Pemilihan supplier memiliki peran penting dalam memenuhi ketersediaan bahan baku pada suatu perusahaan untuk melakukan proses produksi dengan mempertimbangkan beberapa kriteria penilaian. PT XYZ merupakan perusahaan industri yang membutuhkan strategi pemilihan supplier untuk mengoptimalkan kegiatan pembelian BOKAR, sehingga meminimalkan risiko terjadinya keterlambatan, kekosongan, dan ketidaksesuaian kualitas pada proses pengadaan BOKAR. Metode yang diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Tujuan penggunaan metode AHP yaitu untuk menghasilkan nilai bobot kriteria dan sub kriteria pemilihan supplier dan dilanjutkan dengan metode SAW untuk menentukan urutan prioritas dari alternatif supplier BOKAR. Hasil pemilihan supplier BOKAR yang dapat menjadi prioritas utama bagi PT XYZ, yaitu S8 dengan nilai akhir sebesar 0,884. Kemudian, untuk prioritas kedua dan ketiga terdiri dari S7 dengan nilai akhir sebesar 0,827 dan S6 dengan nilai akhir sebesar 0,807. Prioritas terakhir yaitu S1 dengan nilai akhir sebesar 0,732. Selain itu, untuk urutan kriteria terpenting pada pemilihan supplier BOKAR yaitu kualitas, jaminan dan klaim, harga, kuantitas, pembayaran, serta pengiriman. Berdasarkan prioritas kriteria dan pemeringkatan supplier tersebut dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembelian BOKAR sehingga diharapkan dapat mendukung kegiatan pengadaan bahan baku di PT XYZ. Kata Kunci : Analytical Hierarchy Process, BOKAR, Simple Additive Weighting, Supplie
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.