Menelisik keberhasilan dalam sistem ketahanan pangan Indonesia berdasarkan prinsip “bottom up”

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Kementerian terdapat 15,8% kabupaten dan 4% kota di Indonesia masih memiliki IKP dalam kategori rendah. Sebagian kota/kabupaten dengan persentase rendah berada di wilayah timur Indonesia. Hal ini berarti pemerataan pangan di Indonesia masih belum tercapai. Tujuan riset ini untuk menganalisa keberhasilan ketahanan pangan di Indonesia. Metode: Penelitian  ini menggunakan metode kualititatif deskriprif melaui proses literature review untuk memahami berbagai data sekunder yang dimiliki. Proses analisis akan menghasilkan temuan mengenai kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Temuan: Penelitian ini menganalisis ketahanan pangan dengan tenuan sebagai berikut. Konsep ketahanan pangan di Indonesia dirasa sudah cukup baik dengan membertimbangkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan. Namun implementasi kebijakan ketahanan pangan perlu diperkuat dengan memperhitungkan aspek inovasi, konteks, kolaborasi, dan implementasi. Kesimpulan: Untuk itu diperlukan adanya  sinergi dan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang berkaitan dengan WEF nexus. Prinsip WEF nexus dengan konsep “bottom-up” memungkinkan pemerintah mengidentifikasi permasalahan secara faktual yang akan membangun solusi melalui kebijakan yang dapat diterima oleh masyarakat setempat

Similar works

Full text

thumbnail-image

Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability

redirect
Last time updated on 25/03/2025

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/