KEBERLANJUTAN PEDAGOGI BAHASA ARAB KLASIK: METODE MUHADATSHAH DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MAHARAH KALAM MODERN

Abstract

This study examines Kalam learning through the Muhadatsah method at Ma'had Al-Jamiah, identifying supporting and inhibiting factors. A phenomenological approach with an interpretive paradigm and descriptive qualitative methods was used. Findings include: 1) The method aims to accustom students to Arabic communication. 2) Muhadatsah is significant due to its relaxed, practical nature, conversation habituation, repetitive practice, engaging elements, memorization facilitation, and fluency development. 3) Progress is assessed by students' fluency and ease in pronunciation. 4) Implementation involves vocabulary assignments, partner selection, topic determination, and location choice for Muhadatsah. 5) Evaluation is through direct supervision by the instructor. 6) The teaching approach is relaxed and flexible. 7) No media are used as learning resources. 8) Challenges include limited time, an unsupportive language environment, students' lack of basic Arabic knowledge, and shyness. 9) Success is seen in improved Kalam skills, accurate pronunciation, and increased vocabulary.Penelitian  ini bertujuan meneliti pembelajaran Kalam melalui metode Muhadatsah di Ma'had Al-Jamiah, dengan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, pendukung dan tingkat keberhasilannya. Menggunakan Pendekatan fenomenologis dengan paradigma interpretatif serta metode kualitatif. Hasil penelitian meliputi: 1) Metode ini bertujuan untuk membiasakan siswa berkomunikasi dalam bahasa Arab. 2) Muhadatsah memiliki signifikansi karena sifatnya yang santai dan praktis, membiasakan percakapan, praktik berulang, elemen yang menarik, memfasilitasi hafalan, dan pengembangan kelancaran. 3) Kemajuan diukur berdasarkan kelancaran dan kemudahan pengucapan siswa. 4) Implementasi melibatkan penugasan kosakata, pemilihan pasangan, penentuan topik, dan pemilihan lokasi untuk Muhadatsah. 5) Evaluasi dilakukan melalui pengawasan langsung oleh instruktur. 6) Pendekatan pengajaran bersifat santai dan fleksibel. 7) Tidak ada media yang digunakan sebagai sumber pembelajaran. 8) Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, lingkungan bahasa yang kurang mendukung, kurangnya pengetahuan dasar bahasa Arab pada siswa, dan rasa malu. 9) Keberhasilan terlihat pada peningkatan keterampilan Kalam, pengucapan yang tepat, dan peningkatan kosakata

Similar works

Full text

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0