Pengaruh Intensitas Modal, Komisaris Independen Dan Return On Asset Terhadap Agresivitas Pajak Pada Perusahaan Food And Beverages

Abstract

Kajian ini memiliki tujuan guna menganalisis pengaruh intensitas modal, komisaris independen, serta return on asset terhadap agresivitas pajak pada perusahaan SubSektor Food and Beverages yang tercatat di BEI tahun 2020-2023. Pengujian data dilaksanakan menerapkan analisis regresi linear berganda dengan jumlah sampel 18 perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi klasik regresi dengan distribusi residual normal, tidak adanya multikolinearitas, heteroskedastisitas, ataupun autokorelasi. Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh signifikan pada agresivitas pajak. Namun, secara parsial hanya komisaris independen yang menunjukkan pengaruh negatif signifikan, sedangkan intensitas modal dan return on asset tidak berpengaruh signifikan. Persamaan regresi yang dihasilkan menyatakan bahwa peningkatan intensitas modal serta komisaris independen cenderung menurunkan agresivitas pajak, sedangkan peningkatan return on asset sedikit meningkatkan agresivitas pajak. Kajian ini menyampaikan wawasan penting bagi pengelolaan tata kelola perusahaan dan strategi perpajakan dalam rangka meminimalkan risiko agresivitas pajak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas modal, komisaris independen, dan return on asset terhadap agresivitas pajak pada perusahaan SubSektor Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2023. Data diperoleh dari IDX Statistic dan Bursa Efek Indonesia. Pengujian data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan jumlah sampel 18 perusahaan dan berbagai uji pendahuluan, termasuk uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan validitas model. Hasil menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi klasik regresi dengan distribusi residual normal, tidak terdapat multikolinearitas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,127 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 12,7% variasi agresivitas pajak, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya. Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak (F hitung = 3,294; p = 0,026). Namun, secara parsial hanya komisaris independen yang menunjukkan pengaruh negatif signifikan             (p = 0,010), sedangkan intensitas modal dan return on asset tidak berpengaruh signifikan. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah                                                               Y = 0,872 – 0,042X₁ – 0,190X₂ + 0,021X₃, yang menyatakan bahwa peningkatan intensitas modal dan komisaris independen cenderung menurunkan agresivitas pajak, sedangkan peningkatan return on asset sedikit meningkatkan agresivitas pajak. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan tata kelola perusahaan dan strategi perpajakan dalam rangka meminimalkan risiko agresivitas pajak

Similar works

Full text

thumbnail-image

Daftar Jurnal yang terbit di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

redirect
Last time updated on 07/07/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0