PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH
(Alpinia purpurata) PADA EDIBLE COATING TERHADAP TINGKAT
KERUSAKAN MIKROBIOLOGIS DAN OKSIDATIF FILLET IKAN
PATIN SELAMA PENYIMPANAN SUHU BEKU
Patin fish (Pangasius djambal) is one type of fresh water which cultivated
widely and has relative high productivity. Ministry Of Maritime Affairs and
Fisheries noted that Indonesia still import sliced-meat (fillet) patin fish about 900
tons, thus patin fish still have chance to be developed in form fillet product in
order to full fill the demand of local market and export for fillet product. But same
as fresh fish, patin fish fillet is easy get damaged and decrease of freshness
quality. To maintain the the quality, patin fish fillet is stored in frozen
temperature. In order to maximize the durableness of the fish, edible coating is
one of preservation technique of fishery product. Red galangal essential oil is
identified as having antimicrobial and antioxidant compounds that can be used as
natural preservatives.
The aim of this research was to find out the effect of Red galangal essential oil
addition and the appropriate concentration of red galangal essential oil addition to
edible coating on the microbiological and oxidative damage levels of patin fish
fillet during frozen temperature storage. The experimental design used in this
research was Completely Randomized Design (CRD) with one factor, that was
variation of 0%, 0,1% and 1% red galangal essential oil concentration with two
sample repetitions.
The result of the research showed that red galangal essential oil of
concentration 1% was more able to inhibit the microbial growth on patin fish fillet
until fourth month and had TVB value lower than two other concentrations. pH
and TBA value decrease from the month-0 to -4 at 1% concentration of red
galangal essential oil was also lower. The 1% concentration of red galangal
essential oil could also keep better the intensity of color for a*(redness) and b*
(yellowness) value. Meanwhile the 0,1% concentration of red galangal essential
oil could keep better the L* (lightness) value or the brightness level on patin fish
fillet.
Ikan patin (Pangasius djambal) merupakan salah satu jenis ikan air tawar
yang banyak dibudidayakan dan memiliki produktivitas cukup tinggi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat bahwa Indonesia masih
mengimpor daging irisan (fillet) patin sebanyak 900 ton, sehingga ikan patin
masih berpeluang dikembangkan dalam bentuk olahan fillet agar dapat memenuhi
permintaan pasar lokal dan ekspor untuk produk olahan fillet. Namun seperti
halnya ikan utuh, fillet ikan patin mudah sekali mengalami kerusakan dan
penurunan mutu kesegarannya. Untuk mempertahankan mutu, fillet ikan patin
disimpan dalam suhu beku. Untuk memaksimalkan daya awet fillet ikan, edible
coating merupakan salah satu teknik pengawetan produk perikanan. Minyak atsiri
rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata) diketahui memiliki senyawa
antimikroba dan senyawa antioksidan yang dapat digunakan sebagai pengawet
alami
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan
minyak atsiri lengkuas merah serta konsentrasi penambahan minyak atsiri
lengkuas merah yang tepat pada edible coating terhadap tingkat kerusakan
mikrobiologis dan oksidatif fillet ikan patin selama penyimpanan suhu beku.
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu variasi konsentrasi minyak atsiri
lengkuas merah 0%; 0,1% dan 1% dengan perulangan sampel sebanyak dua kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minyak atsiri lengkuas
merah 1% lebih dapat menghambat pertumbuhan mikroba pada fillet ikan patin
sampai dengan bulan ke-4 dan memiliki nilai TVB yang lebih rendah dari dua
konsentrasi lainnya. Penurunan nilai pH dan TBA dari bulan ke-0 sampai dengan
bulan ke-4 pada konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 1% juga lebih rendah.
Konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 1% juga lebih dapat mempertahankan
intensitas warna untuk nilai a* (redness) dan b* (yellowness). Sedangkan
konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,1% lebih dapat mempertahankan nilai
L* (lightness) atau tingkat kecerahan pada fillet ikan patin
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.