Center for Scientific Publication
Not a member yet
    3804 research outputs found

    Pengaruh Penerapan Prinsip Universal Design pada Kursi dan Meja Co-working Eduplex terhadap Kenyamanan Pengguna

    Get PDF
    Co-working space dikenal sebagai ruang kerja bersama untuk saling berinteraksi, bertukar informasi, dan berkolaborasi. Co-working space mempunyai standar ruang yang dapat mewadahi untuk kegiatan utama, adanya kebutuhan fisik interior yang dapat membuat nyaman pengguna khususnya kenyamanan ergonomi. Furnitur yang ada di co-working khususnya meja dan kursi harus memiliki ergonomi yang sesuai sehingga pengunjung dapat merasa nyaman ketika berada di co-working space. Kajian terkait ergonomi kursi dan meja pada co-working Eduplex dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh pengunjung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui standar ergonomi dengan pendekatan prinsip desain universal yang sesuai untuk furnitur khususnya meja dan kursi di co-working space dan mengetahui tingkat kenyamanan pengunjung pada penggunaan furnitur meja dan kursi area co-working space. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengukuran langsung di lapangan. melalui penelitian ini akan diperoleh evaluasi terkait furnitur area co-working yang ergonomis dan nyaman bagi semua orang

    Investigating the Impact of Plain Flap as Lift Enhancement on Symmetrical Airfoils

    Get PDF
    Symmetric airfoils like NACA 0015 have limitations in generating lift compared to asymmetric airfoils. Therefore, additional devices are needed to overcome this limitation. This research analyzes the use of a lift enhancement device called a plain flap, which is installed on the trailing edge of the NACA 0015 airfoil using the CFD method. Simulations were conducted at a Reynolds number of  using the k-epsilon turbulent model. Three variations of geometry models were simulated: the NACA 0015 airfoil without a flap, the NACA 0015 airfoil with a plain flap at a deflection angle of 15°, and the NACA 0015 airfoil with a plain flap at a deflection angle of 30°. The simulation results show that the use of a flap can increase the maximum lift coefficient (Cl) of the airfoil. Initially, the maximum lift coefficient was 1.15 at an angle of attack (AoA) of 15°. With a plain flap deflection angle of 15°, the maximum lift coefficient increased to 1.5 at an AoA of 13°. With a plain flap deflection angle of 30°, the maximum lift coefficient further increased to 1.71 at an AoA of 10°. However, the use of a plain flap also leads to a significant increase in drag. On average, the drag coefficient (Cd) increased by 65% with a plain flap deflection angle of 15° and by 178% with a plain flap deflection angle of 30°

    Editorial

    Get PDF
    This JIFAM 6 (Special Issue 3) January 2024 publishes 6 papers related to embankment stability and soil stabilization to develop the sustainable asset management for road infrastructures.As regulated in Indonesian Scientific Journal Accreditation, a Scientific Joural can publish the Supplement and Special Edition.The JIFAM Editorial Team express their gratitude to the authors who already submitted their papers for the sixth volume (Special Issue 3)

    Analysis of Existing Slope Reinforcement Design on Clay Shale Soil and Its Alternative Modifications: A Case Study of the Awunio – Lapuko Road Section Sta 4+955 – 5+015 in the Southeast Sulawesi Province

    Get PDF
    A landslide occurred in the Awunio – Lapuko road section from STA 4+955 to STA 5+015, causing the road shoulder to collapse. It is estimated that the cause of this is the entry of water into the soil, affecting the properties of clay shale. An analysis of the existing slope stability and its planning needs to be done. Water management planning and alternative reinforcement are necessary if the stability does not meet the requirements. The slope stability analysis is conducted on the existing slope and the existing design using manual calculation methods and the GEO5 software. The stability aspects considered include overturning stability, sliding stability, bearing capacity, and overall stability. The analysis of the existing slope stability shows safety from landslide incidents. However, this contradicts the field observations, so a crack soil approach is used to understand the landslide conditions in the field, resulting in a safety factor (SF) of 0.95. The existing design, which includes a retaining wall with bored piles, yields a slope stability with an SF of 7.87. Water management system planning indicates that the drainage channel capacity can still accommodate the water flow resulting from rainfall. The construction of subdrains increases the SF on the slope to 1.38 but requires additional reinforcement. The retaining wall design with bored pile results in a slope stability 2.11. Meanwhile, the alternative of subdrains with additional geotextile reinforcement yields a slope stability of 1.96. The alternative geotextile design achieves slope stability with an SF of 1.77, ensuring safety and meeting stability requirements

    Penerapan Metode Hybrid Dekomposisi-Arima dalam Peramalan Jumlah Wisatawan Mancanegara

    Get PDF
    The Decomposition-ARIMA hybrid method is a combination of two methods used to predict future events in time series data. This method separates the data into three components: the seasonal component, the trend component, and the random component. The decomposition method is employed to forecast the seasonal and the trend components in a data series, while the ARIMA method is utilized to predict the random component within the data series. A tourist is an individual who visits an area for a specific period, making use of its facilities and infrastructure. In order to ascertain the growth of the number of foreign tourists, this study employs the decomposition-ARIMA hybrid method. The aim is to derive forecasting results from the data on the count of foreign tourists from January 2022 to December 2022. The research finding indicates that the best ARIMA model is ARIMA (0, 1, 1) with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 8.5% signifying a very high forecast accuracy

    Pra Desain Pabrik Fenol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit

    Get PDF
    Fenol merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul C6H6O. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah terbesar dari pabrik yang menggunakan kelapa sawit sebagai bahan utamanya yaitu sekitar 23% dari jumlah tandan buah segar, sehingga sampai saat ini masih sangat melimpah. Komponen utama TKKS yaitu lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Lignin inilah yang akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan fenol. Metode yang dipilih adalah proses pirolisi. Proses produksi fenol dari TKKS terbagi menjadi tiga bagian yaitu proses pre-treatment, proses utama (pirolisis), dan juga proses pemurnian fenol. Proses pre-treatment dibagi menjadi dua tahap yaitu proses grinding dan proses hidrolisis. Proses selanjutnya yaitu proses pirolisis dilakukan pada fluidized bed reactor dengan pemanasan menggunakan N2. Setelah itu, proses pemurnian fenol terbagi menjadi dua proses yaitu proses ekstraksi dan proses distilasi. Kemudian, ditetapkan untuk kapasitas pabrik fenol sebesar 30.000 ton/tahun.  Pabrik fenol dari TKKS akan didirikan di Kota Dumai, Provinsi Riau. Penentuan lokasi ini didasarkan pada pabrik yang dekat dengan produsen bahan baku, dekat dengan Ibukota Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru, dan juga ketersediaan tenaga kerja yang mencukupi.  Dengan didirikannya pabrik fenol dari TKKS ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Dumai, Provinsi Riau. Pabrik direncanakan mulai dibangun pada tahun 2022 dan mulai beroperasi pada tahun 2025. Investasi pembangunan pabrik berasal dari modal sendiri (equity) dan modal pinjaman bank (loan) dengan laju inflasi 1,75% pertahun dan suku bunga bank 8% pertahun. Total biaya bahan baku sebesar Rp 326.068.953.366 pertahun. Untuk Internal Rate of Return dari pabrik terkait adalah sebesar 29.73% dengan Payout Time selama 5 tahun dan 11 bulan serta nilai Break Even Point sebesar 33,08%. Pabrik ini direncanakan untuk beroperasi dengan proses Semi Batch-Continue 24 jam selama 330 hari per tahun operasi dengan rencana kapasitas produksi sebesar 90 ton/hari

    Composting as a Strategy for Biodegradable Marine Debris Reduction and Management in Jakarta

    Get PDF
    This study explores the potential for managing biodegradable marine debris waste in Jakarta City through composting, aiming to reduce and treat this waste effectively. In Jakarta, river debris predominantly consists of materials that degrade easily and are biodegradable. Composting represents the most straightforward method for processing this type of organic waste. The study's objective was to evaluate the feasibility of composting organic biodegradable river debris as a waste management strategy. Data collection was conducted at Emplacement Pluit, utilizing random sampling with the four quadrants method. Out of the total river debris generated daily, which amounts to 309 m³, approximately 9.07 m³/day was found suitable for composting. The composting process resulted in a significant reduction of river debris volume by 50.15% within a 30-day detention period. This process was facilitated by mesophilic microbial activity at temperatures between 30-38°C. During the first two weeks, the composting environment remained acidic until the pH stabilized to a normal range between 6.8 and 7.49. A notable observation was the high initial water content of the river debris, recorded at 53.846%, which only reduced to 42.857% by the end of the 30-day decomposition period. Therefore, a pretreatment step is recommended to optimize the water content before composting. Despite these challenges, the compost produced met the required standards set by SNI 19-7030-2004. This study underscores the importance of managing biodegradable organic waste at its source to alleviate the burden on landfills, which are currently operating beyond their capacity

    PERBANDINGAN LUASAN PERSIL ORTOFOTO DAN DIRECT TRIANGULASI DARI PEMOTRETAN FOTO UDARA MENGGUNAKAN DRONE (STUDI KASUS : KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR)

    Get PDF
    Pemetaan dengan menggunakan drone dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh data spasial yang akurat. Dengan menggunakan dua metode umum dalam pemrosesan data foto udara teknologi drone yaitu ortorektifikasi untuk dapat menghasilkan ortofoto dan direct triangulasi menggunakan data langsung dari drone. Perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi menjadi hal yang relevan pada bidang ini, karena dapat memberikan pemahaman lebih tentang keakuratan kedua metode tersebut dalam mempresentasikan luasan sebenarnya pada suatu area. Metodologi penelitian ini melibatkan akuisisi data, pemrosesan, dan analisis untuk mengevaluasi perbedaan luasan persil antara kedua metode. Untuk mengetahui akurasi spasial yang dihasilkan dari perkembangan teknologi pengolahan data foto udara dengan metode pemetaan bidang tanah menggunakan drone, maka dilakukan pengujian ketelitian yang mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Berdasarkan hasil dari ketelitian geometri nilai RMSE pada ortofoto teknik foto tegak 0,063 m dan ortofoto dengan teknik foto konvergen 0.53 m. Hasil RMSE metode direct triangulasi dengan teknik foto konvergen 0.066 m. Rata-rata selisih luasan ortofoto pada foto tegak 0.831 m², ortofoto pada foto konvergen 3.119 m² dan pada foto konvergen dengan metode direct triangulasi 0.936 m². Dengan melihat hasil dari perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi nantinya dapat memberikan informasi pada pengembangan teknik pemetaan dengan drone dan pengguna di bidang pemetaan dan survei tanah

    Editorial

    Get PDF
    This JIFAM 6 (Special Issue 1) January 2024 publishes 5 papers related to slope stability and soil improvement methods to develop the sustainable asset management for national road infrastructures.As regulated in Indonesian Scientific Journal Accreditation, a Scientific Journal can publish the Supplement and Special Edition.The JIFAM Editorial Team express their gratitude to the authors who already submitted their papers for the sixth volume (Special Issue 1)

    Studi Desain Berbasis Kinerja Seismik Dengan Pendekatan Perpindahan Metode MDOF Equivalent System Menggunakan Verifikasi Analisis Nonlinear Modal Time History Pada Rangka Baja Terbreis Eksentris

    Get PDF
    Studi desain berbasis kinerja seismik dengan menggunakan pendekatan Direct-Displace­ment Based Design (DBD) metode Single-Degree-of-Freedom (SDOF) equivalent system yang berdasarkan ragam getar pertamanya, telah banyak dilakukan di Indonesia, namun studi pengujian DBD metode Multiple-Degree-of-Freedom (MDOF) equivalent system yang dapat menangkap pengaruh empat ragam getar, masih minim dilakukan. Penelitian ini melakukan pengujian desain berbasis kinerja seismik menggunakan pendekatan DBD metode MDOF equivalent system dengan tiga buah subjek studi berupa struktur rangka baja terbreis eksentris tiga dimensi, dan sebagai verifikasinya menggunakan analisis non­linear modal time history. Hasil uji menunjukkan bila DBD metode MDOF equivalent sys­tem memberikan akurasi yang kurang baik, juga pada studi ini menunjukkan analisis non­linear modal time history memberikan efisiensi waktu yang sangat baik dengan rata-rata galat yang masih dapat diterima

    3,762

    full texts

    4,235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Center for Scientific Publication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇