Kejadian kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cipatat pada tahun 2023 yaitu sebnayak 108 kasus baru. Puskesmas Cipatat tidak melakukan pemetaan pada laporannya jadi tidak diketahui autokorelasi satu daerah dengan daerah lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya autokorelasi persebaran penyakit menular tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cipatat dengan pendekatan indeks moran. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasi. Desain penelitian yang digunakan pada penelitan ini adalah kohort retrospektif dengan pendekatan spasial berbasis Indeks Moran. Teknik sampling yaitu 108 di ambil dari berkas rekam medis periode Januari sampai Desember tahun 2023, jumlah kasus TB tertinggi di desa Cipatat dengan 30 kasus, nilai periode prevalance rate tertinggi di desa Cipatat, distribusi kasus secara spasial dengan klasterisasi 4 level, desa dengan berada level tertinggi yaitu Cipatat dan Citatah, berdasarkan statistik spasial didapatkan bahwa terdapat karakteristik penyakit antar desa dengan nilai p-value 0,00 (pola sebaran klaster). Faktor tersebut masih terjadi karena faktor internal (masyarakat) dan eksternal (lingkungan), penelitian ini dapat di simpulkan bahwa terdapat autokorelasi prevalensi penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cipatat tahun 202
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.