HUBUNGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK DENGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK, RAUDLATUL ATHFAL
DHARMA WANITA PERSATUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Masalah penelitian ini bertujuan mengetahui: 1) Kemampuan komunikasi orang tua dan anak; 2)
Kemampuan bahasa anak; 3) Hubungan kemampuan komunikasi orang tua dan anak dengan kemampuan bahasa
Anak. Pada peserta didik RA DWP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan dengan
pendekatan kuantitatif explanatory dan asosiatif, menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan
instrument angket dan dokumentasi Rapport. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dan peserta
didik RA DWP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun pelajaran 2015/2016, berjumlah 47 orang. Teknik
pengumpulan data primer variable kemampuan komunikasi orang tua dan anak dengan menggunakan angket,
sedangkan kemampuan bahasa anak dengan dokumentasi Rapport. Angket yang digunakan telah dievaluasi
validitasnya dengan analisis product moment dan reliabilitas dengan teknik Cronbach Alpha, semua
pertanyaan valid ( r 0.3) dengan tingkat reliabilitas yang dapat diterima (alpha cronbach 0.7).
Kemampuan komunikasi orang tua dan anak di RA DWP UIN Sunan Kalijaga dapat disimpulkan menjadi
empat indikator. Buktinya yaitu Protektif, Laizze-faire,
Pluralistik dan Konsensual. Terdapat dua indikator komunikasi yang dominan yaitu
Pluralistik dan Konsensual dengan prosentase sama sebesar 48,9% kedua indikator ini mempunyai
orientasi kepatuhan yang tinggi.
Kemampuan bahasa anak di RA DWP UIN Sunan Kalijaga dapat disimpulkan
bahwa hasilnya memadai. Buktinya yaitu kategori Mulai Berkembang berjumlah 4,26%, kategori
Berkembang Sesuai Harapan sebesar 51,06% dan kategori Berkembang Sangat Baik sebesar 44,68%.
Ada hubungan antara kemampuan komunikasi orang tua dan anak di RA DWP UIN Sunan Kalijaga. Hal
ini dibuktikan oleh hasil uji korelasi yang
menunjukkan adanya hubungan positif signifikan variabel kemampuan komunikasi orang tua dan anak
dengan kemampuan bahasa anak sebesar r = 0.531 dengan p =
0.001 sehingga p 0.05.
Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi orang tua dan anak
memiliki hubungan positif signifikan dengan
kemampuan bahasa peserta didik RA DWP UIN Sunan Kalijaga. Artinya semakin baik kemampuan komunikasi
orang tua dan anak, maka semakin baik pula kemampuan bahasa anak. Hal ini menguatkan teori Rae
Sedwig dalam tulisan Febriyani, Kismiati, dan Aristi, bahwa komunikasi keluarga melibatkan suatu
proses menggunakan kata-kata, gerakan tubuh (gesture), intonasi suara, melibatkan suatu
tindakan yang menghasilkan pencitraan, melibatkan perasaan dengan maksud mengajarkan, mempengaruhi
anggota keluarga dan memberikan pemahaman terhadap suatu hal. Dapat dikatakan bahwa komunikasi
keluarga adalah komunikasi yang dilakukan oleh antar anggota keluarga yang dilakukan secara
langsung (face to face) dan setiap anggota keluarga yang melakukan komunikasi dapat berperan
sebagai
komunikan maupun komunikator
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.