Efek Imunomodulasi Ekstrak Etanol Kaempferia galanga terhadap Proliferasi Sel Limfosit Secara In Vitro

Abstract

Kaempferia galanga L. is a traditional medicine with antitumor properties, as indicated by its immunomodulatory activities. This study aimed to determine the effect of K. galanga on lymphocyte cell proliferation activity as an indicator of immunomodulatory properties. This study was conducted at the Indonesian Research Center for Veterinary Science (February to April 2018). The immunomodulatory activity of the extract was evaluated with an in vitro splenocyte proliferation assay. The assay was based on cellular enzymatic synthesis to transform the XTT from formazan tetrazolium as an indicator. The K. galanga extract was obtained by 96% ethanol extraction. The test was conducted in an aseptic condition, consisted of five treatment groups with three replications each.  Three groups of splenocyte cell culture, each with extract concentration of 2.5 µg.ml-1, 25 µg.ml-1, and 250 µg.ml-1, as well as a positive (Concanavalin A/Con A) and negative (cell only) control. The cell suspension (10x104 cells/ml) was distributed on 96-well plates and cultured following the treatment groups. The same five plates were made for five days of observation and retrieved daily by observing an Elisa reader at 450 nm. The extract of K. galanga at 2.5 µg.ml-1, 25 µg.ml-1, and 250 µg.ml-1 significantly (P <0.05) promoted splenocyte proliferation compared to control.  Therefore, it was expected that K. galanga has a high potential to be used as immunomodulators. Hence, further investigations should be done to clarify the mechanisms of the immunomodulatory effect of K. galanga as an antitumor in vivo.Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan obat tradisional yang dikenal bermanfaat sebagai antitumor yang diindikasikan dengan aktivitas imunomodulator.  Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanol K. galanga terhadap aktivitas proliferasi sel limfosit sebagai indikator aktivitas imunomodulator. Penelitian dilakukan di Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor mulai Februari sampai April 2018. Aktivitas imunomodulator dievaluasi dengan cara menguji kemampuannya dalam meningkatkan proliferasi splenosit in vitro. Metode ini menguji kemampuan enzim dalam sel untuk mentransformasi garam tetrazolium dari XTT menjadi produk berwarna biru yaitu formazan. Ekstrak kencur yang digunakan dalam penelitian ini diekstraksi dengan menggunakan etanol 96%. Uji dilakukan secara aseptis terdiri lima kelompok perlakuan masing-masing dengan tiga ulangan, tiga kelompok dengan ekstrak kencur pada konsentrasi 2,5 µg.ml-1, 25 µg.ml-1, dan 250 µg.ml-1, dan dua kelompok sebagai kontrol positif (Concanavalin A/Con A) dan negatif (hanya sel splenosit).  Uji ini menggunakan 10 x 104 sel/ml dalam media RPMI yang dimasukkan ke dalam lempeng sel kultur yang terdiri dari 96 lubang dan dikulturkan sesuai kelompok perlakuan.  Selanjutnya, dibuat 5 lempeng yang sama untuk pengamatan selama 5 hari. Setiap hari diambil 1 lempeng untuk diukur serapannya pada panjang gelombang 450 nm.  Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas proliferasi sel limfosit pada kelompok yang diberi ekstrak kencur yang berbeda nyata (P<0,05) jika dibandingkan dengan kelompok tanpa ekstrak kencur. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kencur berpotensi untuk dikembangkan sebagai imunomodulator. Oleh karena itu,  penelitian lebih lanjut tentang aktivitas imunomodulasi kencur yang berperan dalam eliminasi tumor secara in vivo perlu dilakukan

Similar works

Full text

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

redirect
Last time updated on 18/12/2021

This paper was published in Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.