SKRIPSI Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
632 research outputs found
Sort by
Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding
RINGKASAN Sukowati, Aldila Mentari. 2019. Efektivitas Promosi Melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Efektivitas, Promosi, Instagram Perkembangan teknologi dan informasi membawa perubahan terhadap kehidupan manusia. Pelaku bisnis banyak yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan kegiatan promosi. Salah satu promosi online yang digunakan adalah Instagram, karena di Instagram pelaku bisnis dapat membagikan banyak gambar untuk memberikan informasi mengenai spesifikasi produk mereka ke seluruh dunia. FnD Labels Wedding merupakan salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Karenanya, tujuan dari studi ini adalah mengukur efektivitas promosi melalui Instagram di FnD Labels Wedding. Studi ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 100 yang terdiri dari followers Instagram FnD Labels Wedding. Studi ini memiliki empat sub variabel yang digunakan untuk mengukur hasil penelitian, yang terdiri dari Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), dan Action (tindakan). Uji validitas pada studi ini menggunakan validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbach’s alpha. Hasil dari uji validitas sebesar 0,850 yang berarti valid dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,815 yang berarti reliabel. Hasil dari studi menunjukkan bahwa pada 1) sub variabel dari attention (perhatian) memperoleh rata-rata item sebesar 3,28 menunjukkan sangat effektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menstimulus perhatian followers, 2) sub variabel interest (minat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,38 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk meningkatkan rasa ingin tahu followers terhadap produk FnD Labels Wedding. 3) sub variabel desire (hasrat) memperoleh rata-rata item sebesar 3,27 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk menimbulkan rasa keinginan atau hasrat followers, dan 4) sub variabel action (tindakan) memperoleh rata-rata item sebesar 3,4 menunjukkan sangat efektif, artinya responden menyatakan jika Instagram efektif untuk melakukan tindakan membeli produk FnD Labels Wedding. Berdasarkan hasil studi dapat diambil kesimpulan bahwa promosi melalui media sosial Instagram sangat efektif. Peneliti selanjutnya diharapkan agar penelitian selanjutnya mengembangkan metode lain dan indikator lain. SUMMARY Sukowati, Aldila Mentari. 2019. A Study on Instagram Effectiviness as Promotion Media in FnD Labels Wedding. Undergraduate Thesis. Departement of Industrial Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: Effectiviness, Promotion, Instagram The development of technology and information brings to changes the human life. Many businesses used it to do promotion activities. One of the online promotion used Instagram, because in Instagram they can put many picture to share their specific product to other people arround the world. One of the industry that used Instagram to promote their product is FnD Labels Wedding. Hence, the purpose of this study to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding. This study used descriptive with quantitative approach. The data were collocted by questionnaire and observation. This study involved 100 followers from Instagram FnD Labels Wedding. This study had four sub variable to measure the Instagram effectiviness as promotion media in FnD Labels Wedding namely: attention, interest, desire and action. The validity test of study is validation content, while reliability test that used cronbach’s alpha formula. The result of validity test is 0.85 it means valid and reliability test is 0.815 it means reliable. The result of the study showed that 1) sub variable attention have average 3.28 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to stimulate followers’ attention, 2) sub variable interest have average 3.38 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to increased the followers’ curiosity about FnD Labels Wedding products, 3) sub variable desire have average 3.27 that showed very effective, it means that respondents stated if Instagram effective to sparked followers’ desire, and 4) sub variable action have average 3.4 that showed very effective, it means the respondents stated if Instagram effective to make their decision to buy FnD Labels Wedding products. Based on the results, it can be concluded that the promotion that conducted in FnD Labels Wedding in Instragam is very effective. The researcher suggests for the further researcher can be improved by developing other methods and indicators
Preferensi Konsumen Batik "Tanjung Bumi" Kabupaten Bangkalan Madura
RINGKASAN Sabila, E. 2019. Preferensi Konsumen Batik “Tanjung Bumi” Kabupaten Bangkalan, Madura. Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si. Kata Kunci: Preferensi Konsumen, Batik Tulis Tanjung Bumi Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan preferensi konsumen terhadap batik tulis Tanjung Bumi di Galeri Tresna Art Bangkalan, Madura. Pemilihan tempat penelitian ini dikarenakan produsen belum dibekali pengetahuan mengenai preferensi konsumen, tetapi galeri Tresna Art ini sudah dikenal khalayak luas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini merupakan konsumen di Galeri Tresna Art. Peneliti menentukan jumlah sampel sebanyak 78 responden yang diperoleh dari tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% berdasarkan 100 populasi. Teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dengan pilihan jawaban tertutup. Hasil penelitian menunjukkan responden penelitian ini di dominasi oleh perempuan dan rentangan usia responden 18 tahun – 40 tahun. Hampir setengah dari responden memiliki profesi sebagai karyawan dengan rata-rata penghasilan perbulan Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000. Saat penelitian berlangsung terdapat 16 motif batik tulis Tanjung Bumi yang dibeli, namun diantara ke 16 motif batik tulis tersebut motif Manok nerupakan motif batik tulis yang lebih banyak dibeli. Preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi terbagi menjadi tiga, yaitu preferensi berdasarkan atribut, preferensi berdasarkan kepentingan, dan preferensi berdasarkan kepuasan. Preferensi konsumen berdasarkan atribut dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor keindahan, faktor persepsi harga dan faktor kesesuaian harga terhadap manfaat produk. Sama halnya dengan preferensi berdasarkan atribut, preferensi berdasarkan kepentingan juga dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu gaya hidup, profesi, dan keluarga sedangkan preferensi berdasarkan kepuasan di pengaruhi oleh faktor kesesuaian harapan konsumen. Secara keseluruhan faktor kesesuian harapan konsumen merupakan faktor yang paling mempengaruhi preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi di galeri Tresna Art. Hasil penelitian disimpulkan bahwa preferensi konsumen batik tulis Tanjung Bumi di Galeri Tresna Art dipengaruhi oleh 7 faktor, yaitu faktor keindahan, persepsi harga, kesesuaian harga dengan manfaat, gaya hidup, profesi, keluarga, dan kesesuaian harapan konsumen. Pihak Galeri Tresna Art diharapkan untuk melakukan inovasi pada motif batik namun tetap mempertahankan keindahan perpaduan pada motif, warna, dan tekstur serta selalu melibatkan konsumen dalam pengembangan usahanya. SUMMARY Sabila, E. 2019. Consumers’ Preferences of Batik “Tanjung Bumi” Bangkalan, Madura, Indonesia. Undergraduate Thesis, Departement of Industri Tecnology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si. Keywords: Consumer Preferences, Batik of Tanjung Bumi, Bangkalan The reason to chose this place, to become research location is because Tresna Art Gallery did not have customer list. On the other hand, the Tresna Art Gallery has batik the name is Tanjung Bumi, but there are consisted of 16 different motifs. Hence, the purpose of this study is to describe consumers’ preference of batik Tanjung Bumi from Tresna Art Gallery. This research used descriptive with quantitative approach. 78 respondents involved in this study, they are Tresna Art Gallery’s consumer. Most of the consumers’ are women and their age are 18 years - 40 years. Nearly half of the respondents have professions as employees with an average monthly income are Rp. 1.000.000 - Rp. 3.000.000. To gain data in this study, questionnaires with 22 questions used in this study. The test validy showed 0,361 and reliability is 0,784, it means both of them is valid. Three sub variables used in this study included attributes, interest, and satis-faction. The results of this study showed that sub variabel attribute was influced by 3 factors, namely 55% beauty, 54% price perception, and 54% price com-pability for the benefits of the product. It means, the most consumers’ preferences on batik Tanjung Bumi because the beauty of the combination of batik motif, colors, and texture. In addition, consumers also have the perception that price are in accordance with the quality of batik and the benefits of batik that can be used as clothing in all events. There are also 3 factors that influence consumers’ prefer-ence when viewed from sub variables of interest, namely 56% profession, 58% lifestyle, and 53% familiy. It means, the most costumers’ preferences on batik Tanjung Bumi because batik’s design is suitable for use as formal clothing that support the costumers’ profession. Classy batik design can also meet the lifestyle of con-sumers’, beside batik design according to family taste. Satisfaction sub variable is only influenced by one factor, namely the suitability of expectation with percen-tage of 64%, meaning that most consumers preferences on batik Tanjung Bumi because the beauty of the combination of batik motifs and colors in accordance with consu-mers’ expectation. Based on the results above, it can be concluced that from 16 motifs of batik Tanjung Bumi most of customer chose Manok motif as favorite motif from batik Tanjung Bumi in Tresna Art Gallery. For the further research, it recommended to do research related with the consumers’ preferences of batik Tanjung Bumi with different indicators or it can do research about consumers’ preferences for other batik
Tanggapan Siswa Kelas X Tentang Penggunaan Job Sheet Pembuatan Saku Paspoal Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang
RINGKASANYarinta, Putri Frida. 2019. Tanggapan Siswa Kelas X Tentang Penggunaan Job Sheet Pembuatan Saku Paspoal Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci: Tanggapan, Job Sheet, Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit, Saku PaspoalSMK Negeri 3 Malang merupakan salah satu lembaga dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Malang. Job sheet sebagai pelengkap media pembelajaran yang digunakan sebagai uji coba untuk menggantikan strategi pembelajaran Student Center Lerning (SCL). Job sheet dicoba diterapkan pada siswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran produktif.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan siswa tentang penggunaan job sheet pembuatan saku pada mata pelajaran Dasar Teknik Menjahit Busana Butik Kelas X SMK Negeri 3 Malang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif acuan dalam proses pembelajaran mata pelajaran produktif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X busana butik satu (1) dan dua (2) tahun ajaran 2018/2019 yang mengikuti mata pelajaran dasar teknologi menjahit dengan menggunakan job sheet sebanyak 74 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner atau angket yang berjumlah 28 butir soal. Angket ini diuji validitas dengan rumus korelasi Product Moment dan dinyatakan valid, sedangkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,921 dan dinyatakan sangat reliabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif dengan persentase (%). Hasil penelitian ini menunjukkan 55 siswa mempunyai tanggapan sangat setuju dengan kinerja job sheet dengan persentase 74%. 65 siswa mempunyai tanggapan setuju dengan kelengkapan job sheet dengan persentase 88%. 54 siswa mempunyai tanggapan setuju dengan kesesuaian job sheet dengan persentase 73%, sedangkan pada kualitas yang dirasakan siswa terdapat 56 siswa dengan persentase 76% mempunyai tanggapan setuju.Job sheet sebagai salah satu bentuk variasi pada proses belajar mengajar mendapat tanggapan yang positif dari siswa. Siswa dapat mengikuti proses belajar membuat fragmen saku paspoal pada mata pelajaran dasar teknologi menjahit secara cepat, baik dan benar serta sesuai dengan langkah kerja yang tertib. Bagi guru diharapkan dapat membuat produk pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk siswa. Bagi sekolah diharapkan job sheet dapat diterapkan dam dikembangkan pada mata pelajaran lain yang para siswa mengalami kesulitas dalam belajar teori dan praktik
Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Sektor Garmen
Maryam. 2019. Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Sektor Garmen. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd,. pembimbing (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.SnKata kunci: Deskriptor Kompetensi, Garmen, Tanggapan Deskriptor kompetensi sektor garmen adalah softwaredeskripsi kompetensi yang digunakan untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa praktik industri yang mengacu pada surat keterangan kompetensi nasional indonesia (skkni) no 157 tahun2004. Luaran deskriptor kompetensi sektor garmen ini berupa surat keterangan kompetensi mahasiswa yang dikerjakan selama praktik industri. Kompetensi mahasiswa tersebut digunakan untuk mengisi kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi mahasiswa. Tanggapan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah industri garmen yang berada di kota Malang. Teknik sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumalah 26 responden dari 13 industri garmen, jadi satu industri dua responden. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup skala likert.Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa secara keseluruhan tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen sangat baik dengan kontribusi tertinggi dari indikator manfaat deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 35%, kesesuaian deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 33%, dan kemudahan deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 32%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa deskriptor kompetensi sektor garmendinyatakan mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi mahasiswa praktik industri, dan bermanfaat bagi pihak industri, mahasiswa praktik industri, dan Universitas. Saran bagi pihak industri diharapkan menggunakan deskripsi kompetensi sektor garmen untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa yang melaksanakan praktik industri. Bagi program studi tata busana diharapkan agar melengkapi pedomana praktik industri yang berbentuk deskrisp kompetensi. Bagi Universitas diharapkan menggunakan hasil luaran deskriptor kompetensi sektor garmen untuk mengisi SKPI
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pecah Pola Kerah Pada Mata Kuliah Konstruksi Pola Dan Pecah Model Prodi S1 Pendidikan Tata Busana
RINGKASAN Kurniyawati, E. A. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pecah Pola Kerah Pada Mata Kuliah Konstruksi Pola Dan Pecah Model Prodi S1 Pendidikan Tata Busana. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Animasi Pecah Pola Kerah, Konstruksi Pola dan Pecah Model, Mahasiswa Tata Busana. Media pembelajaran yang mudah untuk dipahami serta menarik bagi peserta didik akan sangat membantu dalam proses pembelajaran. Mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model menggunakan bahan ajar cetak, media yang digunakan tersebut masih terbatas bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Mata kuliah konstruksi pola dan pecah model membutuhkan media yang lebih menarik. Data hasil observasi, 50% mahasiswa menyatakan kesulitan dalam mengerjakan pecah model kerah, sehingga peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran pada materi pecah model kerah. Media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran perlu dikembangkan untuk membantu dosen pengajar dan membantu mahasiswa dalam memahami materi pecah model kerah, peneliti ingin mewujudkan dengan pengembangan media pembelajaran Microsoft Office Power Point. Media pembelajaran ini menggunakan model pengembangan ADDIE, model pengembangan tersebut memiliki 5 tahapan pengembangan yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Subjek uji kelayakan media adalah mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2017 sebanyak 29 mahasiswa. Validasi dilakukan oleh dua orang ahli yaitu ahli materi dan ahli media. Hasil pengembangan media ini telah melalui validasi oleh ahli dan selanjutnya diujicobakan pada responden (mahasiswa). Hasil skor uji coba lapangan sebesar 87,56% dengan kualifikasi sangat layak. Berdasarkan skor persentase yang diperoleh, pengembangan media ini dinyatakan valid dan sudah dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran Power Point dikemas dalam bentuk Compact Disk (CD) berupa soft file. Pengembangan media pembelajaran ini diharapkan tidak sebatas menggunakan Microsoft Office Power Point, media dapat dikembangkan pada materi dan mata kuliah lain bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang. SUMMARY Kurniyawati, E. A. 2019. The Development of Learning Media Animation on Collar Pattern of Fashion Department. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Dra. Esin Sintawati, M.Pd, (II) Dra. Idah Hadijah, M.Pd. Keywords: the development of media collar pattern making animation construction and pattern model. The purpose of this study is to develop the learning media animation on collar pattern. It has been undertaken by researcher because students in fashion department faced problem to make collar pattern. This study used ADDIE model to make sure that the learning media animation can increase students’ ability, especialy how to make collar pattern. 29 students from fashion department in Universitas Negeri Malang involved in this study. Researcher dertermined the students’ criteria, included: they got the basic pattern and basic sewing already. The results of this study showed, (1) Analysis, the result of the study, 50% students’ said that collar pattern was difficult. It means the observer want to create Microsoft Office Power Point learning media on collar pattern, (2) Design, the observer compiled the design of collar pattern media, (3) Development, the first plan of draf of design implemented in story board, (4) Implementation, before researcher did the trial test for learning media animation, the researcher invited two validators to make sure the media fasible to show to the students, and than the media shared to the student toward that learning media animation that helped studied to increase their ability, and (5) Evaluation, based on data from implementation, reseacher did some revision to the learning media animation for collar pattern. Based on the results above, it can be concluded that the results of the learning media animation can be used in the learning process. So that, this media was helpful and it can use as learning media in the fashion department. The suggestion for the further research is hopefully this media can develop for the other subjects
Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik Tentang Deskriptor Kompetensi Supervisor Berdasarkan SKKNI Nomor 90/Men/v/2010
ABSTRAKMaulida, Asri. 2019. Tanggapan Pihak Usaha Busana Butik Tentang Deskriptor Kompetensi Supervisor Berdasarkan SKKNI Nomor Kep. 90/Men/v/2010. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., Pembimbing (II) Dra. Idah Hadijah, M.PdKata Kunci: Tanggapan, Usaha Busana Butik, Deskriptor Kompetensi, Supervisor, SKKNITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pihak usaha busana tentang deskriptor kompetensi supervisor berdasarkan SKKNI No. Kep.90/ Men/v/2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian adalah butik di Malang di mana mahasiswa tata busana Universitas Negeri Malang melaksanakan praktik industri pada tahun 2016 hingga 2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh karena populasi dalam penelitian ini adalah 14 butik. Uji validitas yang digunakan ialah 2 ahli yaitu dosen ahli dengan hasil 86,56% dan dari pihak usaha busana butik dengan hasil 90,62%.Hasil penelitian ini adalah pihak butik menyatakan deskriptor kompetensi supervisor sangat bermanfaat bagi mahasiswa, pihak butik, perguruan tinggi dan dosen pembimbing PI dengan persentase 86%. Manfaat bagi mahasiswa ialah mahasiswa akan mendapat deskripsi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi. Pihak butik selaku yang memberikan deskripsi akan dapat mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan untuk perguruan tinggi ialah dapat mengisi SKPI dengan deskripsi kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Dilanjutkan dengan indikator kemudahan menggunakan deskriptor kompetensi supervisor 57% menyatakan pihak butik mudah dalam mengoperasikan dan mudah dalam pemilihan kompetensi dan kriteria unjuk kerja. Kesesuaian deskriptor kompetensi 50%, deskriptor kompetensi sesuai dengan kebutuhan SKPI yang membutuhkan deskripsi kompetensi yang dimiliki mahasiwa.Kesimpulannya ialah tanggapan pihak butik baik yaitu deskriptor kompetensi supervisor bermanfaat untuk mahasiswa, untuk pihak butik dan juga untuk perguruan tinggi serta dosen pembimbing PI. Deskriptor kompetensi supervisor mudah digunakan dan deskriptor kompetensi supervisor sesuai dengan kebutuhan SKPI. Saran untuk pihak butik agar menggunakan deskriptor kompetensi supervisor ini sebagai penilaian praktik industri, jurusan tata busana ialah pihak jurusan melengkapi pedoman penilaian praktik industri yang dapat mendeskripsikan kompetensi yang dimiliki mahasiswa setelah melaksanakan PI. Perguruan Tinggi agar menggunakan luaran dari deskriptor kompetensi yang berupa surat keterangan kompetensi dapat digunakan untuk mengisi SKPI yang membutuhakn deskripsi kompetensi yang dimiliki mahasisw
Studi Batik Cahaya Utama Di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan
RINGKASAN Susanti, A.I. 2019. Studi tentang Batik Cahaya Utama Di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd. Kata Kunci : batik Cahaya Utama Cahaya Utama merupakan usaha yang menjadi pionir Batik Sendang Lamongan di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Cahaya Utama memperdayakan masyarakat sekitar dalam produksi batik tulis, cap dan printing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan batik Cahaya Utama di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dengan fokus pra produksi, produksi dan pasca produksi. Peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil temuan, tahap perencanaan yang dilakukan oleh Cahaya Utama tergolong bagus mulai dari perencanaan sumber daya modal, manusia, tempat usaha, alat dan bahan, namun belum memiliki HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk batik yang telah diproduksi. Selain itu Cahaya Utama belum memiliki tempat pembuangan limbah yang layak. Produksi batik tulis dilakukan sendiri oleh Cahaya Utama sedangkan batik cap dan printing pengerjaannya dilakukan di luar usaha Cahaya Utama atau bekerja sama dengan usaha lain. Kegiatan pasca produksi yaitu pemasaran tergolong bagus karena penjualan produk tidak hanya dalam negeri namun luar negeri. Berdasarkan paparan tersebut diharapkan Cahaya Utama membuat tempat pembuangan limbah batik agar tidak mencemari linkungan. Selain itu penelitian ini bisa dijadikan sebagai referensi penelitian yang sejenis
Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik BLimbing Malang
RINGKASAN Dyah Asinta P. M. 2019, Identifikasi Kinerja Pengrajin Perempuan di Batik Blimbing Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Kata Kunci : Pengrajin Perempuan, Kinerja, Batik Blimbing Seorang perempuan yang bekerja menjadi pengrajin batik akan mempunyai tugas ganda yang dijalankan yaitu sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah, sehingga kinerja yang digunakan pada saat bekerja berkurang. Padahal kinerja sangat penting dalam proses produksi berlangsung agar pekerjaan yang dilakukan bisa sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pengrajin perempuan dalam indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja sesuai dengan syarat dan ketentuan di Batik Blimbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara, observasi, doumentasi dan sumber data skunder berupa dokumen terkait, terdapat 6 pengrajin perempuan yang diteliti, menggunakan indikator kinerja (1) kuantitas kerja pengrajin perempuan (2) kualitas kerja pengrajin perempuan (3) efektivitas kerja pengrajin perempuan. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Analisi data yang dilakukan hasil observasi, wawancara, catatan dilapangan dan dokumentasi dengan mengelompokkan kedalam kategori menjabarkan ke unit-unit, melakukan analisa, menyusun kedalam draf dan membuat kesimpulan. Berdasarkan temua penelitian, diperoleh beberapa hasil penelitian. Pertama, kuantitas kinerja pengrajin perempuan mampu membuat produk 10 sampai dengan 20 produk dalam satu bulan dan juga mampu dalam memenuhi jumlah pemesanan. Kedua, kualitas kinerja meliputi (1) Pengrajin perempuan memiliki tingkat kesalahan yang rendah (2) Pengetahuan tidak mempengaruhi hasil batik secara singnifikan. (3) Keterampilan mempengaruhi hasil batik para pengrajin perempuan dari lamanya dia bekerja. (4) Abilities pengrajin perempuan di Batik Blimbing tidak hanya dituntut dalam kemampuan produksi tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengatasi kondisi ditempat kerja. Keetiga, efektivitas kinerja meliputi (1) Pengrajin perempuan dapat melakukan proses produksi secara terus-menerus secara fleksibel (2) Pengrajin perempuan dapat mengatasi kendala dalam setiap proses produksi dengan adanya komunikasi yang baik antar pengrajin, pengelola dan pemimpin produksi. Para pengrajin perempuan memiliki kinerja kerja dengan indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan efektivitas kerja yang dapat memenuhi syarat ketentuan di Batik Blimbing meskipun ketika perempuan itu bekerja perempuan memiliki tugas ganda. Tetapi karena sistem pekerjaan itu membuat para pengrajin nyaman dalam bekerja dan juga mereka mendapat dukungan atau motivasi dari keluarga, serta adanya kesempatan untuk bekerja dan pekerjaan yang dilakukan pengrajin perempuan tersebut dapat dilakukan tanpa adanya pengetahuan khusus, hal-hal itu membuat para pengrajin perempuan memilih untuk menjadi pengrajin. Dikarenakan karakter perempuan dikenal dengan sabar dan telaten. Batik Blimbing sendiri lebih memilih pengrajin perempuan karena karakter perempuan dikenal dengan kesabaran dan ketelatennya, sehingga lebih memudahkan mereka dalam membatik karena membatik sendiri membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disaran kepara peneliti selanjutnya bisa menggali lebih dalam mengenai kinerja pengrajin perempuan dari berbagai faktor internal atupun eksternal dan menambah reverensi yang berhubungan. Dan diharapkan para pengusaha batik menerapkan sistem kerja yang membuat para pengrajin mempunyai masa kerja yang lebih lama sehingga pergantian pengrajin tidak terlalu sering dan dapat bekerja lebih lama agar kinerja pengrajin perempuan dapat lebih meningkat. SUMMARY Dyah Asinta P. M. 2019, A Study on The Job Description of Women Employees in Batik Blimbing Malang, Indonesia. Undergraduate Thesis, Department of Industry Technology, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn., (II) Dra. Endang Prahastuti, M.Pd. Keywords : Craftswoman, Performance, Batik Blimbing Woman who works as batik crafter will have a double duty to run, as a housewife and as a breadwinner, so their performance at work is not good enough, Even though, their performance is very important in the production process but their work can be done in accordance with the work target. This study aims to describe performance of craftwoman in work quantity indicators, work quality, and work effectiveness in Batik Blimbing. This study used descriptive with qualitative approach. The data source used primary data sources in the form of interviews, observations, documentation and secondary data sources in the form of related documents. This study involved six women employees as craftwomen in Batik Blimbing, The indicators that used in this study to gain employes performance data are (1) the quantity of craftwoman performance (2) the quality of craftman performance (3) the effectiveness of craftwoman performance. The validity of research data used triangulation source. Data analysis conducted by grouping observations, interviews, field notes and documentation into some categories that described each unit, analyzes, arranges into drafts, and draws conclusions. Based on the research finding, some results were obtained. First, the quantity of female artisans’ performance was able to make 10 until 20 products in a month and also able to fulfill the number of orders. Second, the quality of the performance included (1) craftwomen have low level of error (2) knowledge does not significantly effect batik results (3) the skills influence the result of craftwomen batik from the length of time the their work (4) the craftwomen abilities in Batik Blimbing are only required in production capabilities but also their abilities to overcome conditions in the workplace. Third, the effectiveness of craftwomen performance included: (1) craftwomen can carry out continuous production processes flexibly (2) craftwomen can overcome obstacles in each production process due to a good communication between crafter, managers and production leaders. based on the results above, it can be concluded that the craftwomen have work performance with work quantity indicators, work quality and work effectiveness that can fulfill the requirements of the Batik Blimbing. Even though, when they works have a double duty in their daily live. It coused the work system that made by Batik Blimbing the craftwomen comfortable at work and also they got support from their family. A well as the opportunity to work in Batik Blimbing did not need the special knowledge. So that, they chose to become craftwomen. For further research it can be suggeted to do reseach about it but in other industry
TANGGAPAN SISWA KELAS XII TENTANG PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PERMUTASI BAGIAN-BAGIAN BUSANA PADA MATA PELAJARAN DESAIN BUSANA PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA SMK N 1 TUREN
RINGKASANRachmawati, Diah Ayu. 2019. Tanggapan Siswa Kelas XII Tentang Penggnaan Multimedia Interaktif Permutasi Bagian-Bagian Busana Pada Mata Pelajaran Desain Busana Program Keahlian Tata Busana SMK N 1 Turen. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.Kata Kunci : Tanggapan siswa, multimedia interaktif, mata pelajaran desain busanaKegiatan pembelajaran merupakan langkah awal siswa untuk memahami sebuah materi, namun sering kali terdapat kegiatan belajar yang monoton. Pada mata pelajaran Desain Busana khususnya materi bagian-bagian busana terdapat banyak hal yang harus dipelajari antara lain garis leher, krah, lengan, manset, saku, celana dan rok. Materi yang begitu banyak membuat guru harus lebih inovatif lagi agar siswa tidak merasa bosan dan tetap bisa menerima pelajaran dengan baik. Terkait hal itu Isroiliani (2014) telah mewujudkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana. Pada penelitian lainnya guru telah memberi tanggapan tentang penggunaan multimedia interaktif ini, sehingga perlu ditindak lanjuti penelitian tanggapan siswa tentang penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana karena tanggapan siswa dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh guru dalam perencanaan hingga pengelolaan kegiatan pembelajaran.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan siswa kelas XII tentang penggunaan multimedia interaktif permutasi bagian-bagian busana pada mata pelajaran desain busana di SMK N 1 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII tata busana yang telah menempuh mata pelajaran desain busana yang berjumlah 66 siswa. Penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan menggunakan skala likert. Hasil validasi menyatakan bahwa setiap item memperoleh rhitung lebih besar dari rtabel yaitu sebesar 0,329 sehingga dapat dikatakan valid. Hasil uji reliabilitas diketahui rhitung 0,939 rtabel 0,60, maka instrumen dapat dikategorikan “reliabilitas sangat tinggi”.Pada penelitian ini terdapat 45 item pernyataan yang berasal dari 6 sub variabel diantaranya adalah sub variabel kemudahan navigasi dengan hasil 60,6% siswa memilih setuju dan 39,4% memilih sangat setuju. Kandungan Kognisi menunjukkan bahwa sebanyak 57,6% memilih setuju dan 42,4% memilih kurang setuju. Pada Presentasi Informasi mendapatkan hasil sebanyak 90,9% siswa memilih setuju, 6,1% memilih sangat setuju dan 3% memilih kurang setuju. Integrasi media menunjukkan bahwa sebanyak 51,5% siswa memilih setuju dan 48,5% siswa memilih kurang setuju. Artistik dan Estetika menunjukkan bahwa sebanyak 92,4% siswa memilih jawaban setuju dan 7,6% siswa memilih sangat setuju. Kesesuaian fungsi media mendapatkan hasil sebanyak 56,1% siswa memilih jawaban setuju dan 43,9% memilih jawaban kurang setuju. Hasil tersebut menunjukan bahwa multimedia tersebut adalah media yang baik digunakan dalam pembelajaran. Hal tersebut karena responden menilai multimedia ini dapat mempermudah siswa dalam belajar materi bagian-bagian busana. Namun sebagian kecil siswa kurang setuju dengan kandungan kognisi, presentasi informasi, dan juga integrasi media, oleh karena itu masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaki
EVALUASI PROGRAM PRAKTIK INDUSTRI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2014 DAN 2015 DI NOOE ARFA HOLDINGS SDN. BHD. MALAYSIA
RINGKASAN Alamsari, M. A. 2019. Pengelolaan Program Praktik Industri Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Malang Angkatan 2014 dan 2015 di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) : Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (II) Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Kata Kunci : Pengelolaan Program, Praktik Industri, Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia merupakan lokasi yang digunakan untuk pelaksanaan program praktik industri mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Pelaksanaan praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia mengacu pada pedoman praktik industri Jurusan Teknologi Industri Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan program yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan program dan monitoring program pada praktik industri di Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan, pertama perencanaan program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan pedoman praktik industri mulai dari mendaftarkan diri sampai berkonsultasi dengan pembimbing industri, namun dalam proses perijinan lokasi mahasiswa tidak terlibat karena diurus oleh pihak jurusan dan dalam proses konsultasi jarak jauh dengan dosen pembimbing dilaksanakan melalui media sosial. Kedua, pelaksanaan program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan pedoman praktik industri dan jadwal kegiatan praktik industri di Noor Arfa Malaysia mulai dari keberangkatan sampai pembuatan laporan. Mahasiswa melaksanakan praktik industri 8 jam setiap hari selama 6 bulan dan mengerjakan menjahit, membatik dan penjualannya. Ketiga, monitoring program praktik industri di Noor Arfa Malaysia terlaksana dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip monitoring, namun monitoring praktik industri tidak dilaksanakan secara langsung karena ada anggaran monitoring. Dari hasil temuan diatas dapat disimpulkan bahwa selama mahasiswa melaksanakan praktik industri di Noor Arfa malaysia mendapat pengalaman dan kemampuan baru. Untuk meningkatkan hasil dari praktik industri diharapkan dalam monitoring dilaksanakan secara langsung. Saran yang dapat dikemukakan diharapkan monitoring dapat dilaksanakan secara langsung untuk memantau kegiatan mahasiswa dan pelaksanaan praktik industri di Noor Arfa Malaysia. SUMMARY Alamsari, M. A. 2019. A Study on International Intership Program Management in Fashion Department Universitas Negeri Malang. Undergraduate Thesis, Department of Industrial Technology Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors (I) : Dra. Endang Prahastuti, M.Pd (II) : Nurul Hidayati, S.Pd., M.Sn. Keywords: Management, Intership Programs, Noor Arfa Holding Sdn. Bhd. Malaysia The purpose of this study is to describe international intership program management in fashion department Universitas Negeri Malang that undertaken in Noor Arfa Hodings Sdn. Bhd. Malaysia. The management in this study consist of planning, implementing, and monitoring international intership program. The respondents in this study are twenty undergraduate students from fashion department Universitas Negeri Malang a lecture as supervisor of intership program, and the owner’s of Noor Arfa Holdings Sdn. Bhd. Malaysia. This study used case study with qualitative approach. Data collected by interview, observation, and documentation. To make sure the data valid researcher are taking data, coding data, presents data, analysis data, interpretation data, and make conclusion. The results of this study are the first is planning, in the planning students register oneself to a lecture as supervisor. The lecturer determined some qualification for students who will do international intership program, namely the score minimum of their subject is 3.00, all the subject minimum is B, and in the planning they must join breafing that undertaken by lecturer in fashion department. The purpose of the breafing is to make sure about the students skill an mentalits. The second is implementing, international intership program in this study conducted for six month, everyday students worked in the industry for 8 hours. For six months all students did sewing, producing, and sellry. Students stay at dormitory for six months and they got salary 500 RM (Malaysia money). The third is monitoring, researcher found the monitoring undertaken by lecturer but the monitoring did not conducted directly. Lecturer conducted the monitoring by online. Based the results above, the students that conducted international intership program in Noor Arfa Holsings Sdn. Bhd. Malaysia can increase their knowledge and skill conducted about fashion. Furthermore, international intership program can train students for life independent. For increase the quality of international intership program, it ahould be monitoring directly. For the further research, researcher can do same research in the other field