Upaya guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan Konseling dalam habituasi akhlak Islami di SMK Diponegoro Sidoarjo

Abstract

Salah satu upaya dalam membentuk akhlak Islami adalah habituasi nilai disiplin pada siswa, yang dilakukan orang tua di dalam keluarga, maupun oleh guru di lingkungan sekolah. Penerapan akhlak religius atau keislaman ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran agama. Akan tetapi juga memerlukan bantuan dari pihak lain yang mampu memberikan motivasi untuk memiliki karakter keislaman. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian disini adalah dengan melakukan penelitian di lapangan degan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis penulis dalam penelitian di lapangan, dapat ditemukan kesimpulan bahwa Upaya guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan Konseling dalam habituasi akhlak Islami di SMK Diponegoro Sidoarjo bertumpu pada nilai-nilai dan ajaran Islam. Tujuannya agar siswa-siswi di sekolah tersebut di samping memiliki kecerdasan secara intelektual juga memiliki sikap dan pribadi yang luhur yang sesuai dengan visi misi sekolah dan tuntunan ajaran agama Islam. Program yang diterapkan dalam bentuk upaya program habituasi tersebut diantaranya ialah penerapan 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun), penerapan displin waktu dan berpakaian, infaq sosial, menjaga lingkungan sekolah dan kelas, sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, doa bersama setiap sebelum dan sesudah belajar, serta membaca al-Qur’an Hambatan yang ditemui antara lain: Hasil Habituasi kurang sempurna, belum hadirnya motivasi pada beberapa peserta didik, kurangnya keseriusan peserta didik dalam melaksanakan program habituasi, guru kelelahan dan tidak dapat menghandle kegiatan habituasi, kurangnya kesadaran orang tua, masih ditemukannya siswa yang terkendala dalam kemampuan membaca al-Qur’an. Jadi penulis menyarankan agar memberikan pemahaman terhadap siswa atau peserta didik tentang kegiatan pembiasaan (habituasi), meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam pelaksanaan program habituasi, berkoordinasi dengan walimurid atau orang tua siswa, meningkatkan sinergitas antara pihak-pihak yang terkait khususnya di sekolah

Similar works

This paper was published in Digital Library of UIN Sunan Ampel.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.