Eksistensialisme dan Eskatologi dalam Gala Bunga Matahari: Kajian Filosofis

Abstract

This study analyzes the lyrics of Gala Bunga Matahari by Sal Priadi through a philosophical approach to explore the existential and eschatological values embedded within. The research aims to uncover the existential values and analyze the eschatological representations in the lyrics of Gala Bunga Matahari. The method employed is qualitative research based on a library study, with primary data consisting of the song lyrics and secondary data derived from literature on existentialism, Islamic eschatology, and the philosophy of art. The analysis involves identifying symbols and metaphors in the lyrics, which are then interpreted using philosophical theories such as the thoughts of Kierkegaard, Sartre, and Al-Ghazali. The results show that the lyrics reflect human longing and hope in facing the limitations of life, as explained by existentialism. Additionally, symbols such as the "milk river" and the promise of reunion depict the belief in eternal happiness in the afterlife, in line with the concepts of Islamic eschatology. This study affirms that art, particularly music, can serve as an effective medium for philosophical expression, bridging human emotions with abstract ideas. Its implication is that art can be utilized to foster profound reflections on life and spirituality.Penelitian ini menganalisis lirik lagu Gala Bunga Matahari karya Sal Priadi melalui pendekatan filosofis untuk mengeksplorasi nilai-nilai eksistensialisme dan eskatologi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai eksistensialisme serta menganalisis representasi eskatologi dalam lirik lagu Gala Bunga Matahari. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research), dengan data primer berupa lirik lagu dan data sekunder berupa literatur tentang eksistensialisme, eskatologi Islam, dan filsafat seni. Analisis dilakukan melalui identifikasi simbol dan metafora dalam lirik, yang kemudian ditafsirkan menggunakan teori filsafat seperti pemikiran Kierkegaard, Sartre, dan Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini mencerminkan kerinduan dan harapan manusia dalam menghadapi keterbatasan hidup, sebagaimana dijelaskan oleh eksistensialisme. Selain itu, simbol-simbol seperti sungai susu dan janji pertemuan kembali menggambarkan keyakinan akan kebahagiaan abadi di akhirat, sesuai dengan konsep eskatologi Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa seni, khususnya musik, dapat berfungsi sebagai medium ekspresi filsafat yang efektif, menjembatani emosi manusia dengan gagasan-gagasan abstrak. Implikasinya, seni dapat dimanfaatkan untuk mendorong refleksi mendalam tentang kehidupan dan spiritualitas

Similar works

This paper was published in Journals of Universitas Sangga Buana.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0