Prevalence of bacterial contamination on seafoods products collected from traditional fish market in Bali Province during 2023: Prevalensi kontaminasi bakteri pada produk hasil ikan laut yang dikumpulkan dari pasar ikan tradisional di Provinsi Bali selama tahun 2023

Abstract

Seafood provides essential nutrients beneficial for human health; however, it is highly vulnerable to harmful bacterial infections that pose significant public health risks. This research seeks to assess the prevalence of five categories of seafood obtained from various traditional fish markets in Bali Province. A total of 108 tuna samples, 78 pelagic fish samples, 37 cephalopod samples, 14 sardine samples, and 53 demersal fish samples were collected from various traditional markets in Bali Province. This research evaluated the prevalence of E. coli, coliforms, Salmonella, V. cholerae, and V. parahaemolyticus. The study revealed that the highest prevalence of E. coli, coliform, and V. parahaemolyticus contamination in tuna samples was 95 (87%), 95 (87%), and 103 (95%), respectively. The study indicated that E. coli and coliforms were present in 73 of the 78 pelagic fish samples, representing 93% contamination. Sardine samples exhibited the lowest prevalence of bacteria. All seafood samples, however, tested negative for Salmonella and V. cholera. PCR products from E. coli and V. parahaemolyticus isolates were effectively amplified for the target genes utilized in this study. Local seafood markets should adopt appropriate handling and storage practices to enhance seafood quality. This study emphasizes the significant presence of E. coli, coliforms, and V. parahaemolyticus in seafood, along with the potential health risks posed by specific strains and their antibiotic resistance.Makanan laut merupakan sumber zat gizi penting yang menunjang kesehatan manusia, namun sangat rentan terhadap infeksi bakteri berbahaya yang menimbulkan masalah serius bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi 5 kelompok makanan laut yang dikumpulkan dari pasar ikan tradisional di Provinsi Bali. Sampel makanan laut berupa 108 sampel ikan tuna, 78 sampel ikan pelagis, 37 sampel sefalopoda, 14 sampel ikan sarden dan 53 sampel ikan demersal dikumpulkan dari berbagai pasar tradisional di Provinsi Bali. Prevalensi (%) E. coli, coliform, Salmonella, V. cholerae, dan V. parahaemolyticus dinilai dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kontaminasi E. coli, coliform dan V. parahaemolyticus tertinggi ditemukan pada sampel ikan tuna masing-masing sebesar 95 (87%), 95 (87%), dan 103 (95%). Selanjutnya, pada sampel ikan pelagis, 73 dari 78 sampel (93%) ditemukan terkontaminasi E. coli dan coliform. Prevalensi bakteri terendah ditunjukkan pada sampel ikan sarden. Namun, Salmonella dan V. cholerae tidak terdeteksi (hasil negatif) pada semua sampel makanan laut tersebut. Produk PCR dari isolat E. coli dan V. parahaemolyticus beramplifikasi dengan baik pada gen target yang digunakan dalam penelitian ini. Upaya peningkatan kualitas makanan laut dapat dilakukan melalui praktik penanganan dan penyimpanan yang tepat dan harus diterapkan di pasar makanan laut lokal. Penelitian ini menyoroti prevalensi E. coli, coliform, dan V. parahaemolyticus yang meluas pada makanan laut serta potensi bahwa strain tertentu dan resistensinya terhadap antibiotik dapat mengancam kesehatan manusia

Similar works

Full text

thumbnail-image

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia

redirect
Last time updated on 26/04/2025

This paper was published in Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0