107,319 research outputs found
TINGKAT PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN(SUSTAINABILITY DISCLOSURE): ANALISIS PERBANDINGAN PERUSAHAAN KEUANGAN DAN PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI INDONESIA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dan perusahaan non keuangan di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di BEI dan perusahaan non keuangan yang terdaftar di JII tahun 2014-2015. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel 17 perusahaan keuangan dan 27 perusahaan non keuangan. Pengungkapan keberlanjutan diukur dengan menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI) G4. Teknik analisis data menggunakan analisis uji beda independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kesuluruhan pada tahun 2014 dan tahun 2015 terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan non keuangan. Pada tahun 2014 hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan keuangan, sedangkan pada tahun 2014 tidak terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan non keuangan di Indonesia. Kata kunci: Global Reporting Initiative G4, Pengungkapan keberlanjutan, peru
Analisis Keberkelanjutan USAhatani Tanaman Karet Di Lahan Gambut Terdegradasi: Studi Kasus Di Kalimantan Tengah / Analysis of the Sustainablility of Rubber Plantations Farming System in Degraded Peatland: a Case Study in Central Kalimantan
Analisis keberlanjutan USAhatani tanaman karet bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan dari aplikasi model USAhatani yang dikembangkan dalam suatu demplot pola tanam (intercropping) di lahan gambut terdegradasi, dengan tanaman pokok tanaman karet dengan tanaman sela nenas di antara tanaman pokok karet dan aplikasi amelioran, yang berlokasi di Desa/Kecamatan Jabiren, Pulangpisau (Kalimantan Tengah). Penelitian dilakukan dengan metode survei terstruktur dengan memilih 30 responden petani di sekitar demplot. Analisis dilakukan dengan pendekatan multidimensi (multidimentional scaling/MDS), meliputi dimensi sosial, ekonomi dan dimensi lingkungan. Tingkat keberlanjutan (Ikb) USAhatani tanaman karet di lahan gambut terdegradasi yang didasarkan pada nilai indeks keberlanjutan multidimensi di lokasi penelitian menunjukkan skala cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 66,69, artinya model USAhatani yang dikembangkan cukup berkelanjutan. Dengan kata lain bahwa model USAhatani tersebut memberi manfaat secara ekonomi, secara sosial dapat diterima masyarakat, dan secara ekologis tidak merusak lingkungan. Dimensi sosial lebih dominan menentukan keberlanjutan USAhatani yaitu kontribusi terhadap Ikb sebesar 72,65 dibanding dengan dimensi ekonomi dan lingkungan dengan kontribusi nilai masing-masing 68,11 dan 57,25. Faktor yang peka mempengaruhi keberlanjutan, meliputi: intensitas penyuluhan (dimensi sosial), kestabilan harga hasil petani pada saat panen (dimensi ekonomi), pH air di lahan USAhatani dan fluktuasi debit air di lahan petani (dimensi lingkungan/ekologi)
Analisis Keberlanjutan dan Pola Pengembangan Co-Operative Entrepreneurship Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A)
Pada tahun 2008 pemerintah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan(PUAP) yang disalurkan melalui Gapoktan sebesar 100 juta rupiah. Dana PUAP bertujuan sebagai stimulus agar dapat ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) untuk keberlanjutan pembiayaan untuk petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penumbuhan LKM-A dan keberlanjutan LKM-A berdasarkan pendekatan kelembagaan, finansialdan nasabah, serta mengembangkan pendekatan yang dibutuhkan LKM-A menuju Co-operative Entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM-A Gapoktan Sejahtera sudah memiliki keberlanjutan kelembagaan melalui manajemen organisasi dan skema pembiayaan selama satu musim tanam, keberlanjutan finansial didasarkan pada tingkat bunga/unit pinjaman lebih besar dari beban pembiayaan dan keberlanjutan nasabah melalui persepsi nasabah mengenai penyaluran, pemanfaatan dan pengembalian dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan). Pola pengembangan LKM-A menuju Co-operative Entrepreneurship diawali melalui proses penumbuhan LKM-A, analisis keberlanjutan berdasarkan pendekatan lembaga, finansial, nasabah untuk kemudian dikembangkan pola materi kurikulum kelompok kepada pelaku sentral yaitu Ketua Gapoktan, Ketua LKM-A, dan Ketua Kelompok Tani untuk mengikuti sekolah lapang yang terdiri dari pelatihan dan magang. Materi yang disusun disesuaikan potensi desa dan Sistem Informasi Pertanian yang disusun melalui kerjasama Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten dan Perguruan tinggi
Tingkat Kedinamisan Kelompok Wanita Tani dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha Tanaman Obat Keluarga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dinamika kelompok mendukung keberlanjutan USAha tanaman obat keluarga dan menganalisis faktor-faktor kedinamisan kelompok yang berhubungan nyata dengan keberlanjutan USAha tanaman obat keluarga. Penelitian lapang dilakukan di Kelompok wanita tani Benteng Sejahtera dan Puring Desa Benteng Kecamatan Ciampea dan Kelompok wanita tani Anggrek Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor mulai Agustus sampai dengan Oktober 2016. Populasi penelitian yaitu 62 orang yang mengembangkan USAha tanaman obat keluarga. Hasil penelitian ini yaitu 1) kelompok dalam mendukung keberlanjutan USAha tanaman obat keluarga secara keseluruhan cukup dinamis. 2) faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan USAha tanaman obat keluarga diantaranya tingkat pendapatan keluarga berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, intensitas penyuluhan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, keefektifan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, maksud terselubung berhubungan nyata dengan aspek ekonomi
CORPORATE GOVERNANCE MECHANISMS AND IMPRESSION MANAGEMENT THROUGH SUSTAINABILITY REPORT
The aim of the study was to analyze the influence of corporate governance
mechanisms on impression management through sustainability report. The corporate
governance mechanisms that were applied in this research are Proportion of
Independent Commissioner, Number of Board Commissioner Meetings, Board of
Commissioner Size, Audit Committee Meetings and Audit Quality. This research
adopted the GRI 4 to provide guidance in measuring selectivity, and used RGDI to
measure distortion. The population of this research was all companies listed in
Indonesia Stock Exchange and published their sustainability report in the year of
2012-2015. The total samples were 102 companies selected using purposive
sampling. This study was analyzed using Multiple regression analysis with SPSS 22.
The result of this study indicated that proportion of independent commissioner have
positive effect on selectivity. Meanwhile, number of board of commissioner meetings
and audit quality has negative effect on selectivity. However, there are no corporate
governance mechanisms used in this study affect the distortion. The limitation of this
study is that there is limitation of previous studies that examines the association of
corporate governance and impression management, especially for distortion variable
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Berbasis Agribisnis Jamu Ternak
Optimalisasi dalam persoalan ekonomi membutuhkan beberapa pendampingan dan penguatan yang meliputi: bidang produksi, pemasaran; manajemen dan administrasi, organisasi kelembagaan serta pengembangan sumberdaya manusia. Dengan demikian penguatan kegiatan kelembagaan ekonomi di bidang peternakan khususnya berbasis jamu ternak layak untuk dilakukan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengembangan sebuah kegiatan. Kesimpulan yang dihasilkan pemberdayaan peternak berbasis agribisnis jamu ternak akan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan resiko baik teknis, permodalan, serta pemasaran. Pemberdayaan dalam pengertian penguatan kelembagaan agribisnis juga meningkatkan sikap yang positif terhadap inovasi dan keberlanjutan usaha ternak yang dijalankan, serta tingkat ketrampilan yang lain dalam berusaha ternak. Kesimpulan yang dihasilkan adalah kelembagaan ekonomi berbasis agribisnis pada kelompok peternak kecil sangat diperlukan dalam upaya pemberdayaan dan keberlanjutan agribisnis, yang nantinya memberikan harapan baru kesejahteraan peternak. Disarankan model kemitraan merupakan alternatif yang strategis dalam penguatan kelembagaan
TINGKAT PENGUNGKAPAN KEBERLANJUTAN(SUSTAINABILITY DISCLOSURE): ANALISIS PERBANDINGAN PERUSAHAAN KEUANGAN DAN PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI INDONESIA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dan perusahaan non keuangan di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di BEI dan perusahaan non keuangan yang terdaftar di JII tahun 2014-2015. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sampel 17 perusahaan keuangan dan 27 perusahaan non keuangan. Pengungkapan keberlanjutan diukur dengan menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI) G4. Teknik analisis data menggunakan analisis uji beda independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kesuluruhan pada tahun 2014 dan tahun 2015 terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan non keuangan. Pada tahun 2014 hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan keuangan, sedangkan pada tahun 2014 tidak terdapat perbedaan tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan keuangan dengan perusahaan non keuangan di Indonesia. Kata kunci: Global Reporting Initiative G4, Pengungkapan keberlanjutan, perusBanda Ace
Apakah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Masih Mampu Berperan dalam Penanganan AIDS di Indonesia tanpa Dukungan INISIATIF Kesehatan Global?
Keberadaan Inisiatif Kesehatan Global (Global Health Initiative – GHI) telah mampu memobilisasi program-program penanggulangan HIV dan memberikan penguatan pada sistem kesehatan dan partisipasi masyarakat sipil di negara-negara penerima bantuan, termasuk bagi Indonesia.
Dukungan dari GHI selain memberikan efek yang positif, namun ternyata juga memberikan tantangan tersendiri terkait dalam sistem kesehatan maupun dalam peran dan keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS). Walaupun beberapa OMS telah mulai memikirkan dan melakukan upaya- upaya untuk mempertahankan keberlanjutan program dan lembaganya, masalah dapat timbul pada sebagian besar OMS yang masih bergantung pada GHI jika lembaga donor yang menjadi sponsor utama GHI berhenti mengucurkan dana sumbangannya kepada suatu negara atau OMS-OMS tersebut.
Kertas kebijakan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi baik untuk pihak donor, pemerintah dan OMS yang mengarah pada keberlanjutan keberadaan dan peran lembaga/program yang dijalankan oleh OMS
Konsep Mixed-use Building dan Central Business District sebagai Alternatif Penataan Bangunan dan Kawasan untuk Keberlanjutan Kota
Perkembangan kota Jakarta yang sangat pesat dan peningkatan jumlah kependudukan sejak 30 tahun terakhir, berdampak pada perkembangan bisnis dan pertumbuhan bangunan di pusat kota dan sekitarnya (Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi). Ruang kota yang semakin padat, tata letak bangunan yang tidak teratur, sirkulasi lalu lalang kendaraan dan manusia yang sangat padat mengakibatkan kemacetan di sana sini dan ketidaknyamanan beraktivitas di dalam kota. Untuk memecahkan masalah tersebut dan menjaga keberlanjutan Jakarta sebagai kota masa depan yang effisien, ekonomis dan nyaman, diperlukan disain tata letak bangunan dan kawasan yang kompak dan effisien dalam sebuah kota sehingga penggunaan ruang beraktivitas dan jalur sirkulasi yang lebih effisien dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsep Mixed-Use Building dan Central Business District sebagai allternatif penataan bangunan dan kawasan untuk keberlanjutan kota. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, diawali dengan melakukan studi literatur dan kemudian lanjut studi pengamatan ke lapangan aplikasi Mixed- Use Building dan Central Business District (CBD) yang telah ada. Kemudian dianalisis dan sintesis untuk menghasilkan model Mixed-Use Building dan Central Business District. Model ini kemudian diaplikasikan dalam sebuah studi kasus mixed use building di Tangerang Selatan dan CBD di Cawang Jakarta, sebagai alternatif konsep penataan bangunan dan kawasan untuk keberlanjutan kota masa depan. Hasil dari penelitian ini adalah konsep Mixed- Use Building dan Central Business District yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kota
- …
