Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Digilib UIN Sunan Kalijaga
Not a member yet
    46602 research outputs found

    STRATEGI GURU DALAM MELATIH KEMANDIRIAN ANAK KELOMPOK A DI RAUDHATUL ATFHAL ‘AISYIYAH YANGGONG PONOROGO

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi awal yang menunjukkan bahwa dari 15 anak Kelompok A, terdapat 4 anak yang masih belum mandiri dalam aktivitas sederhana seperti memakai sepatu, menyelesaikan tugas, atau ke toilet. Pentingnya penelitian ini juga didasari oleh fakta bahwa masa usia dini (0-6 tahun) merupakan periode emas (golden age) dalam pembentukan kemandirian anak, di mana perkembangan otak terjadi sangat pesat, dan kemandirian merupakan fondasi penting bagi kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui strategi guru dalam melatih kemandirian anak kelompok A di RA ‘Aisyiyah Yanggong Ponorogo, (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melatih kemandirian anak kelompok A di RA ‘Aisyiyah Yanggong Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2025 yang bertempat di RA ‘Aisyiyah Yanggong Ponorogo. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 kepala sekolah, 1 guru kelompok A dan 4 wali murid. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama: (1) Pemberian kebebasan dalam batasan, dimana anak diberikan kesempatan untuk memilik aktivitas yang ia sukai, (2) Penerapan praktik kehidupan sehari-hari (Partical Life), seperti merapikan mainan, memakai sepatu, menyelesaikkan tugas atau toilet training, (3) Memberi contoh yang tepat (Modelling), memberikan contoh prilaku mandiri. Faktor pendukung meliputi pola asuh demokratis dari orang tua dan apresiasi guru, sedangkan faktor penghambat kurangnya dukungan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang konsisten dan motivasi guru serta orang tua berperan penting dalam membangun kemandirian anak

    PENGARUH RELIGIUSITAS DAN AKUNTABILITAS LEMBAGA PENGELOLA ZAKAT TERHADAP NIAT ZAKAT MAAL DI BAZNAS KABUPATEN PANGANDARAN DENGAN KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI: (STUDI KASUS PADA NELAYAN)

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of religiosity and accountability of zakat management institutions on the intention to pay maal zakat to fishermen at BAZNAS Pangandaran Regency, with trust as a moderating variable. Using a quantitative approach, primary data were collected through questionnaires with a non-probability sampling method with a purposive sampling approach. Variables were measured using a Likert scale, and the number of samples in this study were 122 respondents. Data analysis was carried out using Partial Least Square (PLS) regression analysis with SmartPLS version 3.0 software, including Outer Model and Inner Model tests and hypothesis testing. The results showed that religiosity has a positive and significant effect on maal zakat intention. Accountability has a positive and significant effect on zakat intention. Trust positively moderates the relationship between religiosity and zakat intention. Conversely, trust negatively moderates the relationship between accountability and zakat intention

    ANALISIS PENGARUH ZAKAT INFAQ SHADAQAH (ZIS), SUKUK, DAN SAHAM SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2011-2020

    Get PDF
    This study aims to examine the impact of Islamic financial instruments Zakat, Infaq, Shodaqah (ZIS), Sukuk, and Islamic equities on Indonesia’s economic growth over the period 2011 to 2020. The analysis is based on secondary time series data sourced from official institutions, including Statistics Indonesia (BPS), the National Board of Zakat (BAZNAS), dan the Financial Services Authority (OJK). The study employs multiple linear regression analysis, accompanied by classical assumption testing, and the data are processed using EViews version 11. The empirical findings reveal that, collectively, ZIS, Sukuk, and Islamic equities exert a positive and significant influence on economic growth. In terms of individual contributions, Sukuk and Islamic equities demonstrate a statistically significant positive effect, whereas ZIS does not exhibit a significant impact. The model's Adjusted R-squared value of 0.934132 indicates that 93,41% of the variation in economic growth can be explained by the selected variables. These results highlight the important role of Islamic financial instruments in fostering national economic development. This research contributes to the growing body of literature in Islamic economics and supports efforts to further optimize the use of Islamic finance in Indonesi

    PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, DAN OPERATIONAL PERFORMANCE EFFICIENCY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

    Get PDF
    The purpose of this study is to analyze the effect of corporate social responsibility disclosure, managerial ownership, dividend policy, and operational performance efficiency on the company's value in manufacturing companies on the IDX for the 2018-2023 period. The type of quantitative research uses secondary data with purposive sampling method and a sample of 171 observational data processed using Eviews 13. The results of this study prove that corporate social responsibility has a significant negative influence on company value. The results of the test of the variables of managerial ownership and operational performance efficiency had insignificant results on the company's value. Meanwhile, dividend policy variables have a significant effect on the company's value

    STRATEGI KETAHANAN KELUARGA DI KALANGAN MASYARAKAT NELAYAN (STUDI KELUARGA NELAYAN KELURAHAN BLIMBING KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

    Get PDF
    Kehidupan keluarga nelayan di Kelurahan Blimbing menghadapi tantangan khusus saat pergantian musim. Para kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan terpaksa mengadopsi strategi nafkah ganda, mengingat profesi utama mereka terhenti. Hal ini menuntut mereka untuk mencari sumber pendapatan alternatif agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Transisi dari profesi nelayan ke profesi lainnya ini jelas akan berdampak pada pola relasi yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga keluarga nelayan. Kedua aspek itu, baik pola nafkah dan pola relasi yang diadopsi oleh suatu keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap sebuah ketahanan dan keberlangsungan rumah tangga. Berawal dari fenomena itulah yang menjadikan landasan untuk melakukan penelitian terhadap tema ini. Penelitian ini ingin mengekplorasi lebih dalam tentang strategi ketahanan keluarga nelayan Kelurahan Blimbing di saat terjadi pergantian musim. Dalam penelitian ini akan mengupas alasan mengapa keluarga nelayan Kelurahan Blimbing memilih pola nafkah ganda sebagai strategi ketahanan keluarga serta bagaimana pola relasi keluarga nelayan Kelurahan Blimbing dalam menjaga ketahanan keluarga. Penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan (Field Research) dengan deskriptif-analisis sebagai sifat penelitiannya. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan sosiologis dengan teori Mubādalah, struktural fungsional Talcot Parsons dan teori pola relasi scanzoni. Sumber data yang digunakan ialah data primer (hasil wawancara) dan data sekunder (literatur yang berkaitan). Adapun teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa alasan para nelayan melakukan pola nafkah ganda ialah mencukupi kebutuhan keluarga, mengisi waktu luang, bentuk tanggung jawab sebagai kepala keluarga, serta untuk menyalurkan hobi. Sehingga upaya keluarga nelayan di Kelurahan Blimbing dalam melakukan pola nafkah ganda demi memenuhi kebutuhan keluarga apabila dianalisis dengan teori Mubādalah maka hal tersebut sejalan dengan konsep teori Mubādalah. Sedangkan pola relasi yang dilakukan oleh keluarga nelayan Blimbing demi menjaga ketahanan keluarga mereka ialah dengan berbagai cara. Seperti menjaga komunikasi yang baik, rasa saling percaya (trust), saling mendukung dan menguatkan, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta adanya kasih sayang. Sehingga apabila pola tersebut dianalisis dengan empat skema AGIL Talcott Parsons, maka menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memenuhi seluruh aspek yang diperlukan untuk mempertahankan struktur keluarga mereka. Serta apabila dianalisis menggunakan empat konsep relasi skema Scanzoni yang terdiri dari owner property (istri milik suami), head complement (pelengkap suami), senior-junior partner (mitra pasangan), serta equal partner (pasangan setara). Maka dapat disimpulkan bahwa dari 10 keluarga nelayan 5 diantaranya tergolong dalam senior-junior partner. 3 keluarga tergolong head complement. Serta sisanya termasuk dalam owner property dan equal partner

    PUISI JALALUDDIN RUMI ATAS PENAFSIRAN AYAT-AYAT SUFISTIK QS. ADZ-DZARIYAT [51]: 22 DAN QS. AL-MULK [67]: 2 (ANALISIS HERMENEUTIKA)

    Get PDF
    Tafsir isyari lebih menekankan pada makna batin dan sering kali dianggap mengabaikan makna lahiriah dari teks suci al-Qur'an. Hal ini bisa menyebabkan hasil penafsiran yang tidak teratur dan berpotensi keluar dari pemahaman religius. Termasuk pemikiran Jalaluddin Rumi seorang sufi memiliki pendekatan sufisme yang unik, berbeda dari para sufi lain semasanya. Dalam sufisme Rumi, terdapat nuansa khas diekspresikan melalui puisi dengan padat makna dalam menafsirkan ayat suci al-Qur’an. Namun, usaha Rumi dalam menafsirkan teks suci al-Qur’an tidak diterima dengan baik di kalangan Muslim, bahkan mereka masih berusaha memperdebatkannya. Seperti ketika Rumi menafsirkan QS. Adz-Dzariyat [51]: 22 “sebab-sebab datangnya rezeki” dengan konsep "jamuan rahasia atau jamuan rohani" dan QS. Al-Mulk [67]: 2 menganggap “kematian atau ujian” sebagai "rahmat Tuhan." Penjelasan ini dapat dianggap menyimpang dari pemahaman tradisional yang lebih konvensional. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor apa yang melatarbelakangi serta bagaimana korelari puisi Jalaluddin Rumi terhadap kedua ayat tersebut, sehingga bisa digunakan sebagai validitas dan otoritas tafsir yang tidak sejalan dengan pandangan para mufassir lainnya. Penelitian ini dikategorikan kajian kepustakaan (library research) yang sumber primernya diambil dari buku Sharh e Jaame’ e Masnavi e Ma’navi dan sebagai data pendukungnya diambil dari berbagai karya ilmia terdahulu. Di antaranya: artikel, jurnal, buku, dan lainnya. Data yang sudah terkumpul akan dikelompokkan, sehingga informasi yang diterima menjadi komprehensif. Dilanjutkan dengan analisis data penulis menerapkan teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer dijadikan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Adapun penerapan teori Hans-Georg Gadamer berfungsi menjawab permasalahan yang penulis ajukan pada penelitian ini yaitu faktor apa yang melatarbelakangi serta menjelaskan bagaimana adanya korelasi hasil dari proses integrasi antara horizon pemahaman Jalaluddin Rumi dan horizon teks asli yang terjadi pada proses penafsiran, dan bisa digunakan sebagai indikator keabsahan dan otoritas atas penafsiran ayat-ayat sufistik QS. Adz-Dzariyat [51]: 22 dan QS. Al- Mulk [67]: 2. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa faktor yang melatarbelakangi puisi Jalaluddin Rumi atas penafsiran QS. Adz-Dzariyat [51]: 22 dan QS. Al-Mulk [67]: 2 yaitu melalui ajaran taswufnya cenderung mengajarkan kepada pensucian diri dan latihan-latihan rohani yang disajikan dalam bentuk syair. Rumi sebagai penyair terkenal dan seorang sufi tidak mengabaikan makna asli, namun lebih cenderung memahami makna yang tersembunyi dari sebuah teks ayat suci al-Qur’an. Melalui pra-pemahaman Jalaluddin Rumi pada QS. Adz-Dzariyat [51]: 22 dan QS. Al- Mulk [67]: 2 terdapat korelasi yang amat penting, dari pemikiran Rumi dan ayat tersebut menyampaikan gagasan bahwa rezeki dan janji Tuhan baik suka maupun duka, merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk membimbing umat-Nya kepada ketaatan. Terkait keabsahan puisi Jalaluddin Rumi atas penafsiran ayat-ayat sufistik QS. Adz-Dzariyat [51]: 22 dan QS. Al-Mulk [67]: 2, dapat dipastikan benar. Sebab, Rumi masih tetap mempertahankan makna asli dari kedua ayat itu. Rumi dalam puisinya hanya menggambarkan rezeki tidak selamanya berbentuk fisik seperti harta benda atau lain sebagainya. Rezeki juga bisa berupa jamuan rahasia atau jamuan rohani yaitu sesuatu yang tidak bisa dilihat dari mana sumbernya, tetapi sangat dibutuhkan oleh jiwa manusia untuk memperdalam jalan spiritual kepada Tuhan. Begitu juga dengan hari kematian, musibah, dan penderitaan. Rumi memandangnya sebagai “rahmat Tuhan.” Sebab, kesadaran manusia muncul untuk taat dan beramal shaleh kepada Allah, ketika ditimpa musibah. Kesadaran inilah nantinya mendatangkan rahmat Tuha

    MANAJEMEN PRODUKSI PROGRAM TAFSIR NADJIBIYAH PADA CHANNEL YOUTUBE CAKNUN.COM DALAM UPAYA MENANAMKAN NILAI DAKWAH DAN BUDAYA LOKAL

    Get PDF
    Tafsir Nadjibiyah, salah satu program di youtube CakNun.com, menggabungkan penanaman nilai dakwah dan budaya lokal. Keberhasilannya bergantung pada manajemen produksi yang efektif. Penelitian ini menganalisis manajemen produksi serta penanaman nilai dakwah dan budaya dalam program ini. Menggunakan metode kualitatif, dengan teori Pringle dan Starr, Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang nilai dakwah, dan Clifford Geertz mengenai antropologi simbolik budaya lokal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan identifikasi isi pada tiga episode sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program bersifat adaptif, pengorganisasian belum bersifat formal, serta pengarahan cukup optimal tetapi memerlukan peningkatan teknis dan komunikasi struktural. Program ini menyampaikan dakwah berbasis Islamisasi ilmu, adab, keseimbangan akal dan wahyu serta transformasi sosial. Penampilan simbol budaya lokal melalui bahasa Jawa, dan seni musik. Secara keseluruhan, Tafsir Nadjibiyah adalah model dakwah digital yang mengintegrasikan produksi, dakwah, dan budaya lokal. Optimalisasi teknis, strategi distribusi, dan evaluasi sistematis diperlukan untuk efektivitas yang lebih luas

    PENGARUH PENERAPAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU RAUDHATUL ATHFAL DI KABUPATEN PURWOREJO

    Get PDF
    The rapid development of information technology is driving the world of education, including the Raudhatul Athfal (RA) level, to transform towards more adaptive and digital-based learning. Teachers are required not only to master learning content and strategies, but also to be able to integrate technology effectively. The Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) approach is an important framework in equipping teachers to be able to design meaningful learning that suits the needs of 21st-century students. The purpose of this study is to understand (1) the application of TPACK carried out by RA teachers in Purworejo Regency (2) The importance of implementing TPACK in efforts to improve the pedagogical competence of RA teachers. (3) How does the application of TPACK affect the improvement of the pedagogical competence of RA teachers in Purworejo Regency. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental type and a pretest-posttest control group design. The study was conducted in May–June 2025 at several RA institutions in Purworejo Regency. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 teachers divided into two groups, the experimental group and the control group. Data collection techniques were carried out through a pedagogical competency questionnaire compiled based on the seven dimensions of TPACK and teacher pedagogical competency indicators distributed through WAG. Data were analyzed using the SPSS 16 application with descriptive analysis to find information on the implementation of TPACK and paired sample t-tests and N-Gain calculations to see the effectiveness of the treatment. The results of the study showed a significant increase in scores in the experimental group, with an average N-Gain of 0.5869 (quite effective category). The t-test results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings indicate that the TPACK approach has a positive influence in improving the pedagogical competence of RA teachers, especially in creating a comfortable learning environment, organizing effective learning, and implementing assessments and providing meaningful feedback

    PENGELOLAAN PENGASUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM MENGEMBANGKAN LIFE SKILL MELALUI SELF SPIRITUAL ‘AQLIYYAH (SSA) DI PONDOK PESANTREN AINUL YAKIN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    This study is motivated by the fact that the number of children with special needs in Indonesia remains quite high, yet access to formal education for them remains limited. Parents or caregivers of children with special needs also lack effective strategies in childcare, resulting in their life skills not being fully developed. The Ainul Yakin Islamic Boarding School in Gunungkidul stands out as one of the institutions focused on caring for children with special needs by integrating life skill development with the Self Spiritual ‘Aqliyyah strategy. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with caregivers and ABK students, and documentation. Data analysis utilized the Miles and Huberman data analysis technique, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To test data credibility, the data source triangulation technique was uses. Based on the data and analysis of the research conducted, the management of special needs children at the Ainul Yakin Islamic Boarding School through the Self Spiritual ‘Aqliyyah Strategy can be concluded as follows: 1) The management of Children with Special Needs at the Ainul Yakin Islamic Boarding School is carried out systematically through the stages of planning, organizing, implementation, and evaluating. The implementation results show improvements in independence, self-confidence, and life skills among special needs. 2) The Self Spiritual ‘Aqliyyah strategy is highly effective for special needs by integrating spiritual and rational dimensions into the daily lives of students, including the practice of prayer, study sessions, and duties such as livestock farming, agriculture, laundry, and handicrafts. 3) The tangible contribution of Self Spiritual ‘Aqliyyah is reflected in behavioral changes and improved abilities among special needs, enabling students to develop into well-rounded, independent, and virtuous individuals

    PREFERENSI MASYARAKAT MUSLIM MENENGAH KE ATAS DALAM MEMBAYAR ZAKAT MELALUI MASJID DI GONDOKUSUMAN KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Zakat is one of the core teachings in Islam that plays a vital role in strengthening the social and economic foundations of the ummah. Like other pillars of Islam, zakat has a broad scope, encompassing individual and social, as well as spiritual and worldly dimensions. In Indonesia, zakat management is regulated by Law Number 23 of 2011, which grants full authority to BAZNAS to comprehensively manage zakat. BAZNAS collaborates with banking institutions and offers digital services to facilitate zakat payments. In addition, BAZNAS has established Zakat Collecting Units (UPZ) in mosques. However, many UPZs have yet to function optimally in accordance with prevailing regulations. Amid these regulations, upper-middle-class Muslims, characterized by stable economic conditions and higher education, tend to prefer paying zakat through mosques, regardless of whether the mosque holds official UPZ status. This study aims to examine this practice by exploring the understanding, preferences, and motivations of upper-middle-class Muslims in choosing to pay zakat through mosques. This research is a field study employing a phenomenological approach. Data were collected through several techniques, namely observation, interviews, and documentation. Primary data were obtained from in-depth interviews with 24 informants identified as part of the upper-middle-class Muslim community and an informant from BAZNAS. In addition, the study is supported by secondary data from various scholarly sources, such as books, theses, dissertations, and articles that discuss zakat payment practices. All data were analyzed qualitatively using the theory of social construction developed by Peter L. Berger and Thomas Luckmann. The findings reveal that upper-middle-class Muslims possess a relatively deep and complex understanding of zakat. They do not merely regard zakat as an individual religious obligation but also as part of a social system aimed at creating justice and harmony within the community. In practice, these individuals prefer to pay zakat through mosques without necessarily considering whether the mosque has formal UPZ status. This preference is influenced by several factors, including cultural, social, personal, and psychological aspects. The primary reasons and motivations for choosing mosques as zakat distribution points include social connectedness and accurate targeting, emotional and spiritual attachment, trust and transparency, convenience and practicality, as well as cultural and traditional factors. Based on the theoretical framework of social construction, the formalization of zakat payments through mosques in Gondokusuman District, Yogyakarta City, indicates that the preferences of upper-middle-class Muslims can be categorized into two main typologies of social construction: Islamic identity and collective morality

    45,763

    full texts

    46,603

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digilib UIN Sunan Kalijaga is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇