAENGKET sebagai inovasi sosial juga efektif dalam menimbulkan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat

Similar works

This paper was published in Jurnal FKIP Universitas Mulawarman.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0