HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONAL DAN ETOS KERJA DENGAN EFEKTIVITAS KERJA GURU HINDU DI KECAMATAN SEPUTIH RAMAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi profesional gurudengan efektivitas kerja guru, hubungan antara etos kerja guru dengan efetivitas kerja gurudan hubungan antara kompetensi profesional dan etos kerja secara bersama-sama denganefektivitas kerja guru yang beragama Hindu di Kecamatan Seputih Raman Lampung Tengah.Penelitian dilakukan terhadap guru-guru yang beragama hindu di tujuh belas sekolah yangada di Kecamatan Seputih Raman, dengan jumlah populasi 90 orang guru denganmenggunakan metode survai. Data yang diperoleh melelui instrumen penelitian yang berupakuesioner dengan sekala Likert, yang terdiri dari 33 item untuk variabel Y, 54 item untukvariabel X1 dan 34 item untuk variabel X2. Hasil uji validitas instrumen terhadap 17 responden melelui perhitungan orthogonlmenunjukan bahwa pada taraf signifikasi ( ) 5% jika nilai korelsi (rhitung) lebih besar dari0,361 (rtebal), sedangkan untuk variabel Y perhitungan reliabilitas Alpha Cronbach, diperolehangka sebesar 0,907, variabel X1 diperoleh angka sebesar 0,946 dan X2 diperoleh angkasebesar 0,937. dengan demikian instrumen tersebut valid dan reliabel sehingga layakdigunakan untuk penelitian dan hasilnya dapat dipercaya. Melalui perhitungan validitas dan reliabilitas diperoleh kuesioner yang valid dan reliabel X1sebanyak 48 butir, X2 sebanyak 32 butir dan Y sebanyak 28 butir. Pengujian persyaratan analisis dilakukan dengan menggunakan uji normalis menggunakanShapiro-Wilk atau dengan rumus Kolmogorov-smirnov dengan taraf signifikasi = 0,05,dengan jumlah responden (n) sebanyak 60 orang. Perhitungan uji normalis dari data variabelkompetensi profesional sebesar 0,120 dan signifikasinya 0,032, sedangkan variabel etos kerjasebesar 0,182 dan signifikasinya 0,000, sedangkan variabel efektivitas kerja guru sebesar0,103 dan signifikasinya sebesar 0,186. Variabel kompetensi profesional dan variabel etoskerja signifikasinya > 0,05, sedangkan variabel efektivitas kerja guru signifikasinya < 0,05. Jadihasil perhitungan data untuk ketiga variabel tersebut berdistribusi normal. Begitu pula ujilinearitas regresi menunjukan hasil perhitungan uji linearitas (F) antara kompetensiprofesional (X1) dengan efektivitas kerja guru (Y) sebesar 49,338 dan signifikasinya 0,000adalah sangat signifikan pada < 0,05 atau 0,01. Uji linearitas (F) antara etos kerja (X2) denganefektivitas kerja guru (Y) sebesar 47,572 dan signifikasinya 0,000 adalah sangat signifikanpada < 0,05 atau 0,01. Berdasarkan hasil perhitungn tersebut pada tiap-tiap variabel adalahlinear. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antarakompetensi profesional guru dengan efektivitas kerja guru, dengan koefisien korelasi (ry1)sebesar 0,680 dan persamaan regresi linier : 0,087+0,613X1 serta kontribusi kompetensiprofesional guru terhadap efektivitas kerja guru sebesar 45,4%; 2) terdapat hubungan positifdan signifikan antara etos kerja dengan efektivitas kerja guru, dengan koefisien korelasi (ry2)sebesar 0,643 dan persamaan regresi linear = 13,374+0,761X2 setra kontribusi etos kerjaterhadap efektivitas kerja guru sebesar 40,3%; 3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi profesional dan etos kerja secara bersama-sama dengan efektivitas kerjaguru, dengan koefisien korelasi sebesar (ry12) sebesar 0,717 dan persamaan regresi linearganda = 9,152+0,407X1 +0,381X2 serta kontribusi kompetensi profesional dan etos kerjasecara bersama-sama terhadap efektivitas kerja guru sebesar 49,7%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin intensif kompetensiprofesional dan semakin tinggi etos kerja akan semakin tinggi pula efektivitas kerja gurutersebut. Hal ini menunjukan betapa pentingnya peran kompetensi profesional yang dimilikioleh seorang guru guna bagi peningkatan efektivitas kerja guru, serta betapa perlunyaseorang guru memiliki etos kerja yang tinggi sehingga efektivitas kerja guru akan semakintinggi pula. Oleh karena itu perlu ditingkatkan pelatihan guru-guru dan perlu dilakukan secaraterus menerus, berkesinambungan dan berelevansi. Juga Kepala Sekolah sebagai pimpinanharus selalu melakukan pengawasan dan pembinaan etos kerja guru dengan caramemberikan kebebasan untuk mengaktualisasikan dirinya dan memberikan penghargaansesuai prestasinya, karena secara dominan efektivitas kerja guru diperoleh dari sumbanganefektif etos kerja.Kata Kunci : Kompetensi Profesional, Etos Kerja, Efektivitas Kerja Guru

Similar works

This paper was published in Bina Manfaat Ilmu: Jurnal Pendidikan.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.