Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi program pendidikan Pesantren berbasis wirausaha di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah meliputi keterampilan dibidang pertanian, peternakan, pertukangan (mebel), perkebunan dan konfeksi. Pendidikan berbasis wirausaha ini bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan para guru serta pengembangan fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran di Pesantren. Selain itu, untuk menumbuhkan semangat dan jiwa wirausaha bagi para santri sehingga ia
mampu hidup tanpa bergantung kepada orang lain (mandiri) dan tidak menjadi beban bagi siapapun. Bahkan lebih dari itu kehadirannya justru membawa manfaat bagi banyak orang. Dalam pelaksanaannya, para santri mempraktekan
secara langsung di lapangan melalui model integratif dan model produktif. 2) Hambatan keperluan mebel sebagian yang masi kurang, pelatihan, pengadaan lahan untuk usaha produktif sampai pada perluasaan wilayah, pemasaran, dan
bahan baku seringkali kurang tersedia upaya kerja keras yang dilakukan oleh pihak Yayasan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, dan atas bantuan dari pemerintah serta dukungan masyarakat setempat. Solusi diperlukan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat setempat untuk memberikan dukungan finansial, pelatihan dan pendampingan guru tenaga pendidik dan santri serta kegiatan kemasyarakatan seperti halal bi halal, majelis
taklim, dan pengajian secara bergilir untuk meningkatkan keterlibatan dalam pemasaran program yang di lakukan Pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah. 3) Dampak Implementasi program model pendidikan berbasis wirausaha di Pesantren Salafiyah implikasi atau dampak Pendidikan Pesantren berbasis wirausaha di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah tidak hanya menjadikan Pondok Pesantren mampu mendanai kebutuhan sarana dan prasarana secara
mandiri. Tetapi juga telah memberikan dampak yang sangat positif bagi para santri ataupun alumni yang pernah menimba ilmu di Pesantren. para alumni di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yaitu mereka mampu menerapkan segala
teori maupun praktek wirausaha tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang ini sudah banyak alumni yang terjun di dunia usaha seperti tambak ikan, usaha parfum, mebel, rumah makan, jual beli sapi, konter pulsa dan lain-lain.
Bahkan ada juga yang masih mahasiswa, tetapi sudah mampu membiayai segala kebutuhannya selama kuliah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Tentu itu semua tidak terlepas dari proses pembelajaran yang mereka dapat selama
belajar di Pondok Pesantren. Implikasi dalam penelitian ini adalah: Pendidikan Pesantren berbasis wirausaha merupakan salah satu upaya dalam menghadapi perkembangan dan tantangan zaman yang kian pesat. Kedepan bukan hanya penguasaan tekhnologi yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif dan inovatif serta
keterampilan (skill) dalam berwirausaha akan sangat diperlukan demi mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan kepada lembagalembaga
pendidikan termasuk Pesantren harus mempersiapkan bekal
pengetahuan serta penanaman spirit dan jiwa wirausaha bagi para peserta didiknya
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.