Efektifitas Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat Pada Erupsi G. Kelud 2014

Abstract

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api aktif di Provinsi Jawa Timur. Secara administratif termasuk ke dalam 3 kabupaten yaitu Blitar, Kediri dan Malang. Gunung Kelud telah mengalami 31 kali erupsi sejak tahun 1000 sampai tahun 1990. Erupsi-erupsi tersebut merenggut korban sekitar 15.000 jiwa. Erupsi tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.30 tersebut memuntahkan 150 juta meter kubik. Masyarakat berhasil merespon erupsi terbesar sepanjang sejarah tersebut tanpa korban . Mengapa masyarakat dan otoritas setempat mempunyai kemampuan merespon, sehingga dapat melakukan evakuasi kurang dari 2 jam, sejak pukul 21.15 hingga 22.30? Analisis terhadap proses membangun ketangguhan masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki unsur utama sistem peringatan dini. Empat unsur tersebut adalah (1) pengetahuan tentang risiko, (2) pemantauan dan pelayanan peringatan, (3) penyebarluasan dan komunikasi, (4) kemampuan merespon masyarakat. Jangkar Kelud merupakan CBDMO penting di tingkat komunitas dalam memenuhi empat unsur tersebut. Kata Kunci : Sistem Peringatan Dini Kelud, Erupsi Kelud 2014, Manajemen Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK

Similar works

Full text

thumbnail-image

UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Institutional Repository

redirect
Last time updated on 17/10/2019

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.