Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh religiositas intrinsik, efikasi
diri, dan ketahanan terhadap wellbeing serta dampaknya pada intention to stay guru
yang bekerja di sekolah berafiliasi satu keagamaan tertentu di Pulau Jawa.
Penelitian juga menguji peran mediasi efikasi diri dan ketahanan dalam hubungan
antara religiositas intrinsik dan wellbeing. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori melalui survei kuesioner yang
melibatkan 248 guru dari 16 sekolah di lima kota. Data dianalisis menggunakan
model PLS_SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas intrinsik,
efikasi diri, dan ketahanan secara signifikan berpengaruh positif terhadap
wellbeing. Efikasi diri juga memediasi hubungan antara religiositas intrinsik dan
wellbeing secara signifikan. Namun, hubungan antara religiositas intrinsik dan ketahanan tidak signifikan, demikian pula peran ketahanan sebagai mediator dalam hubungan antara religiositas intrinsik dan wellbeing. Selain itu, wellbeing terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap intention to stay. Temuan ini memberikan
kontribusi empiris mengenai pentingnya aspek religiositas intrinsik dan efikasi diri dalam meningkatkan kesejahteraan dan loyalitas guru, serta perlunya perhatian dibidang ketahanan guru dalam berkarya
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.