Perancangan identitas visual kemasan ini bertujuan untuk memenuhi standar
pelabelan, sehingga dapat bersaing pada pasar yang lebih luas untuk
memaksimalkan penjualan. Perancangan ini menggunakan 5 tahapan design
thinking yakni emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Riset dilakukan
dengan mengumpulkan data terkait informasi produk dan pelabelan melalui kajian
literatur, observasi lapangan dan wawancara yang kemudian dianalisis. Sehingga
diperoleh acuan dalam menyelesaikan perancangan. Hasil dari perancangan ini
berupa identitas visual kemasan dengan konsep minimalis dan modern dengan
nuansa tradisional yang menggunakan tema warna terang dengan menggunakan
perpaduan warna ungu bawang merah dan kuning kecokelatan. Pada bagian depan
kemasan menampilkan logo merek dagang, nama produk, tagline produk, foto
produk, ilustrasi pendukung, dan informasi berupa nomor izin edar, logo halal,
nomor sertifikasi halal, nama produsen, alamat produsen, berat produk, kode
produksi serta kadaluwarsanya. Pada bagian belakang produk menampilkan nama
produk, ikon ‘buang sampah pada tempatnya’, ikon gerakan nasional bangga buatan
Indonesia, barcode harga, qr code nomor izin edar, tempat untuk mencantumkan
kode produksi dan tanggal kadaluwarsa, dan informasi berupa kandungan nilai gizi,
komposisi, deskripsi produk, klaim produk, dan himbauan. Yang kemudian
diaplikasikan pada kemasan standing pouch berukuran 13x20 cm dengan material
utama alluminium foil.
Kata kunci : Identitas Visual, Kemasan, Bawang Goreng, IKM, Standing Pouc
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.