Rendahnya kemampuan gerak motorik halus dan menurunnya fungsi pendengaran menjadi hambatan bagi siswa tunarungu dalam berpendidikan. Pelaksanaan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus harus dirancang secara khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bermain seni angklung terhadap kemampuan auditori dan gerak motorik halus siswa tunarungu di SLB Negeri Cendono.
Kemapuan auditori dan kemampuan gerak motorik halus adalah kemampuan yang sebaiknya dikembangkan pada siswa untuk meningkatkan pendengaran dan kelihaian jari-jemari siswa. Pada penelitian ini peneliti melakukan eksperimen untuk meningkatkan kemampuan auditori dan kemampuan gerak motorik halus siswa melalui bermain seni musik angklung.
Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah “one group pre-test and post-test design” yaitu desain penelitian kuantitatif yang termasuk ke dalam salah satu metode pre-eksperimen. Penelitian ini menggunakan satu kelompok subjek tanpa diberlakukan kelas kontrol, karena pengujian penelitian dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test penelitian. Penelitian ini bertempat di SLB Negeri Cendono, dengan jumlah sampel 14 siswa tunarungu. Analisa data menggunakan Uji Paired Sample T-Test dengan uji prasyarat normalitas untuk melihat hasil signifikan dalam keberhasilan pengaruh bermain seni angklung terhadap kemampuan auditori dan gerak motorik halus siswa tunarungu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data memenuhi uji prasyarat normalitas dengan nilai signifikansi pre-test kemampuan auditori 0,346 dan nilai signifikansi pre-test kemampuan gerak motorik halus 0,074. Untuk hasil post-test kemampuan auditori dengan nilai signifikansi 0,115 dan post-test kemampuan kemampuan gerak motorik halus dengan nilai signifikansi 0,023. Sedangkan hasil hipotesis kemampuan auditori didapatkan nilai Sig.(2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Untuk hasil hipotesis kemampuan gerak motorik halus didapatkan nilai Sig.(2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05.
Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran alat musik angklung merupakan upaya yang efektif untuk merangsang pengembangan indera pendengaran pada siswa tunarungu. Pembelajaran alat musik angklung juga dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam pengembangan kemampuan motorik halus siswa. Semakin sering siswa bermain alat musik angklung maka kemampuan gerak motorik halus siswa semakin meningkat
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.