Pemetaan dan Analisis Pengelolaan Sampah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB: Mapping and Waste Management Analysis in The Special Economic Zone (SEZ) Mandalika, NTB

Abstract

One of the main tourist destinations in NTB Province currently is the Mandalika area, part of the Central Lombok region. This area is designated a Special Economic Zone (SEZ) based on PP Number 52 of 2014. Tourist visits increased drastically at the 2021 World Superbike (WSBK) event, and it is assumed that this will grow at the upcoming 2022 MotoGP event. An increase in the number of tourists has a positive and negative impact on the environment, along with increasing waste production. This research analyzed waste generation, composition, and effective waste management in the Mandalika SEZ. Analysis of waste production and composition will be carried out by referring to SNI 19-3964-1994 regarding methods for collecting and measuring samples of urban waste production and composition while analyzing waste management in the Mandalika SEZ, which was carried out by interview. The research results show that the average waste production in the Mandalika SEZ is 58.16 kg/Day. The most dominant waste composition is organic waste originating from food scraps, with an average of 39.56 kg/day, followed by the amount of plastic waste with an average of 16.41 kg/day. The smallest amount of waste at the research location is paper waste, with an average of 0.48 kg/day, and other waste is used diapers, with an average of 1.71 kg/day. The Waste Management Model shows that the average waste produced at the research location is 58.16 kg in one day. As a result of the indicators of waste production, in just one month, the waste production reached 1744.80 kg/day if it was not handled at all. Based on the research results, waste management modeling was produced by increasing public awareness, organic waste management using the Anaerobic Digestion Method and inorganic waste management using the recycling method. This modeling shows that the method applied can reduce waste production by up to 0.15%, namely 263.10 kg/day.Salah satu tujuan wisata utama di Provinsi NTB saat ini adalah Kawasan Mandalika yang merupakan bagian dari wilayah Lombok Tengah. Kawasan ini ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berdasarkan PP Nomor 52 Tahun 2014. Kunjungan wisatawan meningkat drastis pada gelaran Wolrd Superbike (WSBK) 2021 dan diasumsikan akan bertambah pada gelaran MotoGP 2022 mendatang. Pertambahan jumlah wisatawan tidak hanya menimbulkan dampak positif namun juga dampak negatif pada lingkungan seiring dengan bertambahnya timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan, komposisi dan pengelolaan sampah yang efektif di KEK Mandalika. Analisis timbulan dan komposisi sampah akan dilakukan dengan mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan sedangkan analisis pengelolaan sampah di KEK Mandalika dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata timbulan sampah di KEK Mandalika adalah 58.16 kg/Hari. Komposisi sampah yang paling mendominasi adalah sampah organik yang berasal dari sisa-sisa makanan dengan rerata 39.56 kg/hari, diikuti dengan jumlah sampah plastik dengan rerata 16.41 kg/hari. Sampah dengan jumlah terkecil di lokasi penelitian adalah sampah kertas dengan rerata 0.48 kg/hari dan sampah lainnya berupa popok bekas dengan rerata 1.71 kg/hari. Model Pengelolaan Sampah menunjukkan bahwa rerata timbulan sampah yang dihasilkan di lokasi penelitian adalah 58.16 kg dalam satu hari. Akibat indikator dari timbulan sampah maka hanya dalam kurun waktu satu bulan timbulan sampah sudah mencapai 1744.80 kg/hari jika tidak ditangani sama sekali. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan pemodelan pengelolaan sampah dengan peningkatan kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah organik dengan Metode Anaerobic Digestion dan pengelolaan sampah anorganik dengan Metode daur ulang. Pemodelan ini menunjukkan bahwa metode yang diterapkan dapat menekan timbulan sampah hingga 0.15% yakni 263.10 kg/hari

Similar works

This paper was published in PERENNIAL.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.