Universitas Terbuka Repository

    Pengaruh Harga Dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen Pada Hotel Semagi Bungo Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi

    No full text
    Industri perhotclan memiliki karekteristik yang berheda dengan industri manufactur yang biasa kita kenal, dimana konsumen hanya memiliki waktu yang singkat dalam menikmati jasa tersebut industri perhotelan mulai tumbuh pesat dindonesia, maupun di daerah jambi terutama di bungo. Hotel Semagi termasuk dalam kualifikasi hotel bintang 3 ( ***) yang pertama di Kabupaten Muara Bungo - Jambi yang terletak di pusat Kota. Harga menjadi salah satu ukuran dari sebuah pembelian. karena seorang pelanggan akan melihat harga dari scbuah produk yang akan di belinya sebelum jatuh pilihan kepada produk tersebut. Sehinga pelanggan biasanya sering membandingkan scbuah harga produk yang satu dengan harga produk lainnya. Layanan kepada pelanggan merupakan salah satu awal dari proses penentuan keputusan. banyak tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumcn Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh harga dan pelayanan terhadap kcpuasan dan loyalitas konsumen. Dengan melakukan penyebaran kuesoncr sebanyak 100 responden yang diberikan pcrtanyaan agar dapat mcngetahui pengruh harga dan pelayanan. analysis yang digunakan adalah path analysis. Dalam penelitian ini dapat disimpuikan bahwa Variabel harga dan Pelayanan membctikan pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Konsumen yang mcnginap Hotel Semagi. variabel harga dan Pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen dan variabel independen Kepuasan untuk menjelaskan variabcl dependen loyalitas Konsumen memberikan pcngaruh yang signifikan

    Analisis Hubungan Fungsi Manajemen Pengadaan Barang/Jasa terhadap Penyusunan Administrasi Dokumen Kontrak Pembangunan Fisik di Kabupaten Buton

    No full text
    Pembangunan infrastruktur adalah salah satu tanggungjawab pemerintah untuk menfasilitasi pembangunan di daerah. Hal tersebut juga diterapkan pemerintah daerah Kabupaten Buton yang melaksanakan beberapa proyek pembangunan untuk mendukung pembangunan di wilayahnya. Dalam melaksanakan perencanaan proyek pemerintah Indonesia, pemerintah Kabupaten Buton menerapkan regulasi Presidensial Nomor 80 tahun 2003 dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang didanai oleh Pemerintah. Dalam rangka menerapkan regulasi tersebut secara efektif, pemerintah Kabupaten Buton mengimplementasikan empat fungsi manajemen Mints Berg yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menganalisis implikasi penerapan empat fungsi manajemen dalam pengadministrasian proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Kabupaten Buton. Populasi dalam penelitiaan ini adalah seluruh pejabat yang bertugas khusus menangani proyek pengadaan barang dan jasa dalam lingkup pemerintah daerah Kabupaten Buton. Sejumlah 40 sampel di ambil secara acak berdasarkan volume tertinggi permintaan proyek yang dilaksanakan pada tahun 2008. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang khusus dikembangkan dalam penelitian yang telah melalui tes validitas (Spearman who) dan tes realibilitas (Alpha Cronbach). Kuesioner ini dibagikan kepada seluruh sampel dengan 100% angka pengembalian. Untuk mendukung data yang dikumpulkan melalui kuesioner, maka wawancara dilakukan dengan responden. Observasi juga dilaksanakan untuk melengkapi data yang dibutuhkan dalam analisis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriktif. Hubungan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam proses pengadaan di analisis menggunakan uji t. Sampel dikelompokan melalui usia, latar belakang pendidikan dan jabatan/status. Sampel disesuaikan dengan regulasi yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa. Secara statistik, keempat fungsi manajemen mempunyai hubungan yang kuat dengan pengadministrasian pengadaan berdasarkan uji t untuk perencanaan 8,868; pengorganisasian 10,619; pelaksanaan 21,600; dan pengawasan 4,132 dibandingkan dengan tabel t dari 1,6838 untuk 95% tingkat kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Buton, khususnya pejabat panitia pengadaan barang dan jasa, proses pelaksanaan pelelangan proyek telah menerapkan fungsi- fungsi manajemen dengan baik sehingga dapat menghasilkan proses pencapaian tujuan administrasi pembangunan

    Pengaruh Tipe Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Barat Daya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetabui dan menganalisis pengaruh tipe kepemimpinan, lingkungan kerja, komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini bersifat deskriptif, sampel yang diambil sebanyak 30 orang yang dilakukan melalui metode clauster dan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi berganda dan uji-t (uji parsia) dan uji-F (uji simultan). Hasil penelitian menunjukan bahwa (I) Tipe Kepemimpinan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai berarti bahwa kinerja pegawai di pengaruhi oleh tipe kepemimpinan , ini mengidentifikasikan bahwa semakin tinggi kinerja pegawai dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan, (2) Lingkungan Kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai berarti meningkatnya kinerja pegawai dipengaruhi oleh lingkungan kerja pegawai, semakin tinggi kepuasan pegawai pada lingkungan dimana pegawai bekerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai yang bersangkutan, (3) Komitmen Organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, menjelaskan babwa semakin tinggi ikatan emosional, tanggung jawab dan manfaat yang diperoleh pegawai memberi rasa kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan dan organisasinya

    Kajian Modal Kerja Usaha Mikro Kecil dalam Rangka Peningkatan Efisiensi Usaha di Lewoleba Kabupaten Lembata provinsi NTT

    No full text
    Studi ini menganalisis efisiensi penggunaan modal kerja (working capital) usaha mikro kecil sektor industri di kota Lewoleba-Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yakni menjelaskan variabel modal kerja yang dioperasikan perhari dibandingkan dengan modal kerja yang dibutuhkan berdasarkan volume penjualan. Alat uji One sampel test dilakukan untuk mengetahui apakah selisih modal kerja yang di operasikan dengan modal kerja yang dihitung berdasarkan volume penjualan adalah sama. Menggunakan sampel 18 perusahaan dari 92 populasi pada periode 2009. Dalam penelitian ini modal kerja sangat dipengaruhi oleh perputaran modal kerja. Perputaran modal kerja ditentukan oleh unsur-unsur pembentuk modal kerja yakni perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan. Penelitian ini menemukan bukti bahwa hanya 2 perusahaan atau 11,11% yang mengoperasikan modal kerja lebih kecil dari kebutuhan modal kerja yang seharusnya berdasarkan penjualan, sedangkan sisanya 16 perusahaan atau 88,89% mengoperasikan modal kerja berlebihan. Kesimpulan bahwa 88,89% usaha mikro kecil sektor industri di Lewoleba tidak efisien dalam mengoperasikan modal kerja

    Bantuan Peralatan Pengolahan Hasil Perikanan terhadap Produksi Kerupuk Ikan pada Sentra Pengolahan di Desa Piasak Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu

    No full text
    Pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dan sentra-sentra perikanan merupakan salah satu fokus dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2012 mencapai 29,13 juta jiwa. Sebagian besar dari jumlah terse but adalah masyarakat kelautan dan perikanan, termasuk masyarakat pengolah hasil perikanan. Kemiskinan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pemberian bantuan peralatan kepada kelompok masyarakat di Desa Piasak Kecamatan Selimbau dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mernpengaruhi efektifitas hasil pemanfaatan bantuan peralatan pengolahan di Desa Piasak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pemberian bantuan peralatan pengolahan di Desa Piasak terdapat 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Tahap Pra-irnplementasi 2. Tahap lmplementasi dan 3. Tahap Pasca Implementasi. Pada proses pemberian bantuan telah dilakukan sesuai dengan ketentuannya tetapi pada bantuan peralatan pengolahan terhadap produksi kerupuk ikan di Desa Piasak belum menunjukkan hasil yang positif. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya produksi kerupuk ikan di Desa Piasak yang disebabkan oleh semakin mahalnya bahan baku baik itu bahan baku ikan maupun bahan baku tepung tapioka dan disebabkan juga oleh belum maksimalnya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan kepada kelompok pengolah Desa Piasak seperti peralatan penyimpan bahan baku ikan

    Analisis Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan

    No full text
    Implementasi dari pelaksanaan Otonomi Daerah terlebih setelah ditetapkannya Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana Pemerintahan Daerah diberi kewenangan yang demikian luas oleh pemerintah pusat untuk mengatur rumah tangga daerahnya sendiri, termasuk didalamnya adalah pemberian pelayanan kepada masyarakat di daerahnya. Menurut Standar Pelayanan Publik menurut Keputusan Menteri PAN nomor 63/KEP IM.P AN/7 /2003, sekurang kurangnya meliputi Prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk pelayanan, sarana dan prasarana, dan kompetensi petugas pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.Waktu penelitian selama kurang lebih 2 bulan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara,dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pegawai bagian administrasi kependudukan dan lima orang masyarakat yang telah menerima layanan. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Basil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek yang diteliti yaitu bukti fisik (tangible), kehandalan (realiability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati(empathy) masih perlu adanya peningkatan sarana dan prasaran pendukung untuk memenuhi standar pelayanan yang memadai sehingga proses menjadi lebih tepat waktu, adanya peningkatan standar dari petugas sehingga pelayanan menjadi handal dan terjadi komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat. Masyarakat juga harus lebih aktif dalam memberikan kritik dan saran yang membangun untuk pihak kecamatan agar terlaksana pelayanan sesuai dengan Undang Undang

    Pemberdayaan Nelayan Dalam Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Budidaya Di Kecamatan Putussibau Selatan

    No full text
    Studi tentang pemberdayaan masyarakat nelayan sebagian besar berfokus pada aspek sosial ekonomi. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat nelayan merupakan salah satu kelompok sosial dalam masyarakat kita yang sangat intensif didera kemiskinan. Kemiskinan ini disebabkan oleh faktor-faktor kompleks yang saling terkait serta merupakan sumber utama yang melemahkan kemampuan masyarakat dalam membangun wilayah dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, kemiskinan merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan kawasan perikanan. Jumlah masyarakat perikanan yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kapuas Hulu masih cukup besar. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui program-program intervensi pembangunan, seperti Program BLM-PUMP PB. Program BLM-PUMP PB bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Perikanan melalui kegiatan ekonomi, peningkatan SDM, dan penguatan kelembagaan sosial. Penelitian ini secara desktriptif be11ujuan untuk mengetahui apa yang menjaeti prioritas pemberdayaan nelayan dalam Program BLM-PUMP PB dan implikasi Program BLM-PUMP PB terhadap keragaman sosial budaya, tekhnologi, kelembagaan, dan ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Putussibau Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan Subjek penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun subjeknya adalah seltrruh masyarakat perikanan yang tergabung ke dalam berbagai kelompok budidaya perikanan di Kecamatan Putussibau Utara dan informan yang memahami tentang Progam BLM-PUMP PB. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti berupa; wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui model interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemberdayaan Nelayan dalam Program PUMP PB hams memprioritaskan strategi perbaikan pemberdayaan masyarakat dalam hal pengembangan akses permodalan, pengembangan tekhnologi dan skala usaha perikanan, pengembangan akses pemasaran, penguatan kelembagaan masyarakat pembudidaya perikanan, pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat, sarana prasara penunjang, dan pengembangan diversifikasi pengolahan ikan. Program PUMP PB telah memberikan kontribusi terhadap perubahan sosial budaya, teknologi, pemberdayaan, dan ekonomi masyarakat dari status buruh menjadi pembudidaya ikan (pengusaha

    Hubungan Antara Disiplin Kerja dengan Produktivitas Kerja Pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara

    No full text
    Sumberdaya manusia mempunyai peran penting bagi kemajuan dan perkembangan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang handal, profesional, dan bermoral diperlukan pegawai yang disiplin baik. Kedisiplinan merupakan masalah yang menarik, dengan disiplin kerja yang baik pegawai dapat menyelesaikan tugasnya sesuai target yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan kerja dengan produktifitas kerja pegawai yang ditunjukkan oleh kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat explanatory reseach yaitu menjelaskan hubungan antar variabel penelitian serta menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pengujian variabel dimaksud adalah menjelaskan hubungan antara variabel disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai. Subyek penelitian adalah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah responden sebanyak 59 orang. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan metode Koefisiensi Konkordasi Kendall dengan bantuan program SPSS versi 13,0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan antara kedisiplinan kerja pegawai dengan kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu pegawai, dengan nilai signifikansi 0,220>0,05. Variabel independen yaitu kehadiran tepat waktu, bekerja sesuai protap, dan pulang tepat waktu mempengaruhi variabel dependen (kedisiplinan kerja) hanya 26%

    Pengaruh Kompetensi Penyuluh Pertanian Lapangan terhadap Tingkat Partisipasi Petani dalam Aktivitas Kelompok Tani di Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    Sumber Daya Manusia pertanian (petani dan penyuluh) yang berkualitas adalah prasyarat mutlak keberhasilan pembangunan pertanian. Petani/pelaku agribisnis dan aparat penyuluh pertanian merupakan dua pilar pokok dalam pembangunan pertanian terutama pengembangan sistem dan usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi penyuluh pertanian lapangan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap tingkat partisipasi petani dalam aktivitas kelompoktani di Kabupaten Sumba Timur, baik secara parsial maupun secara simultan. Design penelitian adalah explantory research,dengan menggunakan sejumlah quisioner sebagai instrumen pengambilan data. Populasi penelitian adalah keseluruhan petani yang merupakan anggota kelompoktani di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 31.949 orang. Pengambilan sampel dihitung menggunakan metode Slovin, sehingga diperoleh 395 orang. Untuk mendapatkan representasi dari masing-masing kelompoktani, menggunakan metode multiple cluster random sampling. Pengumpulan data melalui survei dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 19. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan penyuluh pertanian berada pada kategori tinggi, keterampilan penyuluh berada pada kategori cukup terampil, sikap penyuluh berada pada kategori cukup baik dan tingkat partisipasi petani berada pada kategori cukup. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan dan sikap penyuluh pertanian berpengaruh secara signifikan, baik secara parsial maupun secara simultan terhadap tingkat partisipasi petani dalam aktivitas kelompoktani di Kabupaten Sumba Timur. Disarankan untuk terus meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian melalui pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam perencanaan,monitoring dan evaluasi, pengembangan penyuluhan dan desiminasi teknologi

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Perbankan Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan u tuk menganalisis pengaruh Earning per Share (EPS), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Price Earning Ratio (PER), Capital Adequacy Ratio (CAR), 4oan to Deposit Ratio (LOR), Return on Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER) febagai proksi nilai perusahaan terhadap harga saham. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2008 s.d. 2012. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive dengan sampel,akhir sebanyal 26 bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel EPS dan BOPO merupakan 2 variabel yang paling dominal dalam menjelaskan harga saham. Variabel EPS berpengaruh secara positif t rhadap harga saham sementara variabel BOPO berpengaruh secara negatif terha ap harga saham. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa variabel PER dan LOR mrl miliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap harga saham. Variabel CAR dan DER menunjukkan pengaruh secara negatif terhadap harga saha
    Universitas Terbuka Repositoryis based in ID
    Do you manage Universitas Terbuka Repository? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!