Sektor konstruksi memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja, salah satunya pekerjaan pembuatan beton. Beragam faktor dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja tersebut. Implementasi Job Safety Analysis (JSA) diperlukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan JSA sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja di CV Jati Kencana (JKB). Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 9 orang dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data hasil wawancara dan observasi dilakukan dengan analisa data secara deskriptif melalui tahapan analisis pada Job Safety Analysis dan dijabarkan berupa deskripsi serta penyajian data berupa narasi yang telah disesuaikan. Pekerjaan pembuatan beton terdiri dari 3 tahapan yaitu pra, proses, dan pasca produksi. Masing-masing memiliki potensi bahaya, tingkat risiko dari level sedang dan tinggi. Pengendalian risiko yang dilakukan sesuai hirarki pengendalian yang disesuaikan dengan risiko tiap pekerjaan. Belum adanya penerapan JSA di perusahaan, sehingga dengan pembuatan JSA masing-masing tahapan pekerjaan, potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya akan lebih terstruktur untuk upaya meminimalisir kecelakaan kerja. Usulan perbaikan yang dapat diberikan yaitu diperlukannya pemasangan rambu-rambu keselamatan, inspeksi lingkungan dan manajemen Keselamatan dan Keselamatan Kerja yang lebih terstruktur.
Kata Kunci : JSA, kecelakaan kerja, pembuatan beto
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.