Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengelola berbagai potensi risiko yang muncul dalam proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.480 kWp di Universitas Pamulang sebagai upaya konkret mendukung transisi menuju energi terbarukan di lingkungan akademik. Pendekatan manajemen risiko diterapkan secara komprehensif, dimulai dari identifikasi sumber risiko yang bersifat teknis, administratif, maupun eksternal, hingga tahap evaluasi tingkat kemungkinan dan dampak masing-masing risiko. Proses mitigasi kemudian dirancang berdasarkan hasil penilaian untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek pada setiap fasenya, mulai dari studi awal, pengadaan teknologi, proses instalasi, hingga operasional dan pemeliharaan berkelanjutan. Selain aspek teknis, kajian ini juga memperhatikan analisis emisi sebagai indikator keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan strategi pengendalian risiko yang tepat, mayoritas risiko berhasil ditekan ke tingkat yang dapat diterima dan dikendalikan. Di sisi lain, penggunaan PLTS secara signifikan menurunkan potensi emisi karbon dan metana dibandingkan sistem kelistrikan berbasis fosil, meskipun menghasilkan limbah baterai yang perlu dikelola secara khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan risiko terpadu tidak hanya meningkatkan efektivitas proyek dari sisi operasional, tetapi juga memperkuat kontribusi kampus terhadap pengembangan energi bersih yang berkelanjutan
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.