Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan ekonomi
di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 1981 sampai dengan 2005 dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi ketimpangan
tersebut.
Data yang digunakan peneliti adalah data sekunder yang terdiri dari data runtut
waktu dari 1981 sampai dengan 2005 yang diperoleh dari Kantor Statistik, Kantor
Badan Penanama Modal dan BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi di
Provinsi Jawa Tengah yang diukur dengan Indesk Williamson dalam kurun waktu 1981
sampai dengan 2005 cenderung relatif meningkat.
Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa hasil investasi swasta perkapita
(X1) menunjukkan t hitung sebesar -2,362, variabel ratio angkatan kerja (X2)
menunjukkan t hitung sebesar -2,128, variabel alokasi dana pembangunan perkapita
(X3) menunjukkan t hitung sebesar 7,184 dengan angka signifikansi lebih kecil 0,05
maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial dan signifikan
berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah.
Nilai F hitung sebesar 1,899, dengan angka signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05)
sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen yaitu investasi swasta
perkapita, ratio angkatan kerja, dan alokasi dana pembangunan perkapita secara
bersama – sama berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi
Jawa Tengah. Ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dapat
dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen yaitu investasi swasta perkapita,
ratio angkatan kerja, dan alokasi dana pembangunan perkapita sebesar 93,7 persen
sedangkan sisanya sebesar 6,3 persen dijelaskan faktor-faktor lainnya di luar model
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.