80,586 research outputs found

    PAKAN APUNG ARTIFASIAL UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE PENGARUH NAIC DAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DENGAN METODE FCR (FEED CONVERSION RATIO)

    No full text
    Lele merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. Kebutuhan lele yang terus meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan pakan lele. Mahalnya pakan lele mendorong untuk membuat pakan artifasial lele yang efisien dan optimal, dengan komposisi yang sesuai dan kandungan nutrisi yang tepat agar dihasilkan lele yang berkualitas. Tujuan ditambahkan NOPKOR agar lele dapat tumbuh secara optimal dalam waktu yang cepat dan sedangkan NAIC agar lele kebal terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi lele dari segi kesehatan, pertumbuhan, dan konversi pakan yang sesuai untuk mencapai FCR (Feed Component Ratio)

    PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEONG MAS (Pomaceae canaliculata) PADA PAKAN TERHADAP RASIO KONVERSI PAKAN, RETENSI PROTEIN DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

    Get PDF
    This research executed in laboratory indoor faculty of husbanry - fishery in university muhammadiyah of Malang on 1 - 28 Decembers 2008. Intention of this research to know substitution influence of flour keong fish with flour keong mas ( Pomacea canaliculata) at feed to feed conversion ratio, retention of protein and fish protein efficiency ratio lele dumbo ( Clarias gariepinus). Method applied is experiment method and design of experiments applied is completely randomized design ( RAL) with 5 treatment that is: comparison of substitution of flour keong mas with fish meal is p1 0 % : 100 %, p2 25 % : 75 %, p3 50 % : 50 %, p4 75 % : 25 %, p5 100 : 0 % and each repeated 3 times. Result of research shows flour keong mas as substitution of fish gives result influential very real to feed conversion ratio ( FCR), retention of protein ( RP) and protein efficiency ratio ( REP) fish lele dumbo ( Clarias gariepinus). Test result bnt ( smallest reality difference) feed conversion ratio of fish lele dumbo shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. Treatment of p2 yields ratio value fcr is low by 2,68. Test result bnt for retention of fish protein lele dumbo shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. Treatment of p2 yields retention value of highest protein equal to 43,19%. test result bnt feed efficiency ratio shows treatment p1, p2 and p3 differs in to treatment of p4 and p5. treatment of p2 shows value is highest 1,25 %. Level of survival rate at treatment of p1 equal to 93,33%, treatment of p2 equal to 90%, treatment of p3 and p5 83,33 and treatment of p4 equal to 80%. To obtain maximum result at feed conversion ratio, retention of protein and protein efficiency ratio and can cost effective feed production better apply is feed with substitution of flour keong mas equal to 50%

    Perancangan Komunikasi Visual Untuk Mempromosikan Abon Lele Karmina Kepada Masyarakat

    Full text link
    Abon Lele Karmina merupakan abon hasil dari olahan ikan lele produksi UKM Karmina yang terletak dikampung lele Boyolali, Jawa Tengah. UKM Karmina merupakan UKM yang beranggotakan ibu-ibu kampungwisata lele yang menggunakan sistem zero waste dalam proses pengolahannya, sehingga tidak menimbulkanlimbah produksi yang dapat mencemari lingkungan. Kandungan kalori pada abon lele terbukti lebih rendahdibandingkan dengan abon olahan daging lain. Abon Lele Karmina yang diharapkan mampu menjadi oleh-olehkhas Kampung Lele Boyolali, ternyata kurang dikenal di masyarakat luar Boyolali, sehingga dibutuhkanperancangan komunikasi visual yang tepat untuk meningkatkan brand awareness pada Abon Lele Karmina.Perancangan tersebut diharapkan mampu menyampaikan pesan komunikasi yang tepat bahwa Abon LeleKarmina merupakan produk dari UMKM Karmina, oleh-oleh khas kampung wisata lele Boyolali yang memilikikandungan tinggi protein, omega 3, serta tanpa bahan pengawet

    MODEL MAKSIMISASI KEUNTUNGAN BUDIDAYA PEMBESARAN LELE (Clarias sp)

    Get PDF
    Budidaya ikan memiliki peranan stratejik dalam perekonomian Indonesia, karena kontribusinya dalam ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, termasuk usaha budidaya lele. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk optimalisasi usaha budidaya ikan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model maksimisasi keuntungan usaha budidaya ikan lele. Penelitian ini menggunakan model pertumbuhan ikan polinomial. Maksimisasi keuntungan dilakukan dengan melakukan penurunan pertama persamaan keuntungan terhadap waktu budidaya dengan hasil turunan pertama sama dengan nol. Hasil penelitian membuktikan bahwa model penelitian dapat diaplikasikan pada usaha budidaya ikan lele. Pada kasus penelitian ini, budidaya ikan lele mencapai keuntungan maksimal pada waktu budidaya 345 hari dengan keuntungan Rp. 5.411.512/siklus). Aquaculture has a strategic role in the economic of Indonesia, including catfish culture. Aquaculture has contribute to food resilience, employment supply and poverty reduction. So, optimalization of catfish culture is important. The aims of research was to develop a model of profit maximization that can be applied to catfish culture. This research used polynomial growth of fish. Profit maximization used the first derivative of profit equation to culture time equal to zero. This research proved that that model of research could be applied in the catfish culture. In this research, optimal culture time of 345 days produce the maximal profit (IDR 5 411 512 per cycle)

    Pembesaran Ikan Lele Dumbo Dalam Wadah Terpal Dengan Pemberian Probiotik Di Makassar

    Full text link
    Makassar mempunyai potensi lahan marginal dan tidak termanfaatkan sehinga baik untuk budidaya ikan lele. Kebutuhan ikan lele untuk konsumsi mengalami peningkatan sehingga dapat menjadi komoditas masa depan bagi masyarakat Makassar, karena warung kuliner lele bertambah jumlahnya. CV.Hasbi Jaya Putra mencoba melakukan budidaya pembesaran lele di lahan marginal di Desa Manggala, Makassar, namum dalam pelaksanaannya mengalami kegagalan produksi dengan rendahnya kelangsungan hidup ikan lele yang dipelihara. program IbM ini mencoba memberikan solusi agar kejadian tersebut dapat teratasi dengan melakukan percontohan budidaya ikan lele dalam wadah terpal dengan pemberian probiotik serta menerapkan manajemen budidaya ikan yang benar. metode yaitu studi literatur, metode penyuluhan, metode pendampingan, metode pembimbingan, dan metode demplot. Karya utama yang didapat oleh mitra berupa : demplot budidaya ikan lele; penyluhan manajemen budidaya ikan lele yang diaplikasikan pada mitra mulai dari : persiapan kolam, cara memilih benih lele, cara penebaran benih, pembuatan probiotik, cara pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan dan kelangsungan hidup, pengelolaan kualitas air, dan pengendalian penyakit dan penggunaan probiotik; membuat probiotik, dan produksi dengan kelangsungan hidup 70 % dengan berat-rata 125 gram/ekor

    Pengembangan USAha Olahan Lele di Kabupaten Boyolali

    Full text link
    Perkembangan USAha pembesaran lele dumbo di Boyolali telah diikuti berkembangnya industri Usaha Kecil dan Menengah pengolahan aneka produk lele. Usaha ini berdampak pada berdirinya USAha pengolahan berbahan baku lele diantaranya KUBE Karmina dan KWT Ngudi Mulyo. Produk olahan yang telah diproduksi antara lain abon lele, aneka kripsi dari kulit lele, sirip, tulang dan daging lele. Industri ini dapat sebagai pekerjaan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menambah penghasilan keluarga di daerah tersebut. Dalam perkembangannya, kedua kelompok mengalami masalah yang sama dalam pengirisan/perajangan kerupuk/daging lele dan kendala pemasaran. Tujuan pengabdian ini memperbaiki proses produksi dalam mengembangkan USAha pengolahan lele agar produknya lebih baik dan perluasan jaringan pemasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut diintroduksikan meat slicer dan perluasan jaringan pemasaran melalui media cetak dan penjalinan kerjasama dengan warung makan dan toko oleh-oleh. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah 1) hasil rajangan kerupuk sudah terstandar tetapi untuk keripik daging lele masih perlu perbaikan, 2) Perluasan jangkauan pemasaran mengarah pada rumah makan, 3) Terjadi peningkatan omset produksi maupun omset penjualan di masing-masing kelompok. Produk yang terstandar dapat menjamin kualitas sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk semakin meningkat

    Strategi Peningkatan Produksi Agroindustri Pembenihan Lele di Bogor

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi peningkatan kapasitas produksi agroindustri pembenihan lele di Bogor, 2) mengidentifikasi dan menetapkan elemen-elemen, seperti faktor/kriteria, aktor, tujuan, dan alternatif strategi yang memengaruhi dalam peningkatan kapasitas produksi USAha pembenihan lele, dan 3) merumuskan prioritas strategi bisnis dalam peningkatan kapasitas produksi agroindustri pembenihan lele dan kelangsungan operasionalnya. Metode analisis data menggunakan analytical hierarchy process dan focus group discussions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan peningkatan produksi agroindustri pembenihan lele di Bogor adalah modal dan pelaku utama dalam pembenihan peternak lele. Tujuan utama dari peningkatan pembenihan agroindustri produksi lele di Bogor adalah menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, strategi utama untuk memproduksi pembenihan ikan lele yaitu dengan pelatihan terhadap sumber daya manusia

    Imunitas Non-spesifik Dan Sintasan Lele Masamo (Clarias SP.) Dengan Aplikasi Probiotik Dan Dasar Kolam Buatan

    Full text link
    Lele masamo (Clarias sp.) merupakan lele varian baru yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan lele biasa. Salah satu keunggulannya yaitu pertumbuhan yang cepat sehingga lele masamo banyak diminati oleh pembudidaya. Penggunaan dasar kolam buatan pada budidaya lele masamo dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi. Namun, pemberian dasar kolam buatan dalam budidaya mengindikasi ikan mengalami stres. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu dengan pemberian imunostimulan seperti yang terkandung dalam probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian probiotik terhadap imunitas non-spesifik lele masamoyang dibudidayakan dengan menggunakan dasar kolam buatan. Rancangan penelitian menggunakan 2 perlakuan yaitu perlakuan pemberian probiotik dan tanpa pemberian probiotik dengan tiga kali ulangan. Penelitian berlangsung selama 45 hari dan diamati pada hari ke-0, hari ke-15, hari ke-30, dan hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh nyata terhadap total leukosit, persentase limfosit dan sintasan lele masamo (P0,05). Pemberian probiotik dalam pakan dan air budidaya mampu meningkatkan total leukosit dari 66.856 sel/mm3 menjadi 103.739 sel/mm3,persentase limfosit dari 68,7% menjadi 75%
    corecore