UAJY repository

    FURAN DERIVATIVES : ITS OCCURRENCE IN FOODS, CONTRIBUTION TO MELANOIDIN FORMATION, METABOLISM

    No full text
    Furan could be formed by heating of L–ascorbic acid, amino acids, reducing sugars, and fatty acids. Nevertheless, the mechanism of formation of furan derivatives differs among each other but all are formed by heating of one or two of the precursors. Furan and its derivatives give a positive benefit tothe sensory properties of heated food but also have toxic and in some cases mutagenic effects. Moreover, the polymerization of furfuryl alcohol as furan derivative contributes to the formation of the brown colour in heated foods, besides Maillard and caramelization reactions. During heating of food, furfuryl alcohol is formed through degradation of quinic acid or 1,2–enediols. Furfuryl alcohol is a mutagenic compound. In acid conditions it is able to polymerize and form aliphatic polymers that show a brown colour. In addition, some of those furans still remain in the liver or kidney whichcan be metabolized forming toxic or mutagenic compounds that bind to proteins or DNA. In this research project it was shown that the HPLC using gradient elution with methanol and water can be used for the identification and quantification of HMF, furfuryl alcohol, and furfural in a single run. Instant coffee powder, ready–to–drink filter coffee, and cappuccino contain 5–hydroxymethylfurfural (HMF), furfuryl alcohol, and furfural. Dried plums and raisins also contain HMF and furfural. Crisp bread contains furfuryl alcohol and HMF. Besides that, goat cheese contains furfuryl alcohol and cola beverage contains HMF. The analysed samples were provided by the Norwegian Institute of Public Health investigating the exposure to these substances in Norway. Furthermore, here we show that furfuryl alcohol polymerizes in a model system by incubationin 1 M HCl at room temperature. Some of the reaction products are oligomers with dimers, trimers, tetramers, and pentamers having a methylene linkagebeing identified. The degree of polymerization and the amount of those furfuryl alcohol oligomers increases with increasing reaction time. The results of this model system were used to characterize the polymerization of furfuryl alcohol during roasting of coffee. The coffee was roasted at 210 °C for 2, 3, 4, 5, and 6 min using a home coffee roaster. Furfuryl alcohol and its dimer were found in coffee after 2 and 3 min of roasting reaching a maximum amount after 4 min; probably due to further reactions the dimeric furfuryl alcohol concentration starts to decrease after 4 min. We propose that the polymers of furfuryl alcohol contribute to the brown colour of roasted foods. In urine, the 5–hydroxymethyl– 2–furoic acid as metabolite of HMF and 2–furoic acid as metabolite of furfuryl alcohol and furfural can be analysed by HPLC separation and 5-methyl furoic acid as metabolite of 5-methylfurfural and 5-methyl furfuryl alcohol only can be analysed by LC/MS/MS after alkaline treatment to hydrolyse the glycine conjugates

    PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI AFLATOKSIN DARI Aspergillus flavus OLEH KAPANG DAN KHAMIR RAGI TEMPE

    No full text
    Aflatoksin merupakan senyawa metabolit sekunder dari kapang Aspergillus flavus yang banyak mengkontaminasi berbagai jenis komoditi pertanian. Aflatoksin juga ditemukan pada bahan pakan dan pakan ternak. Kontaminasi aflatoksin tersebut sulit dihindari karena iklim tropis di Indonesia sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakkan kapang penghasil aflatoksin. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, kandungan aflatoksin pada berbagai komoditi pertanian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia cukup bervariasi dan relatif tinggi. Mengingat kerugian dan bahaya yang ditimbulkan oleh aflatoksin, maka perlu dilakukan suatu upaya penanggulangan yang efektif Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya pengendalian secara fisik, kimia dan biologis. Penanggulangan secara fisik dapat menyebabkan hilangnya zat gizi pada bahan-bahan pangan, sedangkan penambahan zat-zat kimia tidak mudah dilakukan pada bahan-bahan yang dikonsumsi manusia. Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah penggunaan mikrob kompetitor atau antagonis untuk menghambat pertumbuhan A. flavus ataupun menghambat sintesis aflatoksin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapakan isolat-isolat kapang dan khamir yang berasal dari ragi tempe yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan A. flavus, menghambat biosintesis atau mendegradasi aflatoksin. Pada penelitian pendahuluan dilakukan isolasi dan identifikasi kapang serta khamir yang berasal dari ragi tempe, uji aktivitas isolat kapang dan khamir terhadap reduksi aflatoksin, selanjutnya dipilih dua isolat yang berpotensi tinggi dalam mereduksi aflatoksin untuk digunakan pada penelitian utama. Penelitian utama meliputi uji aktivitas penghambatan isolat kapang dan khamir terhadap pertumbuhan A. flavus, uji kemampuan kapang dan khamir dalam menghambat biosintesis aflatoksin serta kemampuan kapang dan khamir mendegradasi aflatoksin. Hasil penelitian menunjukkan pada ragi tempe dijumpai adanya kapang Rhizopus oligosporus, R. oryzae, R. cohnii, Mucor rouxii, Rhizomucor pusillus dan miselia sterilia, sedangkan khamir yang ditemukan yakni Candida sp1, Candida sp2 dan Trichosporon sp. Semua kapang dan khamir tersebut memiliki kemampuan untuk mereduksi aflatoksin. Rhizopus cohnii memiliki kemampuan terendah dalam mereduksi total aflatoksin sebesar 37.21%, sedangkan Candida sp 1 memiliki kemampuan tertinggi yakni sebesar 99.96%. Pada penelitian utama digunakan isolat R. pusillus dan Candida sp1. Baik R. pusillus maupun Candida sp1 dapat menghambat pertumbuhan A. flavus. Metabolit yang dihasilkan oleh R. pusillus tidak menghambat pertumbuhan A. flavus tetapi dapat menghambat biosintesis aflatoksin, sedangkan metabolit yang dihasilkan oleh Candida sp1 dapat menghambat biosintesis aflatoksin dengan menghambat pertumbuhan A. flavus. Metabolit yang dihasilkan oleh Candida sp1 dapat menghambat biosintesis aflatoksin lebih baik dibandingkan metabolit R. pusillus. Kandungan aflatoksin B1 tersebut sebesar 3 ppb pada hari ke-3, 5.25 ppb pada hari ke-6, 5.5 ppb pada hari ke- 9 dan 4.5ppb pada hari ke-12, sedangkan aflatoksin B2 1.5 ppb pada hari ke-9 dan 1 ppb pada hari ke-12. Aflatoksin dapat didegradasi oleh R. pusillus maupun Candida sp1, walaupun persentase penurunannya jauh lebih kecil dibandingkan kedua rnikrob tersebut dalam menghambat biosintesis aflatoksin

    INDUKSI EMBRIOGENESIS SOMATIK TANAMAN ANGGREK Phalaenopsis "Sogo Vivien” MELALUI PENYISIPAN GEN AtRKD4 DENGAN Agrobacterium tumefaciens

    No full text
    Phalaenopsis“Sogo Vivien” merupakan anggrek hibrida unggul dengan ukuran mini dan memiliki bunga yang indah dengan percabangan infloresensia yang banyak sehingga memenuhi kriteria sebagai tanaman hias dalam pot. Produksi massal yang identik dengan induknya dalam waktu yang cepat, dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Perbanyakan anggrek melalui penyisipan gen telah banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginduksi pembentukan embrio somatik dengan cara menyisipkan gen RWPRK Domain-containing4 (RKD4) yang diisolasi dari Arabidopsis thaliana ( gen AtRKD4) ke genom Anggrek Phalaenopsis “Sogo Vivien”. Penelitian dengan menggunakan sistem ekspresi yang diinduksi dengan glukokortikoid dexamethasone (DEX) ini dilakukan dalam beberapa tahap penelitian, yaitu 1) Penentuan target tranformasi genetik pada P. “Sogo Vivien”; 2) Resistensi protokorm terhadap higromisin; 3) Penentuan waktu inokulasi Agrobacterium tumefaciens pembawa pTA7002-35S::GR::AtRKD4 pada protokorm; 4) Penentuan efisiensi transformasi 35S::GR::AtRKD4 pada P. “Sogo Vivien; 5) Penentuan konsentrasi DEX yang tepat dan respon organ tanaman transforman yang terbaik untuk induksi embriogenesis somatik. Protokorm yang berasal dari biji hasil self-pollination maupun backcross pollination ditanam pada variasi medium NP, MS dan VW. Plb diinduksi dari eksplan daun dan akar dari plantlet hasil pertumbuhan tunas pada nodus tangkai bunga. Uji resistensi dilakukan pada protokorm umur 21 hari yang ditanam pada medium seleksi dengan variasi konsentrasi higromisin. Transformasi genetik dilakukan dengan variasi waktu inokulasi, yaitu 0,5; 1;2; dan 3 jam. Overekspresi gen dilakukan dengan sistem ekspresi yang diinduksi oleh glukokortikoid DEX pada potongan daun, batang dan akar plantlet transforman. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap struktur anatomi, keberadaan mRNA AtRKD4 dengan PCR, maupun perkembangan embrio somatik yang terbentuk. Berdasarkan hasil yang diperoleh protokorm pada medium NP memberikan respon pertumbuhan yang terbaik, dan memperlihatkan 6 fase perkembangan embrio. Eksplan daun hanya menghasilkan kalus non embriogenik, sedangkan akar menghasilkan embrio somatik dengan persentase yang rendah, sehingga protokorm dipilih sebagai target transformasi. Uji resistensi menunjukkan bahwa higromisin 10 mg.L-1 menyebabkan persentase kematian protokorm mendekati LD50, maka konsentrasi ini dipakai untuk tahap seleksi tanaman transforman. Waktu inokulasi 1 jam merupakan perlakuan yang optimum untuk transformasi protokorm P. “Sogo Vivien”. Penyisipan gen AtRKD4 dalam konstruksi 35S::GR::AtRKD4 menghasilkan efisiensi transformasi rata-rata sebesar 0,63%. Sebanyak 34 protokorm kandidat transforman yang bertunas, 20 diantaranya mampu beregenerasi menjadi plantlet. Konfirmasi keberhasilan integrasi gen At-RKD4 dengan metode PCR menunjukkan bahwa 100% kandidat transforman positif membawa transgen AtRKD4 dengan ukuran pita ±380 bp dan HPT yang berukuran ±500 bp. Overekspresi gen ditunjukkan dengan adanya pembentukan embrio somatik maupun akumulasi mRNA AtRKD4 pada potongan daun dan batang tanaman transforman setelah diinduksi dengan DEX. Konsentrasi DEX yang optimum adalah 15 μM, dengan respon organ terbaik untuk induksi embrio somatik adalah daun. Pembentukan embrio somatik dimulai dengan adanya pembengkakan pada potongan daun pada hari ke 8, diikuti dengan pembentukan embrio somatik pada hari ke 18 dan pembentukan Shoot Apical Meristem (SAM) yang dimulai pada hari ke 53. Hasil analisis anatomi memperlihatkan adanya pembentukan embrio pada daun transforman. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa overekspresi gen AtRKD4 dapat menginduksi pembentukan embrio somatik pada anggrek Phalaenopsis “Sogo Vivien

    PENGARUH KELOMPOK REFERENSI ATAS PEMBELIAN MOBIL DAN PEMILIHAN MERKNYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tepat­ tidaknya kelompok referensi didayagunakan dalam rangka mempromosikan mobil, juga untuk mengetahui kelompok referensi berikut macam-macam pengaruhnya yang secara efektif berpengaruh atas keputusan pembelian mobil, pemilihan merk, maupun keduanya, serta untuk mengetahui pula media komunikasi yang efektif yang mempertemukan pengambil keputusan dengan kelompok referensinya. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui ada­ tidaknya faktor tertentu yang dijadikan pertimbangan utama oleh pengambil keputusan dalam penentuan karakteristik mobil yang dipilih. Subyek penelitian ini terdiri dari 3 kelompok yaitu pemilik sedan, jeep, dan station-wagon/minibus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok pemilik sedan, jeep, dan station-wagon/minibus masing-masing terdiri dari 72; 26 dan 102 responderi. Penggunaan mobil hanya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi atau keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibedakan ke dalam 2 bentuk. Pertama, kuesioner mengenai pengaruh kelompok referensi atas keputusan Pembelian mobil, dan kedua, pengaruh kelom­pok referensi atas keputusan pemilihan merk mobil. Tiga puluh enam pemilik sedan, 13 pemilik jeep, dan 51 pemilik station-wagon/minibus mengisi kuesioner pertama, dan lainnya mengisi kuesioner kedua. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-kuadrat , Uji-binomjal, Korelasi tata­ jenjang, dan Anova klasifikasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendayagunaan kelompok referensi dalam rangka mempromosikan mobil adalah tepat sebab keputusan pembelian mobil, pemilihan merk mobil, maupun keduanya rentan terhadap pengaruh kelompok referensi. Pengaruh informatif dari teman/sahabat dalam pergaulan sosial/kemasyarakatan dan pengaruh normatif anggota keluarga tetap berpengaruh kuat dalam pengambilan keputusan itu sekalipun tingkat penghasilan pengambil keputusan berbeda-beda. Tingkat penghasilan konsumen mobil (users) dapat dijadikan dasar pemilihan pasar sasar­an sebab konsumen menggunakan tingkat penghasilan sebagai pertimbangan utama dalam penentuan karakteristik mobil yang dipili

    EVALUASI PENGARUH LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT SARDJITO TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI CODE "PADA MUSIM KEMARAU"

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa jauh pengaruh limbah cair Rumah Sakit Sardjito terhadap kualitas air Sungai Code. Pemeriksaan kualitas air dilakukan terhadap limbah cair Rumah Sakit Sardjito dan Sungai Code yang meliputi enam belas parameter fisika/kimia, bakterologi, cacing dan algae. Pengukuran debit limbah dilakukan setiap 3 jam selama 5 hari. Pemeriksaan aktivitas nitrat reduktase dilakukan terhadap daun bambu yang berada di sekitar Sungai Code. Analisis data ditujukan untuk mengevaluasi kualitas limbah cair dan menguji sejumlah hipotesis. Evaluasi terhadap kualitas limbah di.dasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 173/Men.Kes,/ Per / VIII I 77. Hipotesis diuji analisis varians, nomor: dengan Hasil analisis menunjukkan (1) debit limbah cair Rumah Sakit Sardjito bervariasi, yang terbesar pukul delapan pagi dan yang terkecil pukul dua pagi ; (2) dari enambelas parameter fisika/kimia limbah cair yang diperiksa, 8 diantaranya telah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 173/Men.Kes./Per/VIII/77. Zat terendap untuk limbah cair walaupun melampaui batas, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan zat terendap air Sungai Code. Kandungan besi air Sungai Code sebelum terpengaruh limbah cukup kecil, sehinga setelah terpengaruh limbah masih memenuhi persyaratan. Amonia dan BOD Sungai Code sebelum meningkat akibat limbah Rumah Sakit Sardjito memang sudah tidak memenuhi persyaratan lagi ; (3) BOD dan jarak mempunyai hubungan linier, semakin jauh dari "out fall" ke arah hilir kandungan BOD air Sungai Code semakin kecil; (4) DO dan jarak mempunyai hubungan linier, semakin jauh dari "out fall" ke arah hilir, DO Sungai Code semakin kecil; (5) jumlah bakteri coliform, jenis algae, jumlah cacing dan telornya serta aktivitas nitrat reduktase tidak berpengaruh terhadap jarak

    ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER THIRD PARTY LOGISTIC PADA COUPLE COUPLE SHOP DENGAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP)

    Get PDF
    Couple Couple Shop merupakan sebuah toko atau distribution store yang menjual baju kembar (kemeja dan kaus), aksesoris berupa gelang dan topi yang dapat dijual secara online. Couple Couple Shop memiliki 5 supplier jasa pengiriman yang mengirimkan baju kepada konsumen jika ada konsumen yang membeli secara online. Masalah pemilihan supplier jasa pengiriman sangat penting bagi Couple Couple Shop untuk melakukan pengirimaan dikarenakan Couple couple shop tidak memiliki proses pemilihan supplier jasa pegiriman, tidak ada prioritas supplier jasa pengiriman dan tidak adanya alasan dalam pemilihan perusahaan jasa pengiriman. Kasus pemilihan supplier merupakan masalah MCDC (Multiple Criteria Decision Making), menurut penelitian terdahulu metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah MCDC adalah Analyticc Hierarchy Process (AHP) dan Fuzzy Analyticc Hierarchy Process. Pada perhitungan metode FAHP tidak digunakan semua formulasi yang ada dalam penelitian ini FAHP digunakan hanya pada penilaian matriks kriteria, sub-kriteria dan alternatif yang kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan metode Fuzzy Logarithmic Least Square Method for Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy LLSM FAHP). Pengolahan data untuk analisis AHP dapat menggunakan bantuan software Microsoft Excel dan untuk metode Fuzzy LLSM FAHP dapat dilakukan pengolahan data dengan menggunakan software LINGO. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kedua metode menghasilkan urutan prioritas supplier jasa pengiriman yang sama hanya saja ada perbedaan selisih pada nilai bobot global dan perbedaan tersebut relatif kecil. Hasil perhitungan menunjukan bahwa proritas supplier jasa menggunakan metode AHP dan Fuzzy LLSM FAHP adalah JNE, TIKI, DHL, J&T dan Pos Indonesia. Kelebihan dari metode AHP yaitu memiliki kesederhanaan dalam penggunaan dan dapat dilakukan secara manual, tetapi apa bila variable keputusan yang ada terlalu banyak membutuhkan waktu yang banyak dalam pengerjaaannya. Sedangkan Metode Fuzzy LLSM FAHP membutuhkan software linier programming (LINGO) dalam perhitungannya. Jika ditinjau lebih lanjut penerapan metode Fuzzy LLSM AHP sangat panjang dikarenakan menggunakan formulasi linier programming, namun memiliki kelebihan untuk menyelesaikan kriteria, sub-kriteria dan alternatif yang banyak

    Aplikasi Pengenalan Wajah Berbasis Android UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

    No full text
    Pengenalan wajah adalah salah satu sistem yang banyak dikembangkan di zaman dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih saat ini. Pengembangan sistem pengenalan wajah memiliki peluang yang luas, karena aplikasinya dapat digunakan baik dalam bidang komersil maupun pemerintahan, salah satunya sebagai sarana untuk mengetahui informasi seseorang. Selain menggunakan wajah sebagai identitas utama dalam pembuatan aplikasi, wajah juga digunakan sebagai target gambar untuk memberikan informasi hasil pengenalan wajah. Aplikasi ini terdiri dari pengenalan wajah pada perangkat mobile Android, dan tambahan informasi hasil pengenalan wajah. Aplikasi dikembangkan pada perangkat Android dan diimplementasikan dengan memanfaatkan library OpenCV sebagai pengolahan citra wajah

    STRATEGI PERANCANGAN SISTEM DESAIN PRODUK PADA UKM BUTIK DAUR ULANG YOGYAKARTA

    Get PDF
    Salah satu sentra Industri kerajinan tangan di Kota Yogyakarta adalah Butik Daur Ulang. Butik Daur Ulang merupakan butik di Yogyakarta yang berkonsep daur ulang karena semua produk yang dibuat dari sampah plastik bekas. Berkaitan dengan uraian yang dipaparkan diatas, Butik Daur ulang saat ini mengalami permasalahan dalam penurunan penjualan produk dari bahan plastik bekas. Oleh karena itu, peneliti akan membahas untuk memilih strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan produk dengan menggunakan metode analytic hierarchy process (AHP). Namun sebelum menentukan strategi yang tepat perlu dilakukan mencari akar masalah sebagai prioritas utama dengan menggunakan metode urgency, seriousness, growth (USG). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan rangkaian tahapan pengolahan data alternatif strategi yang terpilih untuk meningkatkan penjualan adalah pihak UKM harus memperhatikan proses perpaduan terkait warna, model, bentuk, dan motif dengan melibatkan konsumen agar produk yang diproduksi memiliki kualitas yang baik dengan nilai sebesar 39,40%

    PEMBANGUNAN APLIKASI GAME EDUKASI TEBAK GAMBAR FLORA DAN FAUNA BERBASIS MOBILE

    No full text
    Penggunaan smartphone seperti, Ipad, Tablet PC dan lain sejenisnya dalam kehidupan sehari-hari kian marak. Penggunanya juga tidak hanya dari kalangan dewasa saja, namun kini anak usia dini juga sudah mulai menggunakan smartphone. Pada saat usia dini anak-anak akan masuk pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik fisik maupun mental. Dan dikarenakan hal tersebut, penulis membuat sebuah aplikasi game edukasi yang berbasis sistem operasi Android dengan maksud anak-anak pada usia dini dapat menggunakan aplikasi ini agar dapat belajar serta memperoleh pengetahuan dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Game edukasi ini merupakan aplikasi pembelajaran yang lebih khususnya ditujukan untuk anak usia dini dari umur 3 – 6 tahun yang berisi tentang materi pembelajaran mengenal flora dan fauna, tentu saja aplikasi ini dapat digunakan untuk guru atau orangtua sebagai sarana membimbing anak-anak dalam melakukan proses belajar dan penggunaan aplikasi. Pada proses pembangunan aplikasi penulis akan menggunakan IDE Android Studio yang menggunakan bahasa pemrograman Java digunakan untuk membuat antarmuka dan fungsionalitas pada aplikasi tersebut. Penulis juga akan menggunakan SQLite yang berguna sebagai basis data pada aplikasi ini. Kemudian penulis juga akan menggunakan CorelDraw sebagai sarana untuk mendesain asset yang akan digunakan pada game tersebut. Maka dari itu, penelitian ini akan menghasilkan sebuah aplikasi mobile yang dapat menambahkan minat belajar anak dan juga dapat memberikan pengetahuan yang berguna untuk kedepannya

    MODEL INTERAKSI ANTARA MANUSIA, PERALATAN, LINGKUNGAN PADA PERENCANAAN DAN OPERASI SUPPLY CHAIN

    No full text
    Kinerja supply chain sangat dipengaruhi oleh manusia yang terlibat dalam proses perencanaan dan operasi. Perencanaan supply chain antara lain meliputi peramalan permintaan, membuat beragam rencana meliputi rencana produksi, rencana pembelian bahan baku, dan rencana distribusi produk kepada konsumen. Operasi supply chain adalah melakukan kegiatan yang direncanakan seperti melakukan pembelian dan pengadaan bahan baku, melaksanakan proses produksi, melakukan penyimpanan produk, dan akhirnya melakukan transportasi produk ke konsumen. Di sisi lain, kinerja manusia dipengaruhi oleh peralatan yang digunakan dan kondisi lingkungan kerja mereka. Hubungan antara kinerja supply chain dan kinerja manusia yang terlibat dalam supply chain kompleks karena kinerja manusia dipengaruhi oleh peralatan dan lingkungan kerja. Meningkatkan kinerja supply chain memerlukan perhatian pada aspek manusia. Meskipun manusia berperan penting dalam perencanaan dan operasi supply chain, penelitian yang membahas permasalahan ini secara komprehensif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek manusia dalam perencanaan dan operasi supply chain dalam rangka meningkatkan kinerja supply chain. Penelitian ini menggunakan studi kasus di dua perusahaan, mengidentifikasi jenis kesalahan manusia dalam perencanaan dan operasi supply chain, dan kemudian mengembangkan model perbaikannya. Model proses bisnis dipergunakan saat melakukan identifikasi kesalahan. Tahapan berikutnya melakukan identifikasi peran penting manusia dalam perencanaan dan operasi supply chain. Model perbaikan untuk mengurangi kesalahan dibentuk dengan logika dari model House of Quality (HOQ) dan membangun relasi antara kinerja supply chain, potensi kesalahan manusia, dan faktor yang mempengaruhi. Sebuah model simulasi kemudian digunakan melakukan analisis sensitivitas pada skenario perbaikan untuk mengurangi kesalahan. Hasil penelitian adalah jenis, pola, dan klasifikasi kesalahan manusia dalam perencanaan dan operasi supply chain. Model yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah model perbaikan untuk mengurangi kesalahan manusia yang dibangun dengan menggunakan logika dari model Quality Function Deployment (QFD). Model perbaikan ini mampu mengakomodasi penilaian manusia yang bersifat ambigu, yaitu menggunakan konsep fuzzy. Model analisis sensitivitas yang dibangun dengan simulasi Monte Carlo bisa dipergunakan untuk melengkapi model perbaikan dalam melakukan analisis kemungkinan perubahan prioritas aksi perbaikan. Pendekatan simulasi dipilih untu
    UAJY repository is based in ID
    Do you manage UAJY repository? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!