Skip to main content
Article thumbnail
Location of Repository

PENGEMBANGAN PRASI DARI ASPEK VISUALISASI CERITA

By M.Sn S.Sn. Alit Artawan Cokorda, M.Erg Sudika Negara Drs. I Nengah and M.Erg S.Sn. Trinawindhu Ida Bagus Ketut

Abstract

Abstrak\ud \ud Prasi berasal dari kata amarasi yang berarti ngerajah atau melukis, dengan demikian prasi tersebut adalah Rerajahan atau lukisan dapat juga disebut gambar bercerita diatas daun lontar atau komik lontar dengan ditorehkan mengunakan semacam pisau yang disebut pengrupak selanjutnya diolesi arang kemiri yang dicampur minyak sebagai pewarna. Prasi pada awalnya merupakan suatu media yang disucikan, berkembang memenuhi kebutuhan estetis dan ekonomis bahkan lebih lanjut kegiatannya berkembang menjadi usaha industri seni. Prasi yang berkembang di desa Tenganan Pegeringsingan merupakan salah satu contoh warisan budaya yang mampu diadaptasi untuk kepentingan pariwisata. Keberadaan prasi di desa Tenganan Pegeringsingan umumnya hanya berupa prasi Ramayana dan Mahabrata yang hampir sama dengan prasi di daerah Sidemen yang perkembangannya lebih dahulu, karena boleh dikatakan hanya seorang seniman yang mampu merancang prasi sekaligus mengerjakannya sedangkan lainnya adalah pengrajin prasi yang membuat hasil tiruan prasi yang sudah ada, sehingga perlu kiranya dilakukan suatu upaya pengembangan untuk menambah keanekaragamannya sekaligus menciptakan ciri khas prasi Tenganan Pegeringsingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, membandingkan prasi di tenganan Pegeringsingan sehingga didapat perlunya suatu pengembangan. Perlu mendapat perhatian oleh karena Tenganan Pegeringsingan sebagai desa Bali Age memiliki sejarah yang sangat unik sehingga sangatlah cocok cerita Babad dipilih sebagai pokok ide pengembangan yang diharapkan mampu menjadi ciri khas prasi di desa Tenganan Pegeringsingan sekaligus sebagai suatu dokumentasi sejarah. Secara garis besar prasi di Tenganan Pegeringsingan dapat dibedakan berdasarkan jumlah helai lontarnya terdiri dari 15, 14, 12, 10, 9, 8. Berdasarkan ceriteranya yaitu Ramayana dan Mahabharata. Berdasarkan bentuknya berupa cerita bergambar, kalender, dan susunan bilah-bilah lontar yang tersusun menjadi bidang gambar atau kanvas.\ud \ud \ud Kata Kunci: Pengembangan Prasi, Visualisasi, Tenganan Pegeringsingan.\ud \ud \u

Topics: NX Arts in general
Publisher: ISI Denpasar
Year: 2008
OAI identifier: oai:repo.isi-dps.ac.id:1754

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.