Perilaku konsumen yang juga semakin berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha khususnya disini UMKM “Corndog Bunda” untuk mendapatkan kenaikan pendapatan. UMKM "Corndog Bunda" adalah salah satu usaha makanan yang terletak di Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara kepada pemilik UMKM "Corndog Bunda" sebelum dan sesudah adopsi e-commerce dan e-wallet. Data diperoleh melalui wawancara mengenai pengalaman yang dirasakan oleh pemilik UMKM “Corndog Bunda”. Dari hasil wawancara dan pengelompokkan pertanyaan menunjukkan bahwa adopsi e-commerce dan e-wallet secara signifikan berkontribusi pada peningkatan volume penjualan dan pendapatan UMKM "Corndog Bunda". Kemudahan akses bagi konsumen melalui platform e-commerce dan efisiensi transaksi pembayaran non-tunai melalui e-wallet terbukti mampu menarik lebih banyak pelanggan dan memangkas biaya operasional tertentu. Dibantu dengan pemasaran melalui media sosial yang akhirnya juga menarik banyak pelanggan untuk mengenal dan mencoba “Corndog Bunda”. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai potensi transformasi digital bagi UMKM kuliner di Jakarta Timur, serta menjadi referensi bagi pelaku UMKM lain untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka.Perkembangan yang cepat terjadi pada sektor ekonomi digital di Indonesia, terutama dalam bidang e-commerce dan e-wallet, yang dapat menciptakan banyak kesempatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperbesar cakupan pasar dan memperbaiki efisiensi dalam transaksi. Perilaku konsumen yang juga semakin berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha khususnya disini UMKM “Corndog Bunda” untuk mendapatkan kenaikan pendapatan. UMKM "Corndog Bunda" adalah salah satu usaha makanan yang terletak di Jakarta Timur, yang telah memanfaatkan platform e-commerce (seperti GoFood/GrabFood) serta metode pembayaran e-wallet (seperti GoPay/OVO/ShopeePay) dalam menjalankan operasionalnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara kepada pemilik UMKM "Corndog Bunda" sebelum dan sesudah adopsi e-commerce dan e-wallet. Data diperoleh melalui wawancara mengenai pengalaman yang dirasakan oleh pemilik UMKM “Corndog Bunda”. Dari hasil wawancara dan pengelompokkan pertanyaan menunjukkan bahwa adopsi e-commerce dan e-wallet secara signifikan berkontribusi pada peningkatan volume penjualan dan pendapatan UMKM "Corndog Bunda". Kemudahan akses bagi konsumen melalui platform e-commerce dan efisiensi transaksi pembayaran non-tunai melalui e-wallet terbukti mampu menarik lebih banyak pelanggan dan memangkas biaya operasional tertentu. Dibantu dengan pemasaran melalui media sosial yang akhirnya juga menarik banyak pelanggan untuk mengenal dan mencoba “Corndog Bunda”. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai potensi transformasi digital bagi UMKM kuliner di Jakarta Timur, serta menjadi referensi bagi pelaku UMKM lain untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka.
Keywords: E-commerce; E-wallet; Pendapatan; UMK
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.