REDESAIN MESIN PRESS BATAKO MOVEABLE UNTUK PERBAIKAN POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)

Abstract

Toko Batako Press Karya Sepakat bergerak pada produksi batako, paving block, dan gorong-gorong. Permasalahan yang terdapat pada proses pembuatan batako tersebut adalah pada penggunaan mesin press batako moveable. Operator bekerja dengan posisi berlutut dan membungkuk, dengan kepala terus-menerus tertunduk, maka postur badannya selama proses pembuatan batu bata dinilai tidak tepat. Postur kerja seperti ini harus dicegah untuk menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini yaitu memperbaiki postur kerja pada saat melakukan pencetakkan batako dengan merancang dan membuat alat untuk meratakan adonan semen dalam pembuatan batako sesuai antropometri untuk menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Keluhan operator dipastikan menggunakan pendekatan Nordic Body Map, dan posisi tubuh operator pada saat pencetakan batu bata diperiksa menggunakan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan membuat usulan perbaikan desain pada alat dalam mencetak batako sehingga operator dapat merasa lebih nyaman, serta dapat mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat terjadi pada operator. Berdasarkan temuan keluhan NBM, terdapat kondisi yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri hebat di total 17 area tubuh. Hal ini disebabkan oleh postur kerja yang tidak tepat. Postur kerja statis dengan rincian lengan bawah (lower arm) bernilai 3 warna merah, otot (muscle) bernilai 1 warna merah, pergelangan tangan dan lengan (wrist and forearm) bernilai 5 warna jingga, batang tubuh (body) bernilai 5 warna merah, bagian leher, badan, dan kaki bernilai 8 yang berwarna merah merupakan hasil pengolahan data postur kerja pada kondisi saat ini menggunakan RULA. Data ini menghasilkan skor akhir RULA 7 dengan warna merah. Hasil perbaikan dari data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi perubahan skor RULA yang semula bernilai 7 dengan warna merah berubah menjadi bernilai 4 dengan warna kuning. Postur tubuh forearm (lengan bawah), muscle (otot), trunk (tubuh), neck (leher), dan leg (kaki) yang awalnya berwarna merah mengalami perubahan menjadi berwarna hijau. Pengukuran antropometri yang dilakukan, didapatkan 2 dimensi tubuh yang digunakan sebagai ukuran pada perancangan alat baru, yaitu tinggi siku berdiri dan lingkar tangan menggenggam. Kata kunci: Anthropometri, Ergonomi, MSDs, NBM, RUL

Similar works

This paper was published in Jurnal TIN Universitas Tanjungpura.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.