Menanggulangi dampak kekerasan seksual di pondok pesantren: Pendekatan psikoanalisis dalam konteks pendidikan: Addressing the impact of sexual violence in Islamic boarding schools: A psychoanalytic approach in the context of education

Abstract

Sexual violence in Islamic boarding schools, religious-based educational institutions that emphasize moral and spiritual values, is a complex and concerning issue. These cases often lead to stigma that prolongs trauma for the victims. This research uses Sigmund Freud's psychoanalytic theory to analyze the causes and psychological impact of sexual violence, using a case study method. The research involves interviews with victims as well as psychoanalysts or counselors, and data analysis follows the Miles and Huberman method which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Sexual violence in Islamic boarding schools can take the form of kissing, hugging, or touching vital parts, often under the guise of affection or orders from authority figures. The psychological impact of victims can be severe, especially since many choose to remain silent. Psychological dynamics that are unconscious and embedded in the victim's subconscious require in-depth exploration. Sexual violence impacts the three psychological components: id, ego, and superego, resulting in repression of traumatic experiences into the subconscious, dissociation, and PTSD symptoms.  Healing efforts can be made through exploration of the subconscious with free association, dream analysis, and identification and processing of internal conflicts. This method also involves transference and countertransference. This research is expected to enrich the understanding of the forms of sexual violence in Islamic boarding schools, the psychological mechanisms underlying the impact on victims, and relevant psychological interventions for healing.Kekerasan seksual di pondok pesantren, lembaga pendidikan berbasis agama yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual, adalah isu kompleks dan memprihatinkan. Kasus-kasus ini sering kali menimbulkan stigma yang memperpanjang trauma bagi korban. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud untuk menganalisis penyebab dan dampak psikologis kekerasan seksual, dengan metode studi kasus. Penelitian melibatkan wawancara dengan korban serta ahli psikoanalisis atau konselor, dan analisis data mengikuti metode Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kekerasan seksual di pondok pesantren dapat berupa ciuman, pelukan, atau sentuhan pada bagian-bagian vital, sering kali dengan modus kasih sayang atau perintah dari pemegang otoritas. Dampak psikologis korban dapat sangat parah, terutama karena banyak yang memilih untuk diam. Dinamika psikologis yang tidak disadari dan tertanam di alam bawah sadar korban memerlukan eksplorasi mendalam. Kekerasan seksual berdampak pada tiga komponen psikologis: id, ego, dan superego, mengakibatkan represi pengalaman traumatis ke alam bawah sadar, disosiasi, dan gejala PTSD.  Upaya penyembuhan dapat dilakukan melalui eksplorasi alam bawah sadar dengan asosiasi bebas, analisis mimpi, serta identifikasi dan pemrosesan konflik internal. Metode ini juga melibatkan transference dan countertransference. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual di pondok pesantren, mekanisme psikologis yang mendasari dampak pada korban, dan intervensi psikologis yang relevan untuk penyembuhan

Similar works

Full text

thumbnail-image

Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)

redirect
Last time updated on 05/07/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0