Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Partisipasi Politik Perempuan Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak Tahun 2018 di Kecamatan Pontianak Barat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui data sekunder dan wawancara secara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal dan dokumen dari istansi terkait, sedangkan wawancara mendalam dilakukan dengan mewawancarai beberapa informan yaitu, Camat Kecamatan Kecamatan Pontianak Barat, Komisi Pemilihan Umum, rigur perempuan yang terlibat didalam pemilihan Walikota pada tahun 2013, politisi partai, pihak akademisi. Pendekatan penelitian menggunakan penggolongan partisipasi politik klasifikasi dari berbagai tipe partisipasi politik yang didasarkan pada 9 dasar kategori yaitu 1) berdasarkan derajat kesukarelaan; 2) cara keterlibatan; 3) tahap dalam proses pembangunan terencana; 4) tingkatan organisasi; 5) intensitas dan frekuensi kegiatan; 6) lingkup liputan kegiatan; 7) efektifitas; 8) pelaku-pelaku yang terlibat; 9) perbedaan tujuan dan gaya partisipasi sebagaigamana menurut Dusseldorp (dalam Slamet, 2003:10-21). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pemilih pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2013 dipengaruhi oleh beberapa pendekatan yaitu: 1) Lingkup Liputan Kegiatan. Pendekatan ini yang paling mempengaruhi pada model perilaku pemilih perempuan yang memilih dari sisi lingkungan sekitar; 2) Derajat Kesukarelaan. Dari sisi kesukarelaan, pemilih perempuan tidak melihat lagi melalui partai mana yang menjadi kendaraan kandidat menuju kekuasaan untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya; 3) Efektifitas. Pendekatan ini paling sering disoroti peneliti. Adanya rasa kecewa terhadap masing-masing kandidat yang mengakibatkan pemilih untuk memilih karena untung rugi
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.