Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
Not a member yet
    108 research outputs found

    SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses subjective well-being pada guru SLB serta faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru SLB sebanyak dua orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Analisis data penelitian dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa susbjective well-being pada guru SLB sebelum bekerja kurang baik, guru SLB masih merasakan afek negatif yaitu adanya perasaan terkejut, cemas, ragu-ragu, tidak adanya ketertarikan dan malas. Subjective well-being setelah bekerja baik, guru SLB merasakan afek positif yaitu perasaan takut  ketika pertama kali bekerja mulai berkurang, ketertarikan terhadap pekerjaan mulai dirasakan dengan melakukan penyesuaian diri. Perasaan guru SLB saat ini yaitu senang atas keberhasilan mengajar, dapat menyalurkan hobi, senang berinteraksi dengan siswa dan tumbuhnya perasaan mencintai siswa. Selain itu guru SLB merasakan kepuasan hidup yaitu cita-citanya sesuai dengan yang diharapkan, memiliki harapan dan tujuan hidup, adanya perasaan bangga dengan profesinya, tumbuhnya rasa empati dan sikap altruisme, memiliki strategi coping dalam menghadapi masalah sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, mampu mengendalikan diri dan bersikap sabar. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB, yaitu agama, gaji dan latar belakang pendidikan.Kata Kunci : Subjective Well Being, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB

    SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA RELAWAN BENCANA ALAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, perasaan serta kecenderungan perilaku relawan bencana alam terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dan di analisis menggunakan analisis isi. Subjek penelitian adalah laki-laki atau perempuan, memiliki pengalaman menjadi relawan minimal tiga tahun serta telah menjadi relawan di berbagai lokasi bencana alam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup mengenai K3 dan merasa senang melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip K3. Selain itu, relawan memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah sesuai dengan prinsip K3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap relawan, diantaranya pengalaman pribadi relawan berupa pelatihan maupun lapangan, emosional pribadi relawan, kebudayaan di tempat asal relawan dan lokasi bencana, kehadiran orang yang dianggap penting oleh relawan serta institusi atau lembaga tempat relawan bernaung. Kesimpulannya, relawan memiliki sikap positif terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Faktor yang mempengaruhi sikap positif tersebut berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni pengalaman pribadi dan emosional, sedangkan faktor eksternal yakni kebudayaan, orang yang dianggap penting dan institusi atau lembaga.Kata Kunci : Sikap, K3, Relawa

    KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan interaksi sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program Statistical Product and Service Sollution (SPSS) 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh hasil t=0,983 dengan p=0,330 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan. Dan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100% memiliki kategori tinggi. Sedangkan, remaja yang tinggal bersama keluarga sebanyak 3% memiliki kategori rendah, 7% memiliki kategori sedang, dan 90% memiliki kategori tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta.Kata Kunci : kemampuan interaksi sosial, remaja, tempat tingga

    Hubungan antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik dengan Kinerja Karyawan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik dengan kinerja karyawan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karyawan yang bekerja di PT. PLN Tarakan Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Alat ukur menggunakan Skala Persepsi terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik sedangkan penilaian kinerja menggunakan Daftar Penilaian Nilai Unjuk Kinerja Pegawai Semester I Tahun 2012 PT. PLN Tarakan Kantor Pusat. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang menggunakan keseluruhan jumlah subjek penelitian sebanyak 88 orang. Metode analisis data menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan komputasi program SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis product moment menunjukkan nilai korelasi rxy = 0,536 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,000). Sumbangan efektif variabel persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik terhadap kinerja karyawan sebesar 28,7%. Kategorisasi variabel persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian yaitu sebanyak 52 (59,09%) subjek memiliki persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik pada kategori sedang dan 54 (61,36%) subjek memiliki kinerja pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik dengan kinerja karyawan. Semakin tinggi persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik maka semakin tinggi kinerja karyawan sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik maka akan semakin rendah pula kinerja karyawan.Kata Kunci : Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja KaryawanPersepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.    <w:LsdException Locke

    MOTIVASI MENJADI PERAWAT“ON CALL†DI PMI KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi yang mendorong subjek bekerja sebagai perawat on call di PMI Kabupaten Banyumas, dan untuk mengetahui harapan dan hambatan dari profesi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi tentang profesi perawat on call. Subjek penelitian yaitu perawat PMI Kabupaten Banyumas yang berstatus on call. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, metode observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis isi, dan validitas data menggunakan teknik triangulasi data yang terdiri dari triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi subjek bekerja sebagai perawat on call, yaitu motivasi internal dan eksternal. Harapan subjek dengan menekuni profesi perawat on cal adalah suatu saat bisa diangkat menjadi perawat tetap. Hambatan yang dialami berkaitan dengan kemampuan interpersonal dan ketrampilan yang dimiliki masing-masing subjek. Kesimpulan, bahwa motivasi subjek bekerja sebagai perawat on call terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, aktualisasi diri, motivator intrinsik, hygiene, growth, affiliation, need for achievement. Harapan dari masing-masing subjek adalah naiknya status menjadi perawat tetap, dan hambatan yang dialami berkaitan dengan kemampuan interpersonal dan penguasaan ketrampilan.Kata Kunci : motivasi, perawat on-cal

    PENYESUAIAN DIRI PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak dan dinamika penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga anak TK di  dua TK. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan analisis tema. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi struktur, observasi non partisipan dan kajian dokumentasi. Penelitian ini juga melengkapi data dengan wawancara kepada significant person sebagai triangulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak adalah faktor psikologis, lingkungan prenatal, pengalaman belajar, kondisi lingkungan, pola asuh orantua/keluarga. Faktor tersebut lebih didominasi oleh faktor eksternal. Dinamika Penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak diawali dari adanya kecemasan dari anak saat berpisah dengan orangtuannya, menangis, dan penarikan pada awal masuk sekolah. Adanya kerjasama guru dengan orangtua dalam memberikan motivasi dan pendampingan yang lebih intensif menjadikan anak mulai dapat menyesuaikan diri di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa faktor eksternal lebih mempengaruhi penyesuaian diri pada anak Taman Kanak-kanak. Dinamika penyesuaian diri pada anak yang awalnya memiliki penyesuaian diri yang kurang, dengan adanya kerjasama guru dengan orangtua dalam memberikan motivasi dan pendampingan yang lebih itensif menjadikan anak  mulai dapat menyesuaikan diri di sekolah.Kata kunci : penyesuaian diri, taman kanak-kana

    STRATEGI KOPING PADA ORANG YANG MEMILIKI INDERA KEENAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari indera keenam dan strategi koping pada orang yang memiliki indera keenam yang berhubungan dengan permasalahan dari indera keenam yang dimilikinya dan masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Subjek yang menjadi informan berjumlah satu orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode  kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi  Dalam menganalisis data dari hasil wawancara menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping  yang digunakan oleh informan adalah seeking social support, positive reappraisal dan planful problem solving serta dibantu dengan kemampuan indera keenam yang dimilikinya. Pada permasalahan yang muncul dari bentuk indera keenam yang dimilikinya strategi koping yang digunakan yaitu seeking social support dan positive reappraisal sedangkan pada permasalahan sehari-hari menggunakan strategi koping planful problem solving. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk dari indera keenam yang dimiliki oleh informan adalah clairvoyance, clairaudience dan psikokinesis. Strategi koping yang digunakan untuk masalah secara internal, dalam hal ini masalah dengan indera keenam yang dimilikinya, informan cenderung menggunakan emotional focused coping. Pada masalah eksternal atau masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, informan cenderung menggunakan problem focused coping dalam menghadapi masalah.Kata Kunci : indra keenam, strategi kopin

    EFEKTIVITAS TERAPI MENULIS UNTUK MENURUNKAN HIPERAKTIVITAS DAN IMPULSIVITAS PADA ANAK dengan ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas terapi menulis untuk menurunkan hiperaktivitas dan impulsivitas pada anak dengan ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Penelitian ini dilakukan  di SD Taman Muda Yogyakarta pada tanggal 24 oktober 2013 sampai dengan tanggal 29 november 2013. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 1 orang. Ciri-ciri subjek pada penelitian ini adalah anak dengan ADHD usia 8 tahun, memiliki tingkat kecerdasan dalam kategori rata-rata, sudah dapat menulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Behavioral checklist. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah desain kasus tunggal dengan desain A-B-A.  Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis visual dengan metode Conservative Dual- Criterion (CDC), yakni dengan menghitung jumlah poin yang berada di bawah  kedua garis (level line dan trend line). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi menulis efektif dalam menurunkan perilaku hiperaktivitas dan impulsivitas subjek, dengan menunjukkan hasil penurunan frekuensi pada fase baseline 2 sebanyak 6 poin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi menulis efektif untuk menurunan perilaku hiperaktivitas  dan impulsivitas pada anak ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder).Kata Kunci : ADHD, hiperaktivitas dan impulsivitas, terapi menuli

    102

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇