Hubungaan Pengembangan Desa Wisata Dalam Pembangunan Ekonomi Perdesaan Di Provinsi Bangka Belitung

Abstract

Salah satu konsep dalam pembangunan wilayah perdesaan adalah dengan pengembangan desa wisata. Provinsi Bangka Belitung memiliki desa wisata yang cukup banyak yakni 82 desa. Pembangunan desa di era otonomi desa didukung dengan kehadiran dana desa, yang mana salah satu prioritas penggunaannya adalah untuk mengembangkan desa wisata. Pembangunan desa wisata ini diharapkan mampu pemberikan dampak yang besar dalam pembangunan ekonomi perdesaan. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik pengembangan desa wisata di Provinsi Banga Belitung, serta menganalisis hubungan pengembangan desa wisata dengan pembangunan perdesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa data pendapat pengurus pariwisata desa (Pokdarwis/BUMBDes) dan pemerintah desa terkait dengan sistem koordinasi dan hubungan kedua lembaga, serta peranan kedua lembaga dalam penguatan ekonomi perdesaan. Data tersebut diperoleh dengan metode wawancara mendalam. Selain itu dicari data kondisi potensi dan masalah yang dimiliki oleh setiap desa wisata dengan melakukan observasi. Sedangkan data sekunder adalah data profil desa, jumlah penduduk miskin per desa, tingkat perkembangan desa, jumlah modal dalam pengembangan wisata desa dari berbagai sumber, sumbangan kegiatan desa wisata terhapdat PADes, bantuan modal pengembangan desa wisata yang diberikaan desa baik dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD). Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut adalah dengan analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan desa wisata yang ada di Provinsi Bangka Belitung dikategorikan kedalam desa wisata rintisan, berkembang dan maju. Desa wisata denngan kategori maju memeliki kondisi aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang lebih baik daripada desa wisata maju dan berkembang. Berdasarkan hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara tingkat perkembangan desa wisata dengan perkembangan desa secara keseluruhan. Sedangkan hubungan tingkat perkembangan desa dengan tingakat kesejahteraan masyarakat menunjukkan hubungan negatif

Similar works

Full text

Last time updated on 24/04/2025

This paper was published in Universitas Terbuka Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.