Kajian pembahasan tentang perjuangan Kiai Syamsuddin menegakkan agama dalam kesederhanaan, dimana uraian masalah dalam penelitian ini mencakup: Pertama, bagaimana gambaran umum masyarakat Ponorogo tahun 1925-1967? Kedua, bagaimana perintisan pondok pesantren Durisawo oleh Kiai Syamsuddin? Ketiga, bagaimana perjuangan Kiai Syamsuddin menegakkan agama dalam kesederhanaan? Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Kiai Syamsuddin menegakkan agama Islam ditengah masyarakat dan kondisi sosial-politik yang didominasi pemerintah kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan sosioliogis untuk menelistik peranan tokoh Kiai Syamsuddin dengan kedudukannya sebagai tokoh ulama dan juga sebagai pengasuh pondok pesantren hingga memberikan kontribusi yang besar dalam menegakkan ajaran agama Islam. Dengan begitu, kesimpulan dari penelitian ini adalah: Pertama, gambaran umum masyarakat Ponorogo kurun waktu 1925-1967 mengalami dinamisasi siklus naik turun yang signifikan. Problem utama yang ada di Ponorogo adalah keterbelakangan masyarakat akan ilmu pengetahuan agama dan wawasan kebangsaan yang sangat minim. Kedua, Perintisan pondok pesantren Durisawo berdasarkan pemikiran Kiai Syamsuddin yang mana pada saat itu masyarakat lokal Ponorogo, Durisawo khususnya sangat membutuhkan sebuah lembaga pendidikan yang dapat mencetak watak insani atau pribadi yang kokoh imannya serta bertaqwa kepada Allah SWT. Ketiga, Kiai Syamsuddin berjuang menegakkan agama Islam dalam kesederhanaan dengan perjuangannya mengintegrasikan peran pondok pesantren Durisawo dengan pihak-pihak luar Kiai Syamsuddin memiliki kapasitas sebagai Ulama sekaligus seorang entrepreneur dengan kompetensi yang tinggi. Tanpa meninggalkan kepribadian beliau yang rendah hati dan sederhana
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.