The problem faced by the residents of Kampung Ilmu Purwakarta is their dependence on relatively expensive commercial animal feed. This causes high livestock production costs and a lack of utilisation of organic waste as a resource of economic value. To overcome these problems, Community Service (PKM) activities are carried out to improve the financial welfare of residents through maggot cultivation as an alternative source of quality animal feed, while optimising the utilisation of organic waste into organic fertiliser. The partners in this activity are 4 families who have poultry businesses living around Kampung Ilmu Purwakarta. The implementation method consists of several stages, namely an initial survey to evaluate the socio-economic conditions and potential of residents' livestock, technical counselling on sustainable maggot cultivation, assistance in making media and cultivation tools, and offline and online monitoring after training. The results of the activity showed that maggots can be harvested within 2-3 weeks after maintenance and used directly as an alternative animal feed. By using maggots, residents managed to reduce commercial feed costs by around 40%. Post-activity monitoring proved that all partners were able to carry out the maggot cultivation cycle independently. This activity has a positive impact in the form of increasing the independence of residents in providing cheap and environmentally friendly animal feed, as well as a real contribution to the management of organic waste productively. These results indicate that maggot cultivation has great potential to be developed more widely as an economic and environmental solution at the local community level.Permasalahan yang dihadapi oleh warga Kampung Ilmu Purwakarta adalah ketergantungan terhadap pakan ternak komersial yang relatif mahal. Hal ini menyebabkan biaya produksi peternakan menjadi tinggi dan kurangnya pemanfaatan limbah organik sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui budidaya maggot sebagai alternatif pakan ternak berkualitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik. Mitra dalam kegiatan ini adalah 4 keluarga yang memiliki usaha unggas yang tinggal di sekitar Kampung Ilmu Purwakarta. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu survei awal untuk mengevaluasi kondisi sosial-ekonomi dan potensi ternak warga, penyuluhan teknis tentang budidaya maggot secara berkelanjutan, pendampingan pembuatan media dan alat budidaya, serta monitoring luring dan daring pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa maggot dapat dipanen dalam waktu 2–3 minggu setelah pemeliharaan dan dimanfaatkan langsung sebagai pakan ternak alternatif. Dengan menggunakan maggot, warga berhasil mengurangi biaya pakan komersial hingga sekitar 40%. Monitoring pasca kegiatan membuktikan bahwa seluruh mitra mampu menjalankan siklus budidaya maggot secara mandiri. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kemandirian warga dalam menyediakan pakan ternak secara murah dan ramah lingkungan, serta kontribusi nyata dalam pengelolaan limbah organik secara produktif. Hasil ini menunjukkan bahwa budidaya maggot memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas sebagai solusi ekonomi dan lingkungan di tingkat masyarakat lokal
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.