Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1766 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Manajemen Pendidikan Melalui Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Efektivitas Pengambilan Keputusan
Kemajuan teknologi digital saat ini membuka peluang besar dalam transformasi dan inovasi manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji sistem pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis dan mengolah data akademik serta administratif secara real-time untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengambilan keputusan di institusi pendidikan. Data yang dianalisis meliputi kinerja akademik, tingkat kehadiran, serta informasi administratif siswa. Metode penelitian menggunakan validasi silang lima lipat untuk menguji performa sistem berdasarkan kecepatan pengambilan keputusan dan akurasi prediksi masalah akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kecepatan pengambilan keputusan hingga 30% dan akurasi prediksi mencapai 85%. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan ketepatan strategi manajemen pendidikan, sehingga mendukung terciptanya sistem pendidikan yang lebih adaptif, responsif, dan berkualitas
Development of learning animation media to improve students' mathematical understanding
Mathematical comprehension ability is essential for students to achieve proficiency in mastering mathematical material. Innovation is needed, such as using animated learning media that can display illustrations visually to increase student interest. The purpose of this study was to develop valid and effective animated video learning media to improve the mathematical comprehension ability of grade VIII students. The method used was the Research and Development with the Bergman & Moore model. The instruments were questionnaires and tests. The study results showed that the learning animation video was valid and interesting with a percentage of validation by material experts of 81,3% (valid of a good predicate) and media experts of 89% (valid of a good predicate). The learning animation video effectively improved students' mathematical understanding abilities with an average class N-Gain score of 0,58 (moderate)
EFL Pre-service Teachers' Perceptions towards Digital Academic Reading
E-learning has increasingly focused on improving digital reading skills and developing an efficient digital reading mode as digital reading becomes more prevalent. This study explored students' perceptions of digital academic reading in e-learning, focusing on enhancing digital reading competency and establishing an effective reading mode. Using a qualitative research approach defined by Creswell (2014), the study targeted 2019 A English Department students at Mulawarman University. From a questionnaire, nine participants were selected for interviews. Findings indicated that all participants had positive attitudes toward digital academic reading, with an average questionnaire score of 80.6. Most preferred digital reading over printed materials, particularly in the EFL (English as a Foreign Language) context at higher education levels. The advantages of digital reading included accessibility, practicality, versatility, portability, lighting independence, and reduced sleepiness. However, disadvantages such as reliance on the internet and battery life, notification distractions, and eye strain were noted. Despite some drawbacks, the study concluded that digital academic reading was highly effective for higher-education EFL students. These insights contributed to developing more efficient digital reading strategies in e-learning environments
SULUH INKLUSIVITAS ENERGI TERBARUKAN DARI PENYANDANG DISABILITAS: STUDI KASUS PROGRAM PELITA BERSAMA PT PLN INDONESIA POWER UBP KAMOJANG
Program Pelita Bersama merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang Unit PLTP Kamojang dalam menanggapi dinamika sosial dan lingkungan di Kabupaten Garut, khususnya yang dihadapi oleh kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Program ini menerapkan pendekatan pemberdayaan partisipasi aktif untuk memastikan keterlibatan penuh subyek sasaran dalam setiap tahapan pemberdayaan. Studi ini menganalisis dinamika inovasi sosial dalam Program Pelita Bersama, dengan fokus pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, serta mengkuantifikasi reduksi emisi GRK dari transisi energi kendaran berbahan bakar fosil ke listrik pada lingkup mitra binaan dan operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pelita Bersama tidak hanya sekadar memberdayakan penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan dan akses ekonomi yang inklusif, namun juga berkontribusi pada adaptasi perubahan iklim melalui konversi kendaraan motor listrik dan utilisasinya. Program ini berhasil mengurangi emisi GRK dengan akumulasi penurunan emisi sebesar 83.302,98 kg CO₂eq /tahun dari ruang lingkup mitra binaan dan operasional perusahaan. Lebih lanjut, program ini menghasilkan penghematan ekonomi dari biaya bahan bakar dan potensi penghematan pajak karbon hingga Rp30.524.823,40. Program Pelita Bersama menjadi contoh praktik baik pada implementasi inovasi sosial yang menyongsong sinergi pemberdayaan disabilitas dengan upaya adaptasi perubahan iklim, sehingga mampu memberikan manfaat multidimensi bagi masyarakat serta lingkungan hidup
STRATEGI INOVASI SOSIAL DALAM MENGANGKAT KEBERDAYAAN MASYARAKAT RENTAN DENGAN SINERGI MULTISEKTORAL MELALUI PROGRAM MAENGKET
Dewasa ini, kawasan urban di banyak tempat di berbagai negara, menjelma arena pergumulan hajat hidup berbagai pihak sekaligus pertarungan kepentingan sektoral. Demikian halnya juga terjadi di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara yang perkembangan kawasannya sarat dengan dinamika sosial – ekonomi serta tantangan ekologis perkotaan. Dengan fokus menyelidiki proses perjalanan Program MAENGKET yang diinisiasi dan diimplementasikan oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Lahendong dalam merespon isu krusial kawasan urban terkait peningkatan timbulan sampah dan pemenuhan kebutuhan pangan, studi dengan pendekatan kualitatif ini menyoroti proses inovasi sosial berdasarkan enam tahapan: prompts, proposals, prototype, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil yang ditemukan dalam studi ini menunjukkan bahwa Program MAENGKET yang berfokus di dua kelurahan, Pangolombian dan Tondangow telah melalui tahapan inovasi sosial secara gradual dan inklusif dalam memberdayakan kelompok rentan dengan fokus pada pengelolaan limbah domestik berbasis bank sampah melalui sub-program KABASARAN dan penguatan ketahanan pangan berbasis pengetahuan lokal melalui sub-program MAPALUS. Melalui pendekatan integrasi multisektoral, Program MAENGKET sebagai inovasi sosial juga efektif dalam menimbulkan perubahan sistemik sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan secara multidimensi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat
Kajian Etnomatematika pada Pola Lantai Tari Gandrung sebagai Representasi Geometri Transformasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam pola lantai Tari Gandrung sebagai representasi dari konsep geometri transformasi. Tari Gandrung, sebagai warisan budaya Banyuwangi, tidak hanya memiliki nilai estetika dan simbolik, tetapi juga memuat konsep matematika yang terwujud dalam pola gerak penari di atas panggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi non-partisipatif terhadap dokumentasi video dan foto pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola lantai dalam tari gandrung mengandung unsur: 1) simetri refleksi, terlihat dari formasi penari yang mencerminkan kesetangkupan gerakan kiri dan kanan. 2) translasi, tercermin pada perpindahan seragam penari dalam arah tertentu tanpa perubahan orientasi. 3) rotasi, ditunjukkan melalui gerakan memutar kelompok penari dalam pola melingkar. 4) serta adanya pengulangan ritmis dan pola geometris yang konsisten sepanjang pertunjukan. Pola-pola tersebut mencerminkan praktik matematika kontekstual dalam budaya lokal, menunjukkan bahwa unsur matematika telah terintegrasi secara alami dalam seni pertunjukan tradisional. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan ilmiah serta menjadi referensi inovatif dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah
Analisis Pembiayaan dan Manajemen Finansial di Perguruan Tinggi Swasta
Analisis pembiayaan dan manajemen finansial di perguruan tinggi swasta merupakan aspek krusial dalam memastikan keberlangsungan dan kualitas pendidikan yang ditawarkan. Meningkatnya biaya pendidikan menjadi isu utama bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan keuangan di perguruan tinggi swasta (PTS) di Samarinda dan mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan keberlanjutan finansial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa institusi PTS. Pengumpulan data melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, analisis dokumen, dan observasi langsung pada praktik keuangan. Hasil penelitian menunjukkan tantangan utama yang dihadapi PTS adalah ketergantungan tinggi pada uang kuliah, rendahnya diversifikasi sumber pendapatan, serta kurangnya efisiensi operasional. Penerapan teknologi informasi manajemen keuangan masih terbatas, dapat menghambat transparansi dan akuntabilitas serta kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang menjadi kendala untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan. Strategi diversifikasi pendapatan melalui hibah penelitian dan kemitraan dengan industri, optimalisasi pengeluaran, serta peningkatan transparansi sistem manajemen keuangan terintegrasi. Pengembangan SDM di bidang keuangan juga menjadi fokus utama untuk mendukung implementasi strategi-strategi tersebut. Pentingnya kolaborasi antara PTS dengan pemerintah, industri, dan alumni merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan serta keberlanjutan operasional. Adanya pengembangan kebijakan yang mendukung diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan teknologi keuangan, dan efisiensi pengelolaan anggaran diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas
Pengaruh Penggunaan E-Learning, E-Rapor, dan Platform Merdeka Mengajar terhadap Kinerja Guru di Sekolah Penggerak SMP Negeri Kota Samarinda
Penggunaan teknologi di sekolah terus berkembang setiap saat, hal ini berdampak pada guru yang dituntut untuk mampu bersaing melalui berbagai upaya dan inovasi. Program sekolah penggerak ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara holistic, yang diawali dengan adanya pelatihan dan pendampingan khusus untuk meningkatkan kinerja guru, termasuk pemahaman akan teknologi informasi. Adapun sasaran yang ingin didapat dalam penelitian adalah untuk mempelajari dampak penggunaan aplikasi E-Learning, E-Rapor, dan Platform Merdeka Mengajar terhadap kinerja guru di sekolah penggerak SMP Negeri Kota Samarinda, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda yang melibatkan lebih dari satu variabel bebas dengan pendekatan kuantitatif asosiatif. Dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh sampel sebanyak 112 guru dari total populasi sebanyak 156 orang. Pendekatan analisis data yang diterapkan melibatkan statistik deskriptif dan regresi linear berganda yang diolah melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-Learning, E-Rapor, dan platform Merdeka Mengajar secara terpisah memiliki pengaruh signifikan berkaitan dengan kinerja guru di sekolah penggerak SMP Negeri Kota Samarinda dengan nilai koefisien berturut-turut sebesar 0.363, 0.413, dan 0.206. Adapun penggunaan E-Learning, E-Rapor, dan platform Merdeka Mengajar secara bersamaan juga menunjukkan pengaruh signifikan berkaitan dengan kinerja guru melalui hasil koefisien determinasi R Square sebesar 0,459 (45,9%)
Aktivitas antioxidan ekstrak metanol bunga Gmelina elliptica dari Kalimantan Timur
Gmelina elliptica digunakan penduduk di desa Talisayan, Kalimantan Timur, untuk mengobati otorrhea. Penelitian tentang aktifitas biologi dan antioksidan dari G. elliptica telah banyak dilakukan. Walaupun demikian penelitian aktivitas antioksidan bunga G. elliptica dari Kalimantan Timur belum dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa aktivitas antioksidan ekstrak kasar metanol bunga G. elliptica dari desa Talisayan. Aktivitas antioksidan menggunakan uji penangkapan radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Aktivitas penangkapan radikal DPPH dari ekstrak mencapai 89,77% pada konsentrasi 0,0050 mg/ml. Jadi bunga G. elliptica dari Kalimantan Timur berpotensi sebagai sumber antioksidan
KERANGKA PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (SLA) MELALUI INOVASI SOSIAL: STUDI KASUS PROGRAM CSR 'HARVEST MOON' PT PLN INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN (UBP) BANTEN 3 LONTAR
PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 3 Lontar dihadapkan pada tantangan operasional dualistik yang kompleks. Isu ini secara kumulatif menciptakan konteks kerentanan yang berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) inovatif perusahaan, "Harvest Moon", dalam merespons tantangan tersebut. Dengan menggunakan kerangka kerja Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihoods Approach - SLA) sebagai lensa analitis utama, penelitian ini mengadopsi metodologi studi kasus kualitatif yang diperkuat dengan tinjauan literatur yang ekstensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa program "Harvest Moon" secara strategis berhasil mentransformasikan FABA dari limbah menjadi sumber daya produktif dan secara simultan memperluas peluang ekonomi di sektor pertanian, yang secara efektif meredakan tekanan sosial ekonomi. Intervensi program terbukti secara signifikan meningkatkan kelima modal aset penghidupan masyarakat: Modal Manusia (peningkatan keterampilan), Modal Sosial (penguatan kelembagaan kelompok), Modal Alam (konservasi sumber daya), Modal Fisik (pembangunan infrastruktur produktif), dan Modal Finansial (peningkatan potensi pendapatan). Temuan kualitatif ini divalidasi oleh data kuantitatif yang menunjukkan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1.66 yang mengindikasikan penciptaan nilai sosial positif, dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 97%, yang merefleksikan tingkat kepuasan penerima manfaat yang sangat baik. Disimpulkan bahwa "Harvest Moon" merupakan model CSR yang efektif dalam mengubah eksternalitas negatif operasional menjadi katalisator untuk pembangunan aset komunitas yang tangguh dan berkelanjutan