'Universitas Sriwijaya - Pusat Inovasi Pembelajaran Unsri'
Abstract
Semakin baiknya perekonomian akan mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan
penjualan produk-produk keuangan,sehingga dapat menjadi peluang bagi masyarakat
untuk meningkatkan kesejahteraan dengan cara memanfaatkan produk-produk
keuangan tersebut sebagai sarana investasi.untuk melakukan itu, masyrakat dituntut
untuk memiliki kecakapan dalam dalam mengelola keuangan individu yang sering
disebut dengan literasi keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengetahui kontribusi literasi
keuangan terhadap tingkat utilititas produk keuangan pada masyarakat
Indonesia.Penelitian menggunaakn metode penelitian deskriftif dengan menganalisis
data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah dari survey literasi keuangan
yang dilakukan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) tahun 2013.
Hasil penelitian ini menemukan tingkat penggunaan produk keuangan
masyarakat masih sangat rendah jika dibandingkan dengan Negara ASEAN yakni
Indonesia berada dalam urutan dengan tingkat penggunaan produk keuangan yakni
sebesar 20%. Masyarakat Indonesia lebih memahami dan menggunakan produk
perbankan, sedangkan penggunaan produk yang lain masih rendah khususnya
penggunaan produk keuangan dalam bidang pasar modal masih sangat rendah yakni
2,32 %. Dan tingkat kecakapan atau kemampuan penggunaan produk keuangan
masyarakat Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN masih
rendah yakni berada diurutan ke 7.
Kondisi ini membutuhkan strategi peningkatan literasi keuangan yang dilakukan
sistematis dan terencana oleh berbagai pihak yang diinisasi otoritas Jasa keuangan
sebagai regulator sektor perbankan dan lembaga keuangan nonbank dengan
melibatkan berbagai pihak baik perguruan tinggi, sekolah, organisasi kemasyarakan
dan pemerintah daerah
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.