Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
    119 research outputs found

    HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS PADA REMAJA KELAS I DAN II SMP KATOLIK SANTO PAULUS KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas telah menjadi pandemi global di seluruh dunia dan dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai masalah kesehatan kronis pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Obesitas pada Remaja Kelas I dan II SMP Katolik Santo Paulus Kota Palu”. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 134 orang, dengan teknik Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan obesitas, dengan nilai ρ masing-masing < 0,05. Perlu upaya promotif dan preventif terhadap kejadian obesitas secara terpadu Kata Kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Obesita

    HUBUNGAN PELAYANAN KADER DENGAN MINAT KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI LINGKUNGAN BUMI ROVIGA

    No full text
    ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan kader dengan minat kunjungan balita ke posyandu di Lingkungan Bumi Roviga Kelurahan Tondo. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan potong lintang atau cross sectional study, sampel dalam penelitian ini sebanyak 57 responden dengan tekhnik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 responden yang diteliti pelayanan kader yang baik dan kurang baik hampir sama yaitu pelayanan kader dengan hasil baik sebanyak 31 (54.39%) sedangkan kurang baik yaitu 26 (45.61%). Minat kunjungan balita menunjukkan bahwa dari 57 responden yang diteliti yang berminat sebanyak 44 (77.19%) sedangkan Kurang berminat yaitu 13 (22.81%).Terdapat hubungan yang bermakna antara pelayanan kader dengan  minat kunjungan balita ke posyandu di Lingkungan Bumi Roviga. Melihat hasil penelitian ini bahwa pelayanan kader yang kurang baik masih cukup tinggi  diharapkan segera mengembangkan langkah-langkah antara lain meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan kader dengan cara mengadakan pelatihan kader posyandu. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan penelitian  kualitatif agar dapat mengidentifikasi permasalahan yang tidak ditemukan pada  penelitian ini. Kata kunci : Pelayanan kader dan minat kunjungan balit

    HUBUNGAN MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) UNDATA PALU

    No full text
    ABSTRAK Organisasi perlu memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang, dalam hal ini diperlukan adanya peran organisasi dalam meningkatkan motivasi dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif guna mendorong terciptanya sikap dan tindakan yang profesional dalam menyelesaikan pekerjaannya, dengan motivasi kerja yang tinggi seseorang akan bekerja lebih giat di dalam pekerjaannya dan dengan adanya lingkungan kerja yang memadai akan membuat perawat betah bekerja, sehingga akan timbul semangat kerja dan kegairahan kerja perawat dalam melaksanakan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Undata Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Jumlah populasi yaitu 120 perawat dan menarik 93 responden sebagai sampel dengan menggunakan metode Propotional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa motivasi berhubungan dengan kinerja (ρ=0,038) dan lingkungan kerja juga  berhubungan dengan kinerja (ρ=0,013). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan motivasi dan lingkungan kerja dengan kinerja perawat. Saran yang diberikan adalah diharapkan pihak RSUD Undata Palu diharapkan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan perawat dengan memberikan motivasi dan memperhatikan lingkungan kerja yang merupakan faktor penting dalam menciptakan kinerja perawat. Kata Kunci : Motivasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Perawa

    PERAN SISTEM PENCATATAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS (SP2TP) DALAM MENDUKUNG UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DBD KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Dalam hal aspek geografis, Sulawesi Tengah adalah tempat yang cocok untuk perkembangan Aedes aegypti dan Aedes albopictus, di mana kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, radiasi matahari, kecepatan angin, jumlah curah hujan dan ketinggian adalah mendukung perkembangbiakan vektor DBD. Baru-baru ini, Sulawesi Tengah masih termasuk daerah endemis DBD, profil kesehatan nasional setiap tahunnya menunjukkan adanya kasus lokal penurunan yang signifikan dari DBD. Penelitian ini adalah kualitatif dengan tujuan untuk mengevaluasi rekaman peran dan sistem pelaporan dari puskesmas terpadu dalam pencegahan akurat dan efisien penyakit demam berdarah menggunakan metode wawancara wawancara mendalam, proses wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan variabel yang disimpulkan. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan melalui Analisis Isi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa informan, dapat disimpulkan bahwa masalah utama terkait rekaman peran dan sistem pelaporan terpadu puskesmas pengendalian penyakit demam berdarah adalah laporan akhir dari tim lapangan sehingga menghambat proses penginputan dan menyiapkan laporan. Laporan akhir menentukan respon dari otoritas kesehatan, sehingga pencegahan DBD sering tidak tepat waktu. Selain itu ada isu-isu lain, terkait dengan penyelidikan epidemiologi, pelaksanaan fogging dan sistem perekaman. Teratur dievaluasi menjadi penting untuk meningkatkan pencatatan dan pelaporan sistem pusat kesehatan terpadu, sehingga laporan yang diterima tepat waktu. Kata kunci: Pencatatan, Pelaporan, Terpadu, Evaluasi, DB

    HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN TATURA UTARA PALU

    No full text
    ABSTRAK Diare adalah peningkatan jumlah buang air besar (3 kali atau lebih) disertai dengan perubahan konsistensi tinja (menjadi lebih encer atau berair) dalam waktu 24 jam. Di Indonesia diare menjadi penyebab kematian nomor dua pada balita, nomor tiga pada bayi, dan nomor lima pada semua umur. Di Provinsi Sulawesi Tengah  jumlah penderita penyakit diare pada anak balita tahun 2012 sebanyak 27.515 penderita. Di Kota Palu jumlah penderita penyakit diare pada balita tahun 2012 sebanyak 2.023 penderita. Untuk Kelurahan Tatura Utara jumlah penderita penyakit diare tahun 2012  sebanyak 2.154  penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kelurahan Tatura Utara Palu”. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 69 orang, dengan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan program software komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (p=0,001) dan status gizi (p=0.003) dengan kejadian diare. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif dan status gizi dengan kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Tatura Utara Palu. Diharapkan pemerintah dan Puskesmas dapat mengambil langkah strategis dalam penanggulangan masalah diare pada anak dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif melalui penyuluhan dengan metode yang lebih efektif serta melakukan advokasi untuk memperbaiki status gizi.   Kata Kunci : ASI Eksklusif, status gizi, dan diare

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK HIV di Indonesia sampai dengan bulan Maret 2013 sebanyak 103.759 kasus. Kasus di Sulawesi Tengah HIV dan AIDS dilaporkan secara kumulatif dilaporkan sebanyak 359 kasus, meliputi HIV sebanyak 80 kasus, AIDS sebanyak 147 kasus dan 21 orang meninggal dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palu dan mengetahui konsep komunikasi, sumber daya, disposisi, dan stuktur birokrasi dalam penaggulangan HIV/AIDS di Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik triangulasi, yakni wawancara mendalam (indept interview), observasi, dan telaah dokumentasi lapangan. Dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide) yang memuat pokok–pokok yang akan ditanyakan untuk memperoleh keterangan secara lisan antara peneliti dengan informan. Jumlah informan yang digunakan adalah 5 orang, terdiri dari 1 informan kunci dan 2 biasa serta 2 orang informan tambahan. Analisis data menggunakan pendekatan analisa isi (content analysis)  dengan teknik matriks dimana informasi yang diperoleh diolah dalam tabel, dan kategorisasi serta dalam bentuk narasi/cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Palu belum mempunyai Perda tentang penanggulangan HIV/AIDS sehingga lingkungan dan sasarannya belum efektif, komunikasi antar birokrasi dan sikap pelaksana cukup baik dengan wewenang dan adanya insentif yang diberikan, namun sumber daya belum mencukupi dan pandangan dari instansi lain yang masih rendah. Diharapkan Kota Palu membuat Perda tentang penanggulangan HIV/AIDS agar arah kebijakan lebih jelas dan lebih optimal. Kata Kunci : Kebijakan, Penanggulangan HIV/AIDS

    HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI PUKESMAS BIROBULI KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU

    No full text
    ABSTRAK Kekurangan energi kronis merupakan salah satu masalah gizi yang tertinggi di Indonesia. Penyebab terjadinya kasus kekurangan energi kronis, yaitu kurangnya asupan energi ibu hamil. Selain asupan energi ibu hamil juga dianjurkan untuk meningkatkan asupan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dan asupan protein dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di puskemas Birobuli kecamatan Palu Selatan kota Palu.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 88 sampel yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini di uji secara statistik dengan  uji Chi-square , pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan energi dengan kejadian kekurangan energi kronis (ρ=1,000), terdapat hubungan antara asupan protein dengan kejadian kekurangan energi kronis (ρ=0,000). Bagi ibu hamil diharapkan agar lebih memperhatikan kesehatan pada saat hamil, dapat mengonsumsi makanan yang bergizi sesuai dengan kebutuhan pada saat hamil dan lebih meningkatkan frekuensi makan. Kata kunci :Asupan Energi, Asupan Protein, Kekurangan Energi Kroni

    EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPANYE EDUKASI “AKU BANGGA AKU TAHU” TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/ AIDS PADA SISWA-SISWI SMA NEGERI 5 PALU

    No full text
    ABSTRAK Epidemi AIDS menyebar sangat cepat dan melanda seluruh dunia. Perkembangan kasus HIV/ AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahun dan paling banyak terjadi pada kelompok umur 20-29 tahun. Kasus HIV/ AIDS di dunia diperkirakan sekitar 42.400.000, Indonesia 29.037, Sulawesi Tengah 61 dan Kota Palu 29. Oleh karena itu, diadakan program Kampanye Edukasi Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) untuk menanggulangi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program kampanye edukasi ABAT dalam merubah perilaku pencegahan siswa-siswi SMA Negeri 5 Palu tentang HIV/ AIDS. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment. Sampel kelas kontrol dan sampel kelas eksperimen adalah siswa-siswi SMA Negeri 5 Palu yang berasal dari kelas X dan XI. Jumlah sampel yaitu 84 orang  yang terdiri 42 sampel kelas kontrol dan 42 sampel kelas eksperimen. Metode pengambilan sampel adalah Stratified Random Sampling. Data diuji dengan uji-T berpasangan dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan siswa-siswi SMA Negeri 5 palu tentang HIV/ AIDS sebelum dan sesudah kampanye edukasi ABAT (p<0,1). Diharapkan kepada instansi untuk melakukan upgrading media dan metode yang ada untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: HIV/ AIDS, ABAT, Perilak

    ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANKER SERVIKS PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PALU TAHUN 2012-2013

    No full text
    World Health Organization (WHO) menyatakan kanker serviks merupakan salah satu kanker penyebab kematian terbesar pada kaum wanita setelah kanker payudara dan memperkirakan jumlah kematian yang diakibatkan kanker serviks akan meningkat sampai 25% 10 Tahun Ke depan. Insiden Kanker Serviks di Indonesia menurut Departemen Kesehatan adalah 100 per 100.000 penduduk pertahunnya, dan menurut data laboratorium Patologi dan Anatomi seluruh Indoensia, frekuensi kanker serviks paling tinggi dibandingkan dengan jenis kanker yang lainnya. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian Case-Control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Total Sampling dengan jumlah sampel 164 orang, terbagi menjadi 41 pasien sebagai kelompok kasus dan 123 pasien kelompok kontrol dengan perbandingan 1:3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat Pendidikan (OR = 2,447 ; CI 95% 1,189-5,035), Paritas (OR=14,415 ; CI 95% 5,804-35,798), dan Status Merokok (OR=5,994 ; CI 95% 2,571-13,973) merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Umum Undata Palu Tahun 2012-2013, sedangkan Status Pemakaian Kontrasepsi (OR=0,680 ; CI 95% 0,329-1,407) bukan merupakan faktor risiko kanker serviks di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu Tahun 2012-2013. Wanita diharapkan dapat menghindari faktor risiko kanker serviks dengan melakukan upaya pencehagan dan deteksi dini terhadap adanya faktor risiko kanker serviks. Kata Kunci : Kanker Serviks, Faktor Risiko

    85

    full texts

    119

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇