iANALISIS PRAKTIK JUAL BELI PADI DENGANSISTEM TEBAS DALAM PERSPEKTIF URF(Studi di Desa Srisawahan Kecamatan PunggurKabupaten Lampung Tengah Tahun 2021)

Abstract

xiABSTRAKANALISIS PRAKTIK JUAL BELI PADI DENGANSISTEM TEBAS DALAM PERSPEKTIF URF(Studi di Desa Srisawahan Kecamatan PunggurKabupaten Lampung Tengah Tahun 2021)Oleh: Rizky Febrina (NPM. 203140047)Jual beli merupakan suatu kegiatan rutinitas yang dilakukan setiapwaktu oleh semua masyarakat. Jual beli dengan menggunakan sistem tebasuntuk menjual padi mereka kepada penebas, Penebas melakukan transaksijual-beli dengan petani pada saat bulir padi sudah tampak tetapi belum layakpanen, dengan menyerahkan sejumlah uang sebagai uang muka (panjer) yangsudah disepakati bersama antar penjual dengan pembeli padi tebasan tersebutdengan cara menaksir hasil panen yang akan didapat berdasarkan luas tanah,jenis padi, kualitas dan juga kuantitas padi tersebut, jika dilihat pohon padiyang siap panen tersebut dirasa hasil panennya baik maka akan dibeli denganharga yang cukup tinggi, tetapi sebaliknya jika dirasa pohon padi tersebuttidak bagus atau banyak yang dimakan hama atau sejenisnya maka dibelidengan harga yang rendahJenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sumberdata dalam penelitian yaitu sumber data primer, sekunder dan tersier.Sedangkan teknik pengumpuan data menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian 1) Praktek akad jual beli padi di Desa Srisawahandengan sistem tebasan pada dasarnya memiliki kesamaan seperti transaksi jualbeli pada umumnya. Jika ditinjau dari rukun dan syarat jual beli sudahmemenuhi. Sedangkan ditinjau dari macamnya termasuk jual beli bai alma?dun. Sementara ditinjau dari akad jual beli sendiri merupakan akad tidakshahih atau batil karena akad yang dilakukan tidak sesuai yang diperjanjikandiawal kesepakatan kedua pihak. 2) Praktik jual beli padi sistem tebas sesuaidengan perspektif urf, jika ditinjau dari segi objeknya termasuk Urf fi?liy yangberkaitan dengan perbuatan biasa atau muamalah yang dilakukan olehmasyarakat. Jika ditinjau dari segi cakupannya, praktek jual beli padi sistemtebasan ini termasuk Urf al-khashsh yang bersifat khusus dan hanya berlaku diDesa Srisawahan saja. Sedangkan ditinjau dari segi keabsahannya termasukUrf fasid, karena pada dasarnya jual beli tersebut tidak diperbolehkan karenadalam unsur jual beli sendiri harus jelas dan pada transaksi ini adanya keragu-raguan dalam kadar dan sifat dari objek itu belum diketahui secara jelas.Kata Kunci: Jual beli Padi Dengan Sistem Tebas Dalam Perspektif Ur

Similar works

Full text

thumbnail-image

library.iaimnumetrolampung.ac.id

redirect
Last time updated on 06/07/2022

This paper was published in library.iaimnumetrolampung.ac.id.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.